untittled


Dia melihat ku lagi,tetapi kali ini dengan tatapan lebih misterius
“apa?” Tanya ku yang sudah tak sabar mengucapkan kata itu dari tadi
“tidak,aku hanya bahagia saja,kau berada di dekat ku,disampingku pada saat ini.”ucap dia
Aku hanya tersenyum pahit mendengar itu
Aku melihat semut berbaris dilantai
“sudah dari dulu aku menginginkan hal ini terjadi.”ucapnya lagi
Seandainya kau tau,bahwa kau mempunyai pikiran yang sama dengan ku.
“aku harus pulang,mereka telah menungguku.”ucap ku sembari berdiri.
“jangan!”ucap nya sambil meraih tanganku
“maaf,”
“setega itu kah? Aku menunggumu dua tahun,kenapa kau malah bersikap seperti ini?”
“bagaimana denganku?sakit mu belum ada apa-apanya dibanding perih yang aku rasakan sekarang!”amarah ku meluap
Dia hanya diam.
Aku mengalihkan pandangan kearah jendela. Oh God! Sungguh sebenarnya aku hanya ingin dirinya.
“berhenti bersikap seperti anak kecil.”ucap ku lalu pergi
Dua tahun memang bukan waktu yang cepat bagi sebuah hubungan,apa lagi ini LDR! Mungkin kalian boleh berkata aku bodoh,hanya menghabiskan waktu hanya untuk pacaran dengan sebuah handphone dan sebuah ini berakhir dengan sia-sia hanya gara-gara orang ketiga.
Maafkan aku,mungkin ini lah jalan terbaik untuk kita,hati ku terasa perih,usia kita terpaut sangat jauh,5 tahun,sudah ku duga sebelumnya mana mungkin kau bisa serius padaku?
Bodoh!hanya membuang-buang waktu dengan hal-hal yang tak  berguna.

2 hari yang lalu……….
“tuuttt…..tutttt….tutttttt!”aneh,telepon nya malah mail box,ini sudah yang ke 20x aku melepon mu,tapi seperti tak ada reaksi,habis kesabaranku.
Aku langsung berlari kerumahnya,mungkin kau ada disitu pikirku,jangan bilang kau lupa tentang janji kita,seharusnya kau menghargai perasaan ku, kita  jarang sekali bertemu,hanya 2 minggu 2 tahun.
Dan kau malah menghilang tanpa kabar seperti ini? Jangan mentang aku hanya anak ingusan kau bisa bertindak seenak hatimu. Lihat saja kalo kau sudah ku dapatkan tak kan ku beri ampun!
Tetapi…
Dadaku sesak ketika aku masuk kedalam rumahnya,inikah buah dari hubungan kami selama 2 tahun?
Aku melihat dia sedang ber-ci-um-an dengan wanita entah siapa namanya,dia melihat ku,matanya sontak terkejut,aku lari sebisa yang kubisa aku menangis,mungkin hanya itu yang kubisa lakukan saat ini,ku lihat handphone ku,100 misscall darinya,bisakah kau rasakan sakitnya diabaikan? 100 misscall dari mu belum apa-apa,karena aku disini masih memikirkan mu,kita,hubungan kita,sedangkan 20 misscall dariku,kau bersamanya,entah apa maumu.
Lamunan ku buyar,kejadian itu sudah sangat bisa menghancurkan hatiku,
“maafkan aku!”ucapnya dari belakang,ternyata dia mengejarku. Keras kepala
“aku salah,kau patut membenci ku,kau patut menghukumku,tapi jangan diam seperti ini,kau bisa membunuhku secara perlahan! Oh God! Inikah hukuman mu padaku? Aku sangat mencintaimu,aku tak sadar,dia menggoda ku!”
“kau pikir aku percaya? Denger ya!”aku menarik napasku..
“aku sadar,aku memang anak kecil,tapi aku tak bodoh seperti kau,aku masih punya logika,kau kira aku akan percaya dengan omong kosong mu itu? Kalau kau pun benar,kenapa kau mau di rayu olehnya,kenapa napsu mu lebih besar dari pada cinta kita,maaf aku tak mau jatuh dalam lubang yang lebih dalam lagi!”ucap ku,kali ini amarah ku benar-benar tak bisa ku tahan
“sudah berapa lama kau berhubugan dengannya? Siapa dia?”Tanya ku lagi
“shenny,sekitar 5 bulan,”jawabnya lirih,kali ini aku bisa melihat raut wajahnya yang tampak seperti menyesal,aku tak tau apakah itu muka penyesalan atau hanya topeng.
“mungkin aku dulu pernah bersalah kepadamu,tapi apakah ini balasannya atas semua kesalahannya di masa lampau? Apakah kau ingin balas dendam padaku? Baiklah itu mau mu,aku tak bisa mencegahnya lagi,maafkan aku tlah membuatmu menunggu selama ini,mungkin ini hukuman buat ku,”ucapku menahan air mata ini agar tidak jatuh
Dia hanya diam.
Kami berdua diam,sampai akhirnya aku menitikan air mata ku,inilah senjata terakhirku,tak kuasa ku tahan,jujur aku masih sangat mencintaimu..
“aku mohon,jangan menangis hanya karna ku..”ucapnya mengusap air mataku,dia memelukku,ku biarkan diriku berada di dekapannya,aku tak kuasa merasakan hangat nya pelukan dia,Tuhan,bangunkan aku dari mimpi ini,aku rasa aku ingin mati saja..
“aku mencintaimu..”ucapku lalu melepaskan diriku dari dekapannya,dan berjalan jauh,jauh darinya…

Pesan

Nama

Email *

Pesan *

Penulis kece

  • Dewi Lestari
  • Esti Kinasih
  • Ilana Tan
  • Stephanie Zen
  • Windry Ramadhina

Blog Archive

YOU

Followers

Black Moustache

Pages

Blogger Templates