Backstreet- 2

tiba-tiba mata Dea tertuju kepada sebuah benda yang sedang ada di genggaman Ify,benda itu adalah kantong plastik bertuliskan 'PAPER SCRAB IDOLA'. Dea bukan tertarik dengan penampilan kantong plastik itu,tapi dia heran mengapa Ify sangat erat sekali menggenggamnya,seakan-akan itulah nyawanya.

tiba-tiba di kepalanya muncul ide untuk merebut benda itu dannn..
HAPPPP!
Benda itu sekarang sudah berpindah tangan,Ify langsung menoleh kepada Dea,dan menatap matanya dengan tatapan membunuh.
"DEA! APA-APAAN SIH!! GASOPAN TAU GAK!" Bentaknya,tetapi Dea tak mengubris bentakan Ify tersebut ia malah mengambil suatu barang di kantong plastik tersebut,suatu kertas surat pink berhiasan bentuk love itu,dia membaca tulisan di dalamnya sambil mengejanya.
"Happy birthday!!!!! maaff ak..." Dea tak sempat meneruskan kata-katanya setelah Ify merebut kantong plastik itu dengan cepaat.
"ciyeee Ifyyy!! buat siapa tuh? pacar lo yah?"goda Dea.
"he'eh."ucap Ify seadanya.
"Oh,dia ulang tahun juga? sama dong kayak my love Rio~"
Deg!


***


"Haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii my perincess mancung!" sapa Rio saat mereka sedang di Cafe Idola.
"Hai juga my prince PESEK! (capsjebol._.v peace RISE!)"
Rio manyun mendengar jawaban Ify tersebut. "bodoamat! pesek-pesek gini aku banyak yang naksir tau!" balas Rio.
"Oh, ya? masa sih? ah palingan monyet doang yang naksir!"
"kamu dong monyetnya wooo!"
"apaaa?! aku monyet? oh gitu,gak nyangka aku masa kamu cowo yang selalu menggantengkan dirinya di hadapan orang-orang seleranya monyet!"
"ah gapapa,monyetnya kan cuman jelmaan dari bidadari yang di kutuk gara-gara mencintai manusia. (?)"
"apaan sih! kebanyakan nonton sinetron deh!"
"tapi suka kaannn?" Goda Rio .
"ih RIOOOO apaan sih!"

Dan akhirnya mereka pun bercanda ria sambil membahas kegiatan mereka masing-masing Rio di basketnya dan Ify di musiknya,percakapan itu terhenti saat Rio memutuskan untuk menanyakan hal yang sama sekali dia tau jawabannya "sampe kapan fy?"
Ify diam.
"Ify! aku nanya jawab dong."rengeknya
"sampe kapan apanya?"balik tanya Ify.
sebetulnya Ify tau pasti Rio akan menanyakan pertanyaan ini lagi.
"sampe kapan kamu ngorbanin perasaan kamu terus? sampe kapan kita bohongin Dea terus? kamu tau ga? semakin lama kita kayak gini,semakin banyak korban Ify,pada akhirnya nanti semua akan terungkap,cepat atau lambat,dan Dea akan membenci kita!"jelas Rio bijak.
"justru itu Mario,karena aku tau cepat atau lambat ini akan terungkat,so,aku gak mau Dea membenci aku dalam waktu yang cepat ini."
"IFYYY!!!"teriak Rio
"MARIOOO!!"balas Teriak Ify.
"aku gak kuat backstreet kayak gini,masa iya kita backstreet karena sahabat kamu suka sama aku,gak banget tau gak?"
"Yaudah kamu tunggu aja sampe Dea gak suka lagi sama kamu."jawab Ify enteng.
Rio melotot mendengar pernyataan Ify tersebut "KAMU GILAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA?"Teriaknya.
"Rio! berisik tau!!!!"
“lagian kamu aneh-aneh aja sih,masa ia nunggu dia gak suka lagi sama aku! Edan!”
“loh? Emangnya kenapa?”
“kan aku ini imut,keren,cakep,baik,unyu jadi mana mungkin ada gadis yang berhenti suka sama aku!!”
“Ohh gitu yahhh! Makan nih unyu!”ucap Ify sambil mencubit pinggang Rio 360%
“IFYYY! Awwwwww!!!! Sakittttt!!!”ringis Rio.
“bodo amat! Lagian kamu juga sih di saat kayak gini masih aja narsis!!!!”
“narsis itu kan kebutuhan Fy.”
“kebutuhan apanyaaa?!!!!!!!!”
“kebutuhan jasmani dan rohani fy.”
“laaahhh,Edan sableng!!!!”
“oke kita serius.”kata Ify lagi.
“oke serius.”
“nanti kamu ultah di rayain kan?”Tanya Ify
Rio mengangguk.
“oke bagus,nanti di kue pertamanya kamu kasih ke Dea ya?! oke?”
Rio mengangguk lagi,Ify sakit hati.
“nanti kamu cium Dea yah!”
Lagi-lagi Rio mengangguk.
“IIIHHHH kamu kenapa sih ngangguk mulu!!!!!!!!!!!!!!”geram Ify.
“abis kamu nyuruh aku serius aku kan gabisa serius makanya aku ngangguk aja terus dari pada kamu marah mulu,”ujar Rio polos.
“MARIOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”Teriak Ify sampai semua mata tertuju kepadanya,Rio malah ngabur entah kemana mencoba menyelamatkan dirinya sendiri.
Sekarang Rio telah berada di depan kafe,dia masih terpikal-pikal atas perilaku pacarnya yang selalu membuat nya tertawa itu,Ify memang bukan orang yang humoris tapi entah kenapa Rio selalu tertawa melihat ekspresinya itu apa lagi kalo lagi manyun.
“Rio!” sapa seorang cewek,Rio menoleh ke asal suara tersebut.
“eh elo! Hai Dea!” sapa Rio akrab,ya orang tersebut adalah Dea.
“hai,eh lo ngapain ke sini?”
“eh haha,cuman jalan-jalan doang kok,”
“Oh,sendirian?”
“RIOOOOO,kamu tuh y…..”ucapan dan langkah Ify terhenti saat dia sadar siapa yang di hadapannya sekarang Rio dan seorang cewek,cewek yang berhasil membuat hatinya kalang kabut,cewek yang berhasil membuat hatinya lebih sabar,dan cewek yang berhasil membuat dia tau apa arti sahabat itu. Dea. Ya orang itu adalah Dea.
“Ify?”




**




“Ifyyy! Sumpah kalian gokil abis tau gak!!”ucap Sivia takjub ketika selesai mendengarkan tuturan curhatan Ify.
“gue bukan gokil vi,tapi GILA,gue stress njirr…”
“haha,couple crazy!”
“yap! Memang kita crazy! Gila errr…”
“terus ekspresi Dea gimana?”
“biasa-biasa aja tuh,”
Aku mengingat kembali kejadian kemarin,kejadian yang hampir membuat jantungku loncat dari tempatnya.



*




“ify?”
“eh Dea! Halooo!!” ucap Ify kelakaban.
“looo berduaa? Kokk…”
“eh gini De,jadi Ify kan ada tugas di musiknya jadi dia butuh partner buat yang bisa main gitar,ya berhubung gue bisa gue bantuin aja deh!” jelas Rio.
“oh gitu toh,”ucap Dea sambil mengangguk-anggukan kepalanya pertanda mengerti.
‘OH TUHAN SIAPA SAJA!! SELESAIN INI SEKARANG!!’jerit batin ify.




*




“kalian memang sabar banget ya!”puji Sivia,kali ini tidak dengan tertawa,pujian yang tulus.





**




“Awwwwwwwwwwwwwwwww!!”Jerit Ify saat dia terjatuh di lapangan basket sekolah,ia jatuh karena terpeleset air yang tumpah di beton tersebut saat hendak melihat Rio latihan,sebenernya dia ingin ke ruang musik tapi demi melihat Rio,dia rela memutar 2x lebih jauh.
“Ify? Kamu gak apa-apa kan?”Tanya Rio panik saat dia melihat pacarnya itu terjatuh,Ify hanya mengangguk.
“eh Ify? Lo gak apa-apa kan?”kali ini Tanya Dea.
“lo ngapain ke sini fy? Bukannya ruang musik di deket ruang kepala sekolah?”selidik Dea.
“eh enggak gue kan cu….”ucapan Ify terhenti saat coast basket memanggil anak didiknya untuk kembali berlatih.
“priiitt…. Ayo semuanya,saatnya sparing!”
“fy lo udah gak apa-apa kan?”
“he’eh.”
“yaudah,ayo yooo,udah di panggil coast tuh yukkk!”ajak Dea sambil menarik tangan Rio.
“tapi De..”
“ayookkk!!”Dea menarik Rio,terlalu keras. Sampai Rio tak bisa melawannya.
Sebelum Rio meninggalkan Ify dia menoleh ke arah Ify,dia melihat raut muka Ify yang sangat kesal padanya.
‘shit! Kenapa sih gue gak bisa bela dan nolong pacar gue sendiri???!!!’ umpat Batin Rio.
‘aargghh,kenapa sih gue gak bisa marah? Jelas-jelas Rio itu kan pacar aku! Main di tarik aja!’batin Ify.




**




Ify telah sampai di depan ruang musik,ketika Sivia melihat Ify dia langsung menghampiri Ify.
“kenapa?”Tanya nya.
“kenapa apanya?”Tanya Ify balik.
“kenapa lo kusut gitu mukanya,dan itu dengkul lo kenapa? Kok berdarah?”
“hah?”Tanya Ify bingung,mata nya langsung tertuju memandangi dengkulnya,benar saja dengkulnya berdarah,
‘tadi Rio ngeliat darah ini kah?’tanya nya dalam hati.
“oh ini toh,”
“lo kenapa sih fy? Gue khawatir nih sama lo.”ucap Sivia.
“oke,tadi gue ke lapangan basket niatnya sih pengen liat Rio latihan tapi ternyata gue kepeleset terus jatuh dan,tiba-tiba Dea ngeliat Rio lagi bantuin gue diri,and then dia narik Rio gitu aja,gue keseeeeeeeeelllllllllllllllll!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”rengek Ify.
“tuhkan,gue bilang juga apa,lo sih masih aja keukeh buat nyembunyiin ini semua,lama-lama lo bisa gila tau gak?!”
“terus gue harus ngapain Via? Harus bilang ke Dea gitu,trus kita musuhan ampe akhir hayat? Ih engga deh!”
"emang itu bakal terjadi ya? kayaknya engga deh."
"semoga aja.."


Pesan

Nama

Email *

Pesan *

Penulis kece

  • Dewi Lestari
  • Esti Kinasih
  • Ilana Tan
  • Stephanie Zen
  • Windry Ramadhina

Blog Archive

YOU

Followers

Black Moustache

Pages

Blogger Templates