LELAH


Ku tatap dua bola mataMu
Tersirat apa yang kan terjadi
Gadis berdagu Tirus itu menyusuri koridor berharap-harap cemas didalam hatinya,
“ah shit! Jam 06.58 aku bakal telat iniiii!!!” teriaknya dengan setengah berlari menuju kelas 2IPA-5
Dia membayangkan hal-hal yang tak di inginkannya
Dia geli sendiri kalau di hari pertamanya sekolah(disemester 2 sih sebenernya) harus dapat hukuman gara-gara TERLAMBAT!
“ify!”panggil seseorang,seperti suara cowok.
Benar saja,ternyata pemilik suara nge-bass itu adalah RIO,MARIO STEVANO ADITYA HALING . dia adalah pacar gadis bernama Ify ini.
“kamu terlambat?”Tanya nya dengan pandangan menyelidik.
“hmmmmm……”gadis itu tak langsung menjawabnya,berpikir sejenak
“aku kesiangan tadi malem nonton konser piano di rumah,bagus loh yo! Beneran deh,aku kagum mereka bisa memainkan piano itu dengan indah blablablabla…”cerocos cewek itu,si cowok malah ga ngubrisnya
“kamu sendiri kenapa telat?”kali ini cewek bernama Ify itu menatap dengan tatapan ‘membunuh’
Rio hanya nyengir mendengar pertanyaan bodoh cewenya ini.
“KAMU STREETBALL LAGI?!”Ucap Ify dengan nada membentak.
“emangnya kenapa sih fy kalo aku streetball? Aku kan cuman mau ngelakuin hobi aku doang,kayak kamu di music kamu.”jelasnya
“hobi kamu itu ga logis tau! Apa ya namanya,oh iya,seakan-akan kamu tuh kayak kekurangan ekonomi gitu deh,dengerin aku ya! streetball yang kamu sering mainin itu judi! Make taruhan,buat apa sih? Toh kamu kan ga orang yang kekurangan materi,”jelasnya panjang lebar
“stop deh fy! Sampe kapan kamu giniin aku terus? Kamu tuh cuman pacar aku,belom jadi istri tapi gaya kamu udah selangit,pake ngatur-ngatur aku segala lagi,orang tua aku aja ga pernah masalahin kalau aku ikut streetball¬.”ucap Rio dengan nada membentak.
Ify terkejut mendengar penjalasan cowonya itu,dia ga tau bahwa cowoknya akan mengatakan hal itu,ia kira cowoknya hanya nyengir bodoh seperti yang selalu ia lakukan,Rio pergi meninggalkan Ify yang masih berdiri mematung disana,matanya berkaca-kaca
Kau ingin pergi dari ku
Meninggalkan semua kenangan menutup lembaran cerita
Oh sayang ku aku tak mau.
Teeeeeeeeeettt…………….teeeeeeeeetttt………
Suara bel menandakan istirahat pun bordering,Ify ga langsung bangkit dari tempat duduknya,pandangan nya masih menerawang ke arah papan tulis
“fy,ke kantin yuk!”ajak Via sahabat Ify tersebut
Ify hanya merespon ajakan itu dengan menggeleng
“kamu kenapa fy?”Tanya nya lagi karena melihat sikap sahabatnya yang tak seperti biasanya itu
Lagi-lagi Ify hanya menggeleng,ia masih teringat sama kejadian di koridor sekolah tadi pagi,dia tidak menyangka Rio akan membentaknya.
Wajar saja Ify shock karena Rio sebelumnya belum pernah sekalipun membentaknya,jangan kan membentak, memaksanya saja hanya 3 kali,itu juga karena Ify yang susah sekali disuruh makan,selebihnya Rio memilih diam kalau Ify sudah seenaknya sendiri.
Rio membentaknya mungkin bukan tanpa alasan,dia tidak suka dengan sifat Ify yang suka memaksanya melakukan kehendaknya,sifat Ify ini memang egois,tetapi Ify juga melakukan ini karena alasan dia takut kehilangan pria yang di cintainya itu
*
“Fy! Rio tuh!”ucap Via
“mana?”Tanya Ify celingukan mencari arah telunjuk yang di ciptakan Sivia
“itu,loh? Kok ada Dea sih?”
Deg! Jantung Ify mendadak berhenti,mencoba menyalahkan penglihatannya tersebut.
Terlihat Rio sedang bermain basket di lapangan basket sekolah,dengan Dea yang menjadi lawannya,mereka bermain 1 on 1,mereka terlihat akrab dan mesra sekali,Ify berusaha untuk berpositif thinking
“kok dia main sama Dea sih? Biasanya juga nyamperin kamu,”
“wajar dia main sama Dea,secara Dea kan lumayan ngerti basket sementara aku engga.”
“tapi kan seharusnya dia ngajak kamu dong,seenggaknya ngajarin gitu.”
“Rio udah terlalu sering ngajak aku,tapi aku yang gamau,udah yuk,ke kelas,bentar lagi masuk tuh!” ajak Ify.
**
Malam ini bukan seperti malam biasanya,Rio sama sekali belum menguhubunginya sejak kejadian tadi
“apa dia marah ya?”gumamnya pelan menanyakan pertanyaan itu pada dirinya sendiri
Akhirnya,dia memencet speed dial dan langsung tertera di LCD handphone-nya nama ‘Prince Rio’
1 detik..
2 detik..
3 detik..
“nomer yang anda tuju sedang berada di luar jangkauan….”
“ah,kok ga aktif sih?”marahnya pada dirinya sendiri
Udah 5 kali Ify mencoba menelepon Rio tapi mailbox
Sampai akhirnya yang ke-enam kalinya,tersambung!
“halo,Rio akuu….”
“halo? Hah? Siapa ini?apaaa? Rio? Hahhh??”jawab seseorang dari seberang,ramai sekali,tetapi seperti suara cewek.
Jleb. Dada Ify sesak saat itu juga,hal yang dia takutkan sebentar lagi akan terjadi
‘apa aku segitu keterlaluan ya yo,?’batinNya
Ku tahu semua akan berakhir
Tapi ku tak rela lepaskan mu
Kau Tanya mengapa aku tak ingin pergi dari mu
Dan mulutku diam membisu
Hari ini Ify sekolah,dan tak terlambat lagi dengan cepat ia melangkah ke kelas Rio,
Mencoba minta maaf kepada kekasihnya tersebut.
“eh,fy,elo ngapain disini? Kayak maling aja ngumpet-ngumpet gitu,”tegor Alvin sahabat Rio dan orang yang naksir Sivia sahabat Ify
“ehehe,lo liat Rio gak?”ucap Ify to the point
“oh dia,noh ada di taman,”
“taman?”Ify menyiritkan sebelah alisnya
“iya,sama anak kelas 1,”
“oh gitu ya? makasih deh ya,btw lo dapet salam tuh dari Sivia,”goda Ify
“yang bener lo? SALAM BALIK PENUH KASIH SAYANG YAH!”Ucap Alvin terlalu semangat
Ify hanya terkekeh melihat sikap sahabatnya yang satu itu
*
Ify melangkahkan kakinya ia langsung terbang ke tempat yang baru saja sahabatnya itu katakan. Di tempat ini lah dia dan Rio akhirnya memutuskan untuk memulai hubungan menjadi lebih serius
“sampe kapan yo?”ujar cewek itu pelan,tetapi gak tau bagaimana Ify masih bisa mendengarnya dari jarak 5 meter.
“maafin aku de,aku udah keteelaluan sama kamu,aku akan selesain ini semua demi kamu,”jawab cowok itu,
Pemilik suara cowok itu adalah Rio,dalam hati Ify dia bertanya-tanya
“Rio!”panggil Ify,setelah ia udah berusaha mengumpulakn banyak nyali untuk mengucapkan 3 huruf itu.
“eng..if….Ify?”
“ma….maaf,aku ganggu ya? aku cuman mau kasih tau,bisa gak nanti jam 5 kamu kerumah aku,aku gak maksa kok,kalo kamu bisa aku tunggu ya,”ucap Ify menahan air matanya dan langsung berlalu dari hadapan mereka
*
Awan hitam,langit bergemuruh,menandakan sebentar lagi awan tak ammpu lagi menampung banyaknya air.
Ditempat ini Ify masih setia menunggu Rio.
Akhirnya yang di tunggu datang juga.
“kamu dateng,”ucap Ify lembut
“aku gak mungkin nolak permintaan cewek yang paling aku sayang.”
Ify hanya tersenyum miris mendengar itu,
‘benarkah aku cewe yang paling kamu sayang itu?’batin Ify terus bertanya-tanya
Akhirnya dua sejoli itu memutuskan untuk ngobrol di pinggir kolam berenang.
“kamu tadi malem kemana?”Tanya Ify lembut membuka pembicaraan,Rio tak langsung menjawab,ia masih mencari-cari jawaban yang pas untuk pasangannya tersebut
“kalo kamu tadi malem streetball aku gak bakal marah lagi kok sama kamu,”ujar Ify lagi,sekarang lebih lembut dari pada tadi
“ma…af.”
“kamu gakperlu minta maaf,aku yang seharusnya minta maaf,kamu benar,aku yang terlalu over,mulai sekarang aku janji bakalan biasa-biasa dan gak over lagi,”
Sontak Rio melotot mendengar itu,bukan karena ia senang,tapi pernyataan barusan mengisyaratan kalo Ify sudah capek dengan semua sikap Rio beberapa hari ini,Rio berdecak sebentar lalu Ify berkata lagi “kapan-kapan ajakin aku liat streetball dong,mana tau ternyata aku tertarik,”ujar Ify pelan
“kamu serius?”ucap Rio lirih,masih ga percaya apa yang telah di dengarnya
Hari ini tanpa sepengetahuan Rio,Ify dateng ke sekolah dengan menggunakan celana basket,dan membawa bola basket yang ia baru beli
Dia memandangi ring basket tersebut,mengambil ancang-ancang hampir 10 menit,kemudian barulah ia melemparkan bola itu berharap akan masuk ke ring,tapi sayang bola itu malah terpental jauh mengenai tiang.
Ia berdecak kesal,udah setengah jam dia disana tapi hasilnya dia gak bisa melemparkan bola satu pun ke ring,dia tertunduk sedih,bila diingat Dea adalah salah satu siswi berprestasi di bidang basket,sama seperti pacarnya itu,sedangkan dia?
“kamu mau main basket atau mau ngukur tinggi tiang itu sih? Masa iya ngelempar bola ngambil ancang-ancangnya ampe 10 menit,”ujar seorang cowok dari ruang ganti yang sedari tadi memerhatikan cewek berdagu tirus ini
“kalau main basket itu,pake perasaan dan logika,rasakan bola itu akan masuk dengan kekuatan lengan kamu,jangan terburu-buru atau kelamaan,konsentrasi sama bola dan ring,pasti bola nya akan masuk,”lanjut cowok itu lagi dan langsung mengambil bola itu,melemparnya ke ring dan,masuk dengan mulus tanpa mengenai ujung ring!
Ify menatap takjub pada sosok itu.
“Gabriel,anak kelas 2IPS-7,”ujarnya sambil menyalurkan tangannya
Ify membalas uluran tangan itu dengan semangat
“Ify.”
“kamu gak bisa main basket sama sekali ya?”Tanya nya pelan,yang ditanya hanya mengangguk malu.
“mau diajarin?”tawarnya lembut,ya sontak saja Ify mengangguk dengan semangat
Dan pelatihan itu pun dimulai,saking serunya sepasang bola mata pun mengawasi mereka
“kamu kenal gabriel?”Tanya Rio to the point
Ify hanya mengangguk
“dia partner aku sekarang dia yang ngajarin aku basket,”jawab ku akhirnya
“kenapa kamu gak minta aku aja? Lagian sejak kapan kamu ngelirik basket?”Tanya nya sinis
“Oya? Emang kamu mau ngajarin aku?”
“ya gak juga,seenggaknya kan kamu ada usaha buat nanya aku,”
“boro-boro deh kamu bakalan ngajarin aku,ketemu sama aku aja kamu udah jarang banget,”
“udah lah aku gamau nyari ribut,sekarang aku Tanya sejak kapan kamu suka dan ada niatan untuk bisa main basket? Ampe nyuruh cowok lain ngajarin kamu,”
“itu bukan urusan kamu!”
“ini urusan aku dong,kamu kan pacar aku,”
“iya memang,tapi kan ga semua kehidupan pribadi aku kamu berhak tau,”
“kamu kok berubah gini sih?!”
Ify menghirup napas panjang sebelum akhirnya berkata “aku berubah karena ada seseorang yang udah lebih dulu berubah.” Ujar Ify lalu pergi meninggalkan Rio
Rio hanya berdecak kesal melihat perubahan yang ada di dalam diri pacarnya tersebut
Udah 2 minggu Ify dan Rio berantem terus,terkadang Ify capek batin juga kalau melihat tingkah laku pacarnya akhir-akhir ini
*
“Rio keterlaluan banget sih!”gerutu Via
“bukan dia yang keterlaluan vi,mungkin gue yang emang ga pernah ngertiin dia,”
“tapi gak usah make ngebentak lo di depan umum juga kan fy!”
Ify hanya terdiam mendengar kata-kata sahabatnya barusan,dan mengingat kejadian kemarin
**
Ify dengan Gabriel hendak melihat sekumpulan remaja yang mengikuti streetball,mereka sebenarnya gakmau,apa lagi Gabriel,tapi Ify penasaran semenarik apa sih permainan itu sampai pacarnya sering terlambat masuk sekolah terus-terusan karena selalu pulang pagi.
“ini tempatnya gab?”Tanya Ify,dia masih gak percaya apa yang diliatnya sekarang,ternyata streetball seperti ini toh.
“dari sumber yang gue dapet sih gitu,”
Mereka pun bergabung dengan penonton yang mulai ramai disana.
“deaa….deaaaaa!!!”seru penonton
“Rioooo…riooooo!!”seru penonton yang lainnya
Ify sama sekali ga ngerti kenapa nama pria yang menyandang status pacar dengannya itu bak artis disini
“jangan kaget fy,Rio itu idola disini,soalnya permainannya selalu bagus,bisa di bilang dia Rajanya ,”bisik Gabriel yang di sambut dengan anggukan Ify,sebenarnya Ify sudah mengetahui itu sebelum-sebelumnya karena Ify yakin permainan basket Rio itu bisa dibilang setara sama atleet basket lainnya,hanya saja Rio males untuk ikut pelatihan basket,katanya dia lebih senang basket itu menjadi hobi dan bakatnya yang tersembunyi
“IFY!”Teriak seorang cowok,ify menengadahkan kepala nya ke atas,ternyata Rio,
Ify tersenyum melihat Rio,dia senang karena walaupun dalam keadaan ramai seperti ini dia masih dapat mengenali pacarnya itu
“NGAPAIN KAMU KE SINI?”Tanya nya garang,sontak saja Ify langsung menciut,
“salah aku ke sini?”Tanya nya
“gak,gak salah sih,tapi kamu nyadar gak sih kamu ke sini sama siapa? Sama cowok lain!”suara Rio mengecil tetapi sangat menyakitkan
“bener-bener yah! Aku bingung sama pemikiran kamu,ternyata dia toh alasan kamu suka basket,haha- gak banget!”sindir Rio
Gabriel panas juga mendengar itu kemudian angkat bicara “sorry bro,bukan maksud gue ikut campur,tapi gue gaterima kalau nama gue di ikutcampurkan dalam masalah kalian,lagian lo cowok kan? Kok bisa sih seorang cowok malah melecehkan cewek yang ia sayangi,dan satu lagi lo marah karena gue jalan sama cewek lo? Jangan nethink dulu,dia punya alasan untuk itu,oh iya,cewe disamping lo itu siapa? Cantik juga,simpenan lo?”
BUK!
Sebuah tinju dari Rio mengenai pelipis Gabriel
“RIO STOPP!”Teriak Ify
“urusin cowok baru kamu tuh,cih!”
*
“lo ga bisa terus-terusan sabar gitu fy,lo cantik,baik,pinter,masih banyak cowok yang lebih pantes di bandingkan Rio,”saran Via
“apa segitunya ya vi?”
*
“aku mau kita putus.”
Ify masih gak percaya apa yang di dengarkannya
“ap…”
“aku mau kita putus,”ucap Rio sekali lagi
Sekuat tenaga Ify menahan agar benteng pertahanannya tidak jatuh,dia membuang muka di taman tak ingin pria yang begitu ia cintai melihat air matanya
“tapi kenapa?”Tanya Ify akhirnya
“aku udah punya Dea,aku udah punya cewe yang begitu ngertiin aku dan gak childish aku udah punya cewe yang sangat amat mengerti basket sebagai hidup aku,aku udah punya Dea sebagai orang yang aku sayang,”jelas Rio panjang lebar,Ify masih gak mengerti apa yang di dengarkannya,segitu gambang kah kau melupakan ku? Batin Ify
“tapi bukannya kamu sayangnya cuman sama aku?”Tanya Ify
“iya tapi itu dulu,sebelum kamu nujukin sikap over kamu yang ga sama sekali aku suka itu!”
“jangan tinggalin aku yo,kamu kan udah janji,janji yang kamu ucapin waktu kamu susah payah ngejar cinta aku,”ucap Ify lirih
“kamu kenapa sih fy! kenapa kamu kayaknya susah banget untuk ngelepasin aku?”
Ify menarik napas dalam-dalam ‘karena aku sayang sama kamu yo,’batin nya
“ok..oke,kalau it..itu mau kamu,”ucap Ify lalu pergi meninggalkan pria itu sendiri
**
Salah kah bila diriku
Terlalu mencintaiMu
Jangan tanyakan mengapa
Karena aku tak tau
***
“fy,udah dong jangan nangis terus,”bujuk Via sambil membelai pungguk Ify sedari tadi.
“gu..gue putus vi,gue gakmau,gue sayang sama dia,sayang yang gatau karna apa,sayang yang gak tau sebabnya,sayang yang gaktau kapan datengnya,sayang yang gatau kenapa bisa buat gue gini,”jelas Ify dengan terbata-bata
“iya fy,tapi kan dia gak pantes buat elo,”jelas Via,berharap Ify akan segera berhenti menangis,tapi naas,usaha Sivia malah membuat Ify semakin menjadi-jadi
*
“aku ga tega ngeliat Ify yang sekarang vi,”ucap Alvin membuka pembicaraan
“kamu aja gak tega,gimana aku sahabatnya? Yang selalu ada di dekat dia,aku ga pernah ngeliat dia sampai segitunya,terakhir dia putus itu sama Debo,tapi ga sampai segininya.”
“Ify bener-bener cinta ya sama Rio,”
“banget vin,kamu kan sahabatnya Rio,tanyain sama dia baik-baik dong kenapa bisa giniin Ify,”
“susah vi,Rio itu susah di tebak banget,dia aja sekarang udah pacaran sama Dea.”
Sivia langsung membolakkan matanya,gak percaya sama apa yang di dengar nya “kamu serius?”
“dua rius viaaa!”
Sivia masih gak percaya sama apa yang terjadi sama sahabatnya itu,sambil mengaduk-adu jus alpukatnya yang dari tadi belum ia minum juga,tiba-tiba ia mendapatkan sebuah ide yang bisa untuk membuat sahabatnya itu pergi dari keterpurukannya
“aku tau cara buat Ify kembali lagi!”
**
“Ifyyyyyyyyy!!!!”teriak Sivia sewaktu ia melihat Ify sedang ada dilapangan basket,ia bergedik ngeri melihat penampilan Ify sekarang,sangat berantakan waktu sivia nanya kenapa dia bisa jadi begitu dengan entengnya Ify jawab “loh? Ngapain aku rapih? Toh sekarang kan aku gapunya alasan untuk aku rapih.” Ckck dasar!
“fy,tadi dicariin Gabriel tuh.”
“ada keperluan apa emang?”
Sivia mengangkat bahunya,pura-pura gatau maksud dari Gabriel “mana aku tau,yang penting katanya dia mau kamu siap-siap jam 5 dia jemput dirumah kamu,pake pakaian olah raga katanya,”
Ify menyiritkan satu alisnya “kamu gak bercanda kan?”
Sivia melencos “ngapain aku bercanda Alyssa Saufika Umariii”
*
Ify melihat cermin riasnya untuk yang ketiga kalinya, “kira-kira Gabriel ngapain yah ngajak aku pergi gini,pake baju olah raga lagi,”gumamnya sendiri
Drrrttt….drrrttttt.. getar hape nya membuyarkan lamunan Ify,ia memencet tombol open dan membaca pesan singkat itu
From : Gabriel
Fy,dmn?? Aku udh di dpn rmah kamu nih,keluar yah 
Langsung Ify turun dan menemui Gabriel
“udah siap?”Tanya Gabriel
Ify menyiritkan sebelah alisnya pertanda bingung “haha,udah gausah bingung,naik gih!”perintah Gabriel lagi,dan motor itu meluncur jauh meninggalkan rumah Ify
Mereka sampai di GOR Idola,yang biasa dipakai Siswa-siswi SMA Idola bermain basket
Ify yang bingung akhirnya membuka pertanyaan “kok kita ke sini sih?”
Gabriel hanya terkekeh kecil mendengar pertanyaan gadis tirus yang disampingnya kini “aku kan nyuruh kamu ke sini pake pakaian olah raga,ya jelas lah kita mau olah raga,masa mau masak,lagian kan aku masih ada utang ngajarin kamu main basket!”
Mendadak raut muka Ify tak bersemangat saat Gabriel bilang akan mengajarinya main basket “kamu kenapa fy? Kok mendadak lesu gitu?” Tanya Gabriel “aku salah ya ngajak kamu ke sini?”Tanya nya lagi,aku langsung menatapnya,terlihat ada raut tak enak disana “gapapa kok,gak ada yang salah,hanya aku yang belum bisa nerima kenyataan kalau Rio udah gak bersama aku lagi,”jelas Ify,dengan senyuman yang dipaksakan.
“Aku janji fy sama kamu,akan bimbing kamu untuk menyukai basket,kali ini bukan karena Rio yang menjadi alasannya,melainkan karena aku,” Ungkap Gabriel. Aku hanya tersenyum simpul mendengar kesaksiannya yang tulus itu
“udah yuk,drama nya di lanjutin nanti aja,sekarang tangkap nih,aku mau ngajarin kamu lay-up!”ujar Gabriel sambil melempar bola basket yang sedari tadi bertengger di tangannya,refleks Ify langsung menangkap bola itu dan mengikuti gerakan demi gerakan yang Gabriel lakukan,Ify menikmati moment ini. Sangat. Dan perlahan melupakan Rio yang dari tadi diam di hatinya untuk sesaat.
“hhhh….capek yahhh huhhh!”protes Ify saat mereka memutuskan untuk ber-istirahat di pinggir lapangan basket tersebut
“yah payah kamu! Masa baru segitu aja udah capek,”ejek Gabriel,Ify tidak mengubris pernyataan Gabriel barusan ia hanya memandang tajam ke arah Gabriel dan mencoba menormalkan kembali nafasnya yang sudah ngos-ngosan itu.
“Aku dengar dari anak-anak kamu jago main piano ya?”Tanya Gabriel membuka pertanyaan
“ah biasa aja kok,cuman Hobi doang sama kayak kamu di basket,”jelas Ify
Gabriel menatap Ify sesaat lalu berkata “aku mau dong di ajarin main piano,kayaknya seru tuh!”
Ify menatap Gabriel dengan tatapan tak percaya “kamu serius?”
***
Aku pun tak ingin bila
Kau pergi tinggalkan aku
Masih kah ada hasrat mu
Tuk mencintai ku lagi?
*
Siang ini Ify sendirian di taman,dia masih menangisi hubungannya dengan Rio yang kandas di tengah jalan begitu saja,jujur ia masih sangat amat sangat banget-bangetan sayang sama Rio tapi ia juga tak menampik bahwa hatinya sakit,sakit sekali sewaktu Rio membuangnya begitu saja,Ify menghembuskan napasnya ke atas hingga poninya bermain-main dengan luwesnya,ia membuang muka ke arah selatan,terlihat jelas kemesraan yang di ciptakan sepasang sejoli itu Rio dan Dea, dada Ify merasakan perasaan yang tak bisa ia ungkapkan sakit,sedih,marah,kecewa. “seharusnya aku yang berada di samping kamu sekarang yo,bukan dia.” Ify menahan air matanya agar tidak tumpah
**
Malam ini langit terlihat begitu hitam,mengambarkan suasana hati remaja Pria yang sedari tadi duduk di atas kasurnya,hatinya Hitam,sampai-sampai dirinya sendiri tak bisa membaca hatinya tersebut.
“seharusnya sekarang gue lagi teleponan sama Ify.”ucapnya lirih,Rio ternyata bukan tanpa alasan meninggalkan Ify begitu saja,hatinya juga sakit melihat gadis itu bersama pria lain,hatinya sakit ketika harus melihat mata gadis itu mengeluarkan air mata karena dirinya,hatinya sakit ketika mulutnya memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Ify,tapi semua ini karena Rio harus berutang budi dengan kedua orang tuanya,bukan orang tua kandung,melainkan orang tua tirinya,Rio adalah anak angkat dari keluarga Haling,orang tua Rio membuang Rio dipanti Asuhan sejak masih bayi,sekarang orang tua nya sedang mengalami kebangkrutan akibat penipuan yang terjadi di perusahaan mereka,disisi lain teman dari papa nya Rio bersedia memberikan bantuan tetapi dengan satu syarat Rio harus menikah dengan anaknya beliau,yang bernama Dea. Awalnya Rio menolak dan bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarganya dengan modal streetball tetapi gak lama ini papanya Rio terkena serangan jantung dan membutuhkan biaya yang sangat besar,mama nya Rio memohon dengan sangat kepada Rio untuk menerima perjodohan itu,dan pada akhirnya hati Rio luluh juga.
“aku mencintai kamu fy,sangat.” Gumam lelaki ini,terlihat dari raut mukanya yang sudah lelah,kemudian ia tertidur dalam posisi memegang bingkai foto,yang didalamnya ada foto ia bersama Ify di sedang bermain pasir di sebuah pantai,ia masih ingat akan foto itu,foto yang diambil 1 tahun lalu,tepat pada Anniversary mereka yang ke- 1 bulan.
*
Mata Ify melotot sejadi-jadinya ketika membaca pengumuman di Mading.
Hai kawan-kawan ku tercintahhhh!!!!!!!!
Sebentar lagi kan Valentine nehhhh,tau Valentine kan? Itu loh hari kasih sayang,
Jadi OSIS SMA Idola akan membuat sesuatu yang baru di Tahun ini
Dan menciptakan revolusi di sekolah kita *ea bahasanya*
Kita akan ngadain Prom nite nih dan akan memilih King and Queen sekolah kita
Tema : Negeri Dongeng
Jadi jangan sampai ketinggalan ya! setiap siswa harus bersama pasangannya!!!!
Gapunya pacar? Sewa aja di tolo loak,10rb dapet 3 hehehehe… :D
HARUS DATENG! GA DATENG? BERURUSAN SAMA OSIS! RAAAWWHHH
Sincerely,
OSIS
Ify mendengus kesal,prom nite? Harus jalan sama siapa? Pacar aja gapunya! Huh. Batinnya
Ify merasakan darahnya berdesir,jantungnya memompa darah 3 kali lebih cepat ketika tiba-tiba Rio dan Dea sudah berada disampingnya untuk melihat pengumuman itu,Ify tak sengaja melihat Rio sedang memerhatikannya dengan intens. Dengan cepat Ify menundukan kepalanya dan masih berpura-pura baca mading tersebut,cewek ini tak mau langsung pergi menghindari Rio,ia masih ingin berlama-lama disampingnya walaupun jarak mereka bisa dikatakan cukup jauh,tetapi Ify diam-diam tersenyum di dalam hati ‘hanya dengan ini aku bisa mengobati Rindu aku sama kamu yo,’ gumamnya dalam hati.
“wahhh! Ada prom nite loh yo!! Dateng yuk,aku sama kamu!”ucap Dea semangat
“ah males,kamu aja gih,”jawab Rio cuek,Ify tersenyum mendengar perkataan Rio barusan.
“kamu gimana sih? Gak bisa baca ya? HARUS BAWA PASANGANNN! Dan kamu itu kan pacar aku!”Teriak Dea,yang bisa bikin siapa saja langsung menolah ke arahnya.
Tes.
Air mata yang sedari tadi ia tahan akhirnya jatuh juga,tiba-tiba ada tangan yang menarik ia pergi menjauhi Rio. Rio yang melihat Ify ditarik oleh pria lain langsung terbakar cemburu,ketika ia ingin mengejar Ify tiba-tiba tangannya langsung dikunci oleh tangan Dea,ia tak bisa berbuat apa-apa,hanya memandangi cewek yang ia cintai di rebut oleh pria lain,dan pria itu adalah Gabriel.
*
“aku gakmau kamu nangis kayak gitu lagi fy,honestly aku marah sama diri aku sendiri kalau ngeliat kamu sedih,”ucap Gabriel yang akhirnya angkat bicara
“buat apa kamu marah? Toh aku kan memang bukan siapa-siapa kamu,”
Gabriel tersenyum mendengar pernyataan Ify barusan “aku kan partner basket kamu fy,jadi aku gakmau ngeliat murid ku nangis-nangis dan merusak konsentrasinya dalam bermain basket!” Ify hanya terkekeh mendengar pernyataan Gabriel barusan.
“kamu mau kan dateng ke acara prom nite itu engg.. sama aku?” Gabriel bertanya dengan hati-hati,Ify melihat wajah Gabriel,ada ketulusan disana,tanpa ragu ia menanggukan kepalanya.
**
Ify memandangi pantulan yang ada di cermin sekali lagi,huft not bad! Pikirnya,malam ini ia akan datang ke acara prom nite bersama Gabriel,ia memakai gaun putih yang menyulapnya dia memandang puas hasil karya mamanya tersebut yang telah berubahnya seakan-akan menjadi belle di princess beauty and the beast *bener gak?* lalu ia mengambil tas kecil dan melangkah turun ke lantai bawah,Gabriel yang dari tadi sedang mengobrol kepada orang tua Ify bengong sejadi-jadinya melihat sahabatnya itu bak putri kerajaan di negeri dongeng,Ify juga bengong ketika melihat Gabriel memakai Jas. Ganteng banget! Pikirnya
**
Mobil Jazz putih itu dengan selamat mendarat ke area parker Aula Idola,Ify turun dari mobil tersebut dan disambut dengan uluran tangan Gabriel,mereka berdua tampak terlihat mesra
“suit….suitt… mesra amat buuuu! Hahahhahah,”Goda Sivia saat Gabriel dan Ify telah berada di depan mereka
“ciyeee,udah jadi nih buuu?!”balas Ify tak kalah sengit ketika melihat Alvin memegang tangan Sivia,mendadak Alvin melepaskan genggamannya dari tangan Sivia,dan terlihat sekali rona muka Sivia yang memerah mendengar ucapan sahabatnya barusan.
“Ifyyyyyyyyyyy!!!”teriak Sivia,Ify langsung pergi meninggalkan mereka termaksud Gabriel,ia memilih untuk pergi ke taman deket sekolah,ia lebih memilih menghindari keramaian.
*
Sudah hampir setengah jam Ify hanya merenung di bangku taman sekolahnya itu,dia memutar kembali memorinya tentang Rio,seseorang yang pernah mengisi hidupnya dan hatinya
“aku kangen kamu RIO!!!”teriak Ify tak kuasa menahan rasa sesak yang senantiasa mendampinginya setelah berpisah dengan Rio,dia bingung dengan perasaannya sendiri,ia tak bisa menerima Gabriel di hatinya,ia tak bisa mencintai Gabriel,mungkin Rio telah meracuni akal sehatnya dan membuat gadia itu mati rasa terhadap semua cowok
“aku juga kangen kamu Ify!”ujar pria bersuara nge-bass dan langsung menarik Ify ke pelukannnya
Ify masih melongo melihat itu,dia mencium parfum yang di kenakan cowok itu,wangi parfum nya khas sekali di hidung Ify kemudian ia bergumam “Riooo..”
“aku kangen sama kamu Ify..”ucap Rio sekali lagi,Ify masih diam.
“aku mau kamu kembali sama aku lagi,aku baru sadar,jauh dari kamu,melihat kamu bersama pria lain bisa membuat aku gila!”erangnya.
Ify menatap cowok itu secara intens lalu berkata “aku memang mencintai kamu,aku emang merindukan kamu,tapi untuk kembali ke pelukan kamu? Maaf yo,aku ga bisa,”
“tapi fyy…”
“setelah kamu menghilang begitu saja dalam kehidupan aku?” Ify menghela napasnya sebentar lalu berkata lagi “kemana kamu sewaktu aku sedih Mario? Dimana waktu aku sakit Mario? Dimana hati kamu? Sadar kah kamu? Waktu aku harus menahan air mata ini ketika kamu bersama Dea?”
“Kamu harus dengerin aku fy!”
“apa yang aku harus denger?”
“aku sama Dea itu di jodohin,papa aku bangkrut,hanya papanya Dea saja yang bisa nyelamatin perusahaan papa aku,kamu tau kan? Aku ini anak angkat jadi aku gak enak hati ngeliat keluarga aku menderita,awalnya aku menolak,makanya aku kerja keras untuk menghidupi keluarga aku dan lumayan juga hasil dari streetball bisa menghidupi keluarga aku,tetapi 1 minggu lalu papa aku kena serangan jantung,aku gak tau harus berbuat apa lagi Ify,makanya aku terima perjodohan itu,” Jelas Rio,Ify tak sanggup menahan air matanya,bukan air mata kesedihan tetapi air mata terharu,ia tak menyangka bahwa Rio mempunyai niat semulia itu
“maafin aku Ify….”ucanya lirih
“aku gak perlu maaf kamu yo,aku hanya perlu pembuktian kamu.” Ucap Ify,Rio menatap gadis itu tak percaya lalu langsung memeluk gadis itu sangat erat. Seakan-akan ia tak mau kehilangan gadis itu,kemudian ia berkata “aku mencintai kamu Alyssa Saufika Umari,sangat!”
“aku juga Mario Stevano Aditya Haling! Tapi Dea gimana?”Tanya Ify melepaskan pelukan Rio
“Ciyee,Ifyy Riooo! Aahhaha,tenang aja Fy,Sivia udah nyeritain semuanya kok ke gue,gue juga sebenernya menolak perjodohan ini,soalnya gue udah punya seseorang yang lebih dari pada Rio di hati gue,”
“siapa De?”
“nih prince charming di samping gue,”ucapnya seraya menyenggol pria yang disampingnya
“Gabriel?”Tanya Ify,yang di Tanya malah nyengir kuda. Ify menghela napasnya,beruntung dia belum sempat jatuh kepelukan Gabriel. Dan sekarang Ify sadar,walaupun hatinya Lelah tetapi jauh di lubuk hatinya tersimpan semangat yang sangat rindu ia dambakan,semangat yang ia tak bisa dapat oleh orang lain. Selain Rio.
-TAMAT-

Pesan

Nama

Email *

Pesan *

Penulis kece

  • Dewi Lestari
  • Esti Kinasih
  • Ilana Tan
  • Stephanie Zen
  • Windry Ramadhina

Blog Archive

YOU

Followers

Black Moustache

Pages

Blogger Templates