SPECIAL ABOUT US - CHAPTER II (BERKENALAN DENGAN MU)

nih gue bawa kelanjutan cerbung versi IC yang gue buat real 100% hasil karya gue.
baca chapter sebelumnya di SPECIAL ABOUT US - CHAPTER I (SMA IDOLA) semoga suka dan promosiin cerbung ini yaa...
***

“Hai Fy!”sapa mereka balik.
Ify memperhatikan satu-satu wajah mereka,ada Shilla,sivia,Alvin,cakka,Agni…..hei,dimana Rio?
Sivia yang memperhatikan raut muka Ify pun mengerti bahwa Ify sedang mencari sosok Mario.
“Rio lagi main basket Fy.”ucapnya.
“loh? Dia bisa main basket?”Tanya Ify tanpa memerhatikan tatapan curiga dari sekitarnya
“kapten Fy.”kali ini Gabriel angkat bicara.
“ah gapenting,eh disini ada ekskul music?”
“adanya band Fy.”
“ahh,mauu…. Udh ada yang megang keyboard? Gue mau dong.”rengek Ify.
“kita cuman kekurangan vokalis.”
Ify diam,ia berpikir sejenak,menurutnya suara yang ia miliki gak jelek-jelek amat, “yaudah,gue mau jadi vokalisnya!”
“gaboleh!”sela Gabriel tiba-tiba. Semua beralih menatap muka amarah Gabriel
“kenapa sih? Pelit banget!”dumel Ify
Gabriel melengos,sejenak ia sadar gadis ini tidak bisa dilarang,dan dengan berat hati pun Gabriel membolehkan Ify bergabung di bandnya “yaudah terserah lo aja deh.”
Ify hanya terseyum mendengar jawaban Gabriel,tanpa ia sadari ia langsung memeluk Gabriel “nahhh,gitu dong,makasih yaa!!”ucapnya girang sambil merengkuh tubuh pria jangkung itu.
Tanpa mereka sadari sepasang mata memperhatikan tingkah mereka,tatapan yang memiliki arti…cemburu.
“gue ke toilet dulu ya!”ucap Shilla tiba-tiba,belum mereka menjawab SHilla telah berlari meninggalkan mereka.
“shilla kenapa lagi tuh?”Tanya Alvin tiba-tiba.
“ah,palingan cemburu sama Ify,”
Ify menoleh,sadar dirinya sedang di bicarakan.
“gue? Kok…?”Tanya Ify bingung,sejenak ia melihat Gabriel,berusaha meminta penjelasan,tapi Gabriel hanya mengangkat bahu menandakan ia tak tau menahu.
“udah ah,dia emang biasa kayak gitu.”jelas Agni tiba-tiba.
Hati Ify melengos,ia memang baru mengenal sahabat-sahabat Gabriel,tapi rasanya ia sangat nyaman di dekat mereka semua.
*
Gabriel mendapat Info bahwa Shilla sakit setelah pulang dari sekolah,setelah mengantarkan Ify ia menyempatkan dirinya untuk menjenguk Shilla
@Shilla’s home
Ia melihat shilla sedang membelakangi tubuhnya di tempat tidur sambil menangis
“shil,sampe kapan kamu kayak gini terus?”
“sampe kapan kamu gak ngertiin aku?”
“sampe kapan kamu over sama perasaan kamu?”
Pertanyaan Gabriel yang sangat berubi-tubi membuat Shilla semakin memperkencang tangisannya,dengan sekuat tenaga ia memalingkan wajahnya menghadap Gabriel.
“sampe kapan kamu gabisa nerima aku yel!!!!”teriaknya tak kuasa menahan amarahnya.
“aku sakit juga gara-gara kamu,aku agresif? Memang! Karena aku suka sama kamu,aku ga rela ngeliat kamu sama Ify!!”
“SEandainya gue bisa memilih,gue lebih ingin banget ga sama elo gab,gue gamau jatuh cinta sama elo,tapi hati gue gabisa ditebak.”
“maafin gue shil,gue masih belom siap buat nerima lo.”
“udah gue duga,percuma juga lo dateng ke sini,mending lo pulang,urus pacar lo itu,gue mau istirahat.”ucap Shilla sambil menarik selimutnya untuk menutupi wajahnya lagi. Hati Gabriel melengos ia tak menyangka bahwa ia tak bisa mencintai gadis yang sedang ada didepannya kini.
*
Ify termangu didepan laptop yang sedari tadi ia nyalakan tanpa menyentuhnya sama sekali.
Apa yang harus dia lakukan?
Bosan?
Huft,pikirannya sedang kacau kemana-mana akibat kejadian tadi siang,apakah shilla membencinya?
@azizahsivia
Kalo mau minta maaf sama shilla,kerumahnya aja :p @Ifyalyssa
Mata Ify melebar ketika membaca tweet dari sivia,kerumahnya? Terus membiarkan gue bakalan di jambak-jambakain gitu? MENDING KALO CUMAN DI JAMBAK,KALO DI BUNUH? Er…. Pikirnya dalam hati.
Mendadak Ify tertegun,sebelumnya ia tak pernah merasakan hal ini,kemudian ia tersenyum “semua nya udah barubah.”
*
“Alviiiiiinnnnnnnn!! Gue butuh lo sekaaranggggg!!”teriak Sivia dari arah seberang.
“apaan sih vi,lo ngomong halo aja belom udah main teriak-teriak aja,gue lagi pacaran juga!”gerutu Alvin.
Sivia diam. “sorry deh,maaf kalo gue nelepon malem-malem gini,eh udah ya byee!”ucap Sivia cepat-cepat dan langsung mematikan handphonenya.
“maaf,gue masih gabisa buat ngelupain lo Alvin…”ucapnya lirih.
-FLASHBACK ON-
“kalo lo suka sama gue gimana vi?”Tanya Alvin tiba-tiba.
“gak akan vin.”
“ya kan kalo aja vi,hati siapa sih yang bisa nebak.”
“mungkin gue akan nangis kali ya bisa suka sama orang kayak lo.”
“terus?”
“terus gue akan pergi ngejauh dari elo.”
“ah gak seru.”
Sivia menyirit,”ga seru kenapa”
“gue kan maunya elo yang jadi pacar gue.”
“gausah bercanda deh vin!”
*
“gue jadian loh vi sama Zeva!”ucap Alvin saat mereka sedang makan di Shushi-Tei.
Jleb.
Sivia kaget, “hah?”Tanya nya ga percaya.
“haha,kaget kan lo?! Hahhaha.”
“lo serius vin?”
“ngapain gue bercanda?”
“terus yang kemarin itu….?”
“oh itu,hehe,gue cuman bercanda kok Vi,gausah dianggap serius.”
Seketika air mata Sivia sudah tidak bisa di bendung lagi,semuanya telah berakhir.
“lo nangis Vi?”
Secepat kilat Sivia melangkah kan kakinya keluar,dan segera mencari taksi. Ia menyesal. Ia menyesal mempercayai kata-kata Alvin kemarin seolah memberinya harapan! “mungkin gue akan nangis vin.” Tiba-tiba saja kata-kata yang kemarin ia lontarkan kembali terngiang di telinganya.
-flashback off-
Drrttt…drrrttt..
Bunyi getar handphone Sivia membuyarkan lamunannya.
“Alvin.”ucap Sivia singkat saat ia membaca siapa penelepon itu.
“ada ap---“
“VIAA!! LO TADI MAU CURHAT APA? Gue udah pulang nihhh!!!”teriak Alvin dari seberang.
“GAK JADI!”bentak Sivia sambil memencet tanda shutdown dihape nya dengan kasar.
**
“cari apa sih Fy?”Tanya Gabriel saat ia melihat Ify sedang celingukan seakan-akan sedang mencari sesuatu
“Ngg… shilla! Lo liat dia? Gue mau minta maaf.”
Gabriel tersenyum, “buat apa?”
“ih elo,kan gue udah nyakitin perasaan dia,gue takut dia marah sama gue tau!”
“dia  gak akan marah kok.”
Ify mencelos “lo gak ngerti perasaan cewe sih,cewe itu sakit banget kalo lagi patah hati,”
“sok tau banget sih,emang Shilla lagi patah hati apa?”
“iyalah buktinya aja dia marah pas gue meluk lo,dia suka kan sama lo?”
Gabriel diam, “tau dari mana lo?”
“banyak kok yang  bilang.”
“oh,lo mau tau kenapa gue gak bisa nerima dia?”tawar Gabriel. Ify yang mendengar penawaran itu langsung memasang muka antusias “kenapa?”
“ntar juga lo tau sendiri. Yang pasti ini hubungannya sama Rio.”
“Rio? Kenapa harus cowok itu terus sih?”
Gabriel mengangkat bahu “tau deh.”
Ify mencelos ‘apa specialnya dia? Kenapa harus dia terus?’batinnya.
Tapi sebelum semuanya terjawab Gabriel telah menarik tangannya ke taman.
“lo beneran mau ketemu sama Shilla?”
Ify mengangguk.
“yakin? Gue takut kalo dia ngebentak lo penyaki….”
“stop! Maksud lo apa sih yel? Gue sekolah formal tuh biar gue agak sedikit lupa sama penyakit gue,kenapa sih lo gak biarin gue berbuat sesuka hati gue di sekolah ini? Lo pikir enak kayak gue? Hah!”bentak Ify lalu pergi meninggalkan Gabriel.
“siaalll!! Kenapa sih nih mulut ga pernah bisa di remmm!!”ucap Gabriel sambil mengutuki dirinya sendiri.
*
Pucuk di cinta ulan pun tiba,begitu lah kata pepatah yang menggambarkan suasana hati Ify sekarang,bagaimana tidak? Orang yang sedari tadi ia cari tiba-tiba saja lewat di hadapannya. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan refleks ia memanggil orang itu.
“shill!!!”teriak Ify,yang dipanggil malah pura-pura berlagak ga denger.
“Shillaaa!!”teriak Ify sekali lagi,mau gak mau shilla menghentikan langkanya.
“ada apa sih?”Tanya nya ketus.
Ify terkekeh,merasa usahanya berhasil “maafin aku yaa,aku gak tau kalo kamu suka sama iyel.”
“oh yaa? Emang apa peduli kamu?”
“kita kan temen! Wajar dong aku peduli.”
Shilla menyirit, “temen?”
“nggg..itu sih menurut kamu ajaa deh nganggep aku apa,musuh juga gapapa kok.”
Shilla terkekeh pelan, “aku bercanda,sebelum aku minta maaf aku udah maafin kamu kok,lagian kan emang seharusnya aku ga boleh marah hehe,”
Ify tersenyum,berusaha menahan air mata kebahagiaannya “aaa shillaaaaaa!! Makasih yaaa!!”
“sama-sama Ify,sini sini pelukkk!!”ucapnya sambil merentangkan tangannya menghadap Ify yang disambut semangat oleh gadis itu.
Seulas senyum terukir di bibir Ify.
*
“cakduuutt!!sini deh!”panggil gadis berkuncir kuda itu. Agni.
“apa sih noy?”
“nama gue agni,bukan noy!”
“agnoy maksud gue,lo aja manggil gue cakdut!”
“eh udah gakusah debat dulu,liat sini deh!”
Cakka mengikuti perintah Agni yang menyuruhnya melihat lokernya.
“gue rasa ini ada hubungannya sama elo deh.”
“lah!! Kok gue sih?!”
“SIAPA LAGI SIH YANG TAU ISI LOKER GUE SELAIN LO!”
“bawel lo,emangnya ada apa sih?”
Agni mencelos, “lo liat itu,”ucapnya sambil menunjuk ke satu arah.
“apa?!”Tanya cakka pura-pura gak tau,atau sebenernya emang gaktau?
“itu kenapa poster Robert pattinson gue tiba-tiba ngilang dan adanya foto lo sama pacar lo yang genit itu”geram Agni,cakka hanya terkekeh melihat kelakuan sahabat kecilnya itu, “OHAHAHHAHA,MAAP NI MAAPP HAHHAHA GUE GAK SENGAJAAAAA HAHAHHA!!”gelak tawanya semakin lama semakin mengeras,membuat Agni jadi keki sendiri,hih kalo bukan sekolahan 100% deh nyawa cakka bakalan habis dalam sekejap.
Sebenarnya ini bukan hanya pertama kali kekonyolan CaGni terjadi,apalagi masalah loker.
Biarpun sekolah ini udah termaksud sekolah elit,tapi tetep aja kalo masalah loker sekolah ini pelitnya bukan main,bayangin aja di kelas ada 36 anak,tapi di sediakan cuman 14 loker,ya mau gak mau deh ya anak-anak kelas itu harus berbagi 1 loker buat 2 orang,dan untuk kesekian kalinya CAGNI mendapatkan pembagian loker yang sama.
Kedua sahabat itu memang memiliki persamaan yang hampir disegala bidang,mulai dari  hobi,makanan,dll. Tetapi dari segala persamaan itu ada satu perbedaan yang membuat  Agni suka menelan ludah sendiri setiap kali melihatnya,bukan. Bukan karena Agni cewek dan Cakka cowok kalo itu sih udah urusannya sama yang di atas deh,perbedaan itu adalah Cinta.
Cakka yang terkenal playboy dan termaksud Most Wanted Boy ini susah deh untuk yang namanya gak pacaran untuk 1 hari aja,sifat playboynya itu tuh udah kayak tanda lahir,yang walaupun bisa di ilangin,tapi susaahhh dan butuh pengorbanan buat ngilanginnya. Sementara Agni yang termaksud Most Wanted Girl di sekolahnya itu adalah cewek yang belom pernah pacaran sama sekali. Sebenernya banyak banget sih yang nembak Agni tapi gak banyak juga yang makan hati waktu Agni tolak mentah-mentah syukur-syukur deh kalo nolaknya di sms/bbm,lah kalo nembak langsung dan di tolak? Widdiiihhh.. mau di taro dimana tuh muka? Alasan Agni waktu ditanya kenapa gak mau pacaran dulu sih klise tingkat dewa “gue belom nemu yang pas.” Dikira barang tuh cowo asal pas-pas aja?! Tapi jauh di lubuk hati Agni adalah karena Cakka,dia sendiri suka ngutuk dirinya sendiri kenapa harus Cakka yang notabane nya seorang playboy? Kenapa gak Gabriel yang kalem atau Rio yang berprestasi?
“pokoknya besok gue gak mau lagi liat foto lo sama cewek baru lo itu di loker gue!”perintah Agni.
“loker lo? Loker kita kale.”
*
“Ify Ify!!”panggil Sivia saat ia melihat gadis berdagu tirus itu melenggang jalan di depannya.
“naon?”
“lo beneran mau ikut band?”
“mau dong,kenapa emang,keberatan yaa?”
“ih engga,berat badan gue cuman 48 kok ga berat-berat banget.”ucap Sivia polos.
Tuing.
Ify langsung memberikan sebuah toyoran kasih sayang ke Sivia, “maksud gue bukan kayak gitu dodol,ada yang gak suka emang kalo gue ikut band?”
“suka semua kok,tapi ini masalah duet.”
“duet? Loh emang vokalisnya bukan solo?”
Sivia menggeleng “lo bakalan duet sama Rio Fy.”
Ify melotot “HAAHHH!!!! Lo ga bercanda kan nih? Jantung gue masih berdetak kan? Ah gila lo,bisa jadi apa gue nanti kalo duet sama cowok sombong itu?”
“eh jangan keres-keres donggg!! Kuping gue masih digunain tau!”
“maap-maap,abis lo sendiri aneh sih,kenapa gak bilang sih kalo bakal duet? Gue kan takut duet sama dia.”
“takut kenapa lagi,dia aslinya baik kok,bukan kanibal kayak sumanto.”
“tapi dia jutek banget!”
“aslinya lembut loh,bakal klepek-klepek deh lo.”
“ih elo,kok malah ngomongnya keluar jalur gini sih?”
“eeheheh,oke serius,jadi gimana nih? Masih mau ikut CRAGSSA?”
“CRAGSSA? Apaan tuh?”
“nama band kita CAKKA,RIO,ALVIN,SHILLA,SIVIA,AGNI,ya kalo ntar lo masuk namanya paling CRAGSISA.”
Ify mengangguk pertanda mengerti
“lo mangut-mangut tanda ngerti atau setuju?”
“setuju deh setujuuu,tapi lo juga harus ngejamin nyawa gue bakalan aman sama dia.”
“itu sih tenang ajaa! Mr. pupbay udah jinak kok.”
“julukan buat siapa lagi tuh?”
“Rio. Hahahhahhaha.”
*
Siang itu Gabriel ngaret melaksanakan profesi barunya (re: sopir Ify) karena alasan ia ada rapat OSIS. Ify sih awalnya setia nunggu Gabriel,tetapi lama kelamaan ia bete juga gara-gara Gabriel lama nya banget-bangetan!!! Udah hampir 1 jam Ify nunggu tapi tanda-tanda Gabriel datang pun gak ada sama sekali! Akhirnya Ify gondok sendiri malah cuaca panas banget,pas ia mau minum eh ternyata air mineral yang ia bawa dari rumah habis gak bersisa,pas mau beli dia baru inget uangnya telah raib di pegang Gabriel,mau nelepon Gabriel hapenya gak aktif gara-gara gak mau menganggu rapat,mau curhat Sivia,Agni,Shilla udah pulang semua,lengkap deh penderitaan Ify ini!
“arrggghhhh…..”histerisnya sendiri,tiba-tiba ia tertawa pelan,aneh juga ya dia marah-marah kayak gini,sendirian lagi,untung aja gak ada yang ngeliat,coba kalo ada,hiihhh Ify yakin besok di majalah Idol Senior High School bakalan ada headline yang berjudul ‘ALYSSA SAUFIKA UMARI MURID BARU KELAS XI DISANGKA GILA KARENA MARAH-MARAH SENDIRI DITAMAN’
Gak tahan karena bete akhirnya Ify memutuskan untuk pergi ke GOR BASKET SMA IDOL International School,Ify penasaran banget sama mitos yang katanya di sekolah tempat Ify sedang mengenyam pendidikan ini itu adalah GOR Basket paling elit di Jakarta!
Sesampainya di GOR itu Ify langsung berdecak kagum,gila! GOR Itu emang keren banget,persis kayak standard NBA deh,bedanya ini lebih kecil,Ify memandangi seluruh ruangan itu secara intens dann….tiba-tiba pandangannya terhenti sama sosok pemuda yang sedang melemparkan  bola basket secara lay-up.
Berlari keciiiiiiiiillllllll…. Melayang sedikittt..dannn masuk!
Ify terpanah akibat aksi melayangnya waktu melakukan lay-up ,kayak terbang!
“Prok..prokkk…..proookkk..HEBAAATTTT!!!”teriak Ify kagum sambil bertepuk tangan,pelaku lay-up indah itu menoleh ketika Ify mengakhiri tepukan tangannya “ck..sejak kapan lo disitu?”Tanya pria itu,Rio.
“sejak lo terbang.”jawab Ify polos.
“hahhh?! Terbang kata lo?”
“lo Rio kan?”Tanya Ify tanpa memerdulikan pertanyaan Rio sebelumnya.
“baru aja 2 hari yang lalu lo kenalan sama gue,sekarang udah lupa aja sama muka gue.”
“sorry,abis lo jarang keliatan sih.”
Drrrttt…..drrttt..
Getar BB ify membuyarkan percakapan singkat mereka,Ify membaca tulisan di LCD BBnya itu ‘kambing calling’
“Iyeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeellllllllllllll kambiiiiiiiingggggggggggggg!! Lo dimanaa?”pekik Ify sebelum sempat mempersilahkan Gabriel mengucapkan ‘halo’
“bawel banget sih lo,gue aja belom sempet say hallo,eh lo udah nyamber-nyamber aja! Lo dimana sekarang?”dumel Gabriel di seberang sana.
“ngg……. Di GOR Basket.”
“APAA?!! Lo ngapain disana??”
“woles broo,ada Rio kok,gue tuh capek tauuu nungguin looo!”
“mana Rionya? Kasih handphone lo ke dia NOW!”
Ify menyodorkan BBnya ke arah Rio, “nih iyel mau ngomong sama lo.”
“Halo?”sapa Rio
“anter Ify yo,”jawab Gabriel to the point. Tanpa ba-bi-bu lagi.
“kok gue sih??!!”
“abis gue belom selesai rapat,lagian kan elo lagi sama Ify.”
“yahh.. tap…”
“gak ada tapi-tapiann!!”
Klik.
Gabriel memutuskan percakapan dua arah tersebut.
“arrgghhh…!!”
“kenapa?”Tanya Ify polos.
“yok pulang.”ucap Rio sambil mengambil tasnya dan berlari kecil meninggalkan GOR.
Ify mengejar langkah Rio yang baginya besar-besar itu(?) “ehhh,tungguu dongg,lo ngajak gue pulang bareng?”
“lo mau pulang atau engga sih?”
“tapi Gabriel gimana?”
“dia sendiri yang nyuruh gue nganterin lo.”
Ify mangut-mangut dan gak berani bertanya apa-apa lagi,setelah sampai di lapangan parkir Ify diam.
“kenapa lo?”Tanya Rio sinis.
“lo,nggg… naik motor?”
“iyalah,maksud lo?”ucap Rio sambil mengeluarkan cagivanya dari parkiran.
“maaf kalo gue terkesan manja atau gimana,tapi gue gak boleh naik motor.”
“takut lo?!”
Ify mengangguk.
“takut banget malah. Nyokap gue ngelarang gue naik motor dari gue kecil.”
“tenang aja,gue gak akan nyelakain lo kok,gue akan jagain lo,bahkan ngebiarin lo lecet sedikitpun gue gak akan pernah ngelakuin itu.”ucap Rio tanpa sadar
Ify tertegun sebentar,hah?! Serius nih cowo ngomong kayak gitu? Sadar gaksih? Jangan-jangan dia naksir lagi sama gue!! Batin Ify.
Rio langsung tancap gas ketika Ify telah duduk di belakangnya,refleks Ify langsung melingkarkan tangannya ke perut Rio.
*
“loh? Yel,ga bareng Ify?”Tanya Nova ketika selesai rapat OSIS.
Gabriel menggeleng, “gue kasian sama dia jadi gue suruh balik duluan sama Rio.”
“ooohh,btw berarti Ify naik motor yaa?”
“HAHHH?!!”
“kan hari ini Rio bawa motor biasanya juga gitu kan?”
Gabriel diam sejenak,tiba-tiba ia mengutuki dirinya sendiri karena sudah membiarkan Ify pulang dengan motor,ia tak bisa membayangkan kalo saja penyakit gila ngebutnya Rio kambuh,bisa-bisa cewek itu besok udah RIP.
“makasih ya Nov,bye!”ucapnya kepada Nova dan langsung menstater mobilnya,Nova yang melihat sikap overnya Gabriel hanya bisa geleng-geleng kepala.
**
“ma…makasih yaa untuk tumpangannya,walaupun lo bikin jantung gue hampir mau loncat dari tempatnya,”
“oke,sama-sama.”ucap Rio dan langsung bersiap-siap untuk pergi meninggalkan rumah mewah itu.
“eh tunggu….”cegah Ify.
“apa lagi?”Tanya nya datar
“kata Via gue duet sama elo lohh,di band kalian.”ucap Ify girang.
Rio menyirit kan dahinya bingung,Ify mencelos dalam hati.
“yaudah.”ucap Rio lebih datar lagi lalu pergi meninggalkan rumah Ify.
Setelah Rio dengan cagivanya itu pergi dan menjauh Ify menghentakkan kakinya kesal,dongkol,dia tak habis pikir kenapa bisa ada orang seperti Rio di dunia ini,datar,tenang,bahkan TERLALU TENAANG! Ify yakin 100% setelah melihat kelakuan Rio ini kayaknya mempunyai kelainan kejiwaan. Ify mengacak-acak rambutnya geram,bahkan manusia satu itu bisa membuat Ify kegeeran dan bisa juga membakar rasa geer di hati Ify dengan selang kurang lebih dari 1  jam,parah gaktuh?!
“arrggghhhhhhh…!”teriaknya sendiri.
“lo kenapa Fy?”Tanya seseorang tiba-tiba dan membuat nya menoleh,
“eh enggaaa,hehe.”cengir Ify ketika melihat Gabriel tengah memerhatikannya.
“lo gak gila kan? Ngacak-ngacak rambut sendiri.”ucap Gabriel sambil memegang kening Ify seraya memeriksa apakah gadis itu ada gangguan kejiwaan,Ify menggerutu kesal maksud Gabriel apa coba? Kalo mau tau Ify gila atau engga kan aturan mereka ke psikiater,bukan malah memegang keningnya seakan-akan gadis itu sakit demam!
“tuh! Ada cowok gila!”ucap Ify lalu berlari meninggalkan Gabriel.
“cowok gila? Ipyyy,maksud lo bukan gue kaaannnn?”teriak Gabriel sambil mengejar Ify ke dalam rumah berinterior Jepang tersebut.
“lo ga papa kan Fy? Ga lecet kan? Rio tadi ngebut gak?”Tanya Gabriel bertubi-tubi sambil mensejajarkan langkah nya dengan Ify.
“gue gapapa,gak ada yang lecet apa lagi luka,dan dia ngebut!”
“APAA?!”
“gausah lebay gitu deh,kan yang penting  gue selamet.”
 *
“lo gak jalan sama cewek lo kka?”Tanya Agni sambil mendribel basketnya tersebut,lau men-passingnya ke Cakka,Cakka yang belom siap menerima passing-an Agni kelakaban sendiri,tapi tetap saja dia bisa menerima passing-an tersebut, “gak ah,Aren lagi banyak tugas katanya,”ucapnya lalu mendribel bola basket itu lalu melemparkannya dari area three point shoot,masuk!
Agni dengan sigap mengambil basket itu “oh jadi namanya Aren,”
Cakka mengangguk mendengar tutur kata Agni, “iya,cantik lagi.”
Deg.
Agni diam sebentar, “gue juga cantik.”ucapnya sambil tetap mendribel bola basket itu,dan melakukan lay-up manis.
“iya,tapi cantik lo standard sih,dia tuh beneran kayak model banget deh.”
Agni yang geram langsung melempar bola basket itu ke arah Cakka.
BRUK.
Bola itu mengenai pelipis Cakka,yang menyebabkan pelipis indah itu berdarah.
“aww,ganas lo! Sakit nih!”dumel Cakka sambil memegang pelipisnya yang sudah banjir darah tersebut. Agni melongo berusaha gak peduli,tapi tetep aja matanya terus tertuju ke arah Cakka,biar gimana pun Agni benci sama Cakka,cakka itu adalah Sahabatnya engg…tepatnya cinta pertamanya.
“sorry kka,gue gak sengajaa….”ucap Agni sambil mengelus pipi Cakka.
“awww!!!!! Don’t touch it,sakit beneran nih.”rengek Cakka sambil menepis tangan Agni,sebenernya perbuatan Cakka menepis tangan Agni gak kejem-kejem amat sih,kejam-an juga pas Agni melempar bola basket itu dengan semangat 45 ke arah Cakka,sampe-sampe membuat Cakka terluka,berdarah pula!
“bawel lo ah,yaudah sini ikut ke rumah gue aja,biar gue obatin.”
*
“AWWWWWWWWWWWWWW,AGNOOOYY SAKIT BEGOOOO!!!!”Teriak Cakka sambil menahan perih di pelipisnya tersebut.
“sorry kka,sorry,gue ga sengaja,aduuhh sorry.”
“lo sebenernya bisa ngobatin luka gaksih?”
“elo yang pertama kka,”
Cakka melotot lebar mendengar perkataan Agni.
“gila,sakit jiwa lo,pantesan aja bukannya makin baik,malah makin perih.”
“hehe,ambil hikmahnya aja kka,akhirnya lo bisa diobatin sama bidadari kayak gue kan?”
“pale lo enak,perih gini!”ucap cakka sambil menoyor kepala Agni.
“Cakduutt,gausah pake toyor-menoyor deh!”ucap Agni sambil menoyor kepala Cakka balik.
“lo juga gausah ngebales!”ucap Cakka sambil menoyor kepala Agni lagi.
“udah berhenti bego!”ucap Agni sambil balik menoyor kepala Cakka lagi.
Dan akhirnya pun mereka main toyor-menoyor.-__-
“stooppp kka! Stoopp! Kalo kita kayak gini terus dalam 5 detik kemudian gue yakin otak gue udah bergeser sejauh 3cm!”ucap Agni sok diplomatis.
“lagian elo juga sih yang ngajak perang.”ucap Cakka memulai peperangan.
“elo yang nyulut api duluan!”ucap Agni gakmau kalah.
“elo yang nyedia-in korek duluan!”
“siapa suruh lo nyalain koreknya!”
Dan akhirnya adu bacot itu tak terhindarkan,sungguh mengenaskan……
**
Besoknya…
“minggir!”bentak Rio pada Ify yang membuat gadis itu melompat karena kagetnya.
“bisa selow kan?”Tanya Ify sinis.
“gimana gue mau selow,kalo lo nya aja budek!”
Ify melengos kesal,rasanya sekarang ia ingin sekali mengambil granat dan melemparkannya langsung ke arah muka cowok tengil yang sedang ada didepannya tersebut.
“iiihhh,lo itu yaaa!!”ucap Ify sambil mencak-mencak kesal.
Rio yang tidak memerdulikan perkataan Ify langsung meninggalkan Ify sendirian disana yang sudah seperti orang gila.
“sabar Fy,sabaaaaarrrrrrr!!!!”ucap Sivia menenangkan Ify.
“dia itu dari planet mana sih? Mars? Pluto?? Ato jangan-jangan dari black hole lagi! Kelakuan kok ga jelas banget kayak alien!”
“tapi gitu-gitu dia ganteng loh.”
“bodoamat! Mau ganteng kek,famous kek,jelek juga gue gak peduli tuh.”
BERSAMBUNG…

Pesan

Nama

Email *

Pesan *

Penulis kece

  • Dewi Lestari
  • Esti Kinasih
  • Ilana Tan
  • Stephanie Zen
  • Windry Ramadhina

Blog Archive

YOU

Followers

Black Moustache

Pages

Blogger Templates