After Past [sequel]

Sequel dari Half Liver:)
silahkan dibaca.
Enjoy It!



ku biarkan senyum ku

menari di udara
agar semua tahu
kematian tak mengakhiri
Cinta.....

-----------------------------------------------------------------------------------------------
Semilir angin berhembus dari arah barat ke timur, membuat siapa saja yang merasakanya akan bergidik,helai demi helai rambut gadis itu menari-nari mengikuti arah gerak angin yang semakin ganas,sembari berlutut Ify -gadis itu - menghadap pusara yang nampak terawat,dipeluknya nisan salib yang bertuliskan 'MARIO STEVANO ADITYA HALING' tersebut, tangisnya pecah lagi,memori lama terus terbuka dan sulit untuk dikunci, sudah 2 tahun..
tapi nampaknya melupakan 1 huruf dari semua kejadian masa lalu pun belum ia lakukan,hatinya masih untuk Rio,entah sampai kapanpun itu.

-----------------------------------------------------------------------------------------------
"udah ke makam Rio?"tanya Sivia sambil menyedot Jus Mangganya dengan nafsu yang berlebihan.
"HEI! not makan vi,but his house!"
"ya,rumah terakhirnya maksudku!"
Ify hanya tersenyum mendengar tutur kata yang di lontaran Sivia lalu ia langsung mengambil Ipod Rio alih-alih  ingin mendengarkan suara emas kekasihnya sedang berbicara itu ketika ia sudah memasang earphone ke telinga nya suara Rio mulai melantun merdu disana,Sivia menoleh ketika ia ingin membicarakan sesuatu kepada Ify tetapi ketika ia melingat Ipod dan earphone yang terpampang disana tiba-tiba...
"Vi! kembaliin! gaksopan!"bentak Ify ketika Sivia dengan bodohnya menarik Earphone dari telinga Ify tersebut. "Kamu gak boleh kayak gini terus, Fy! sampe kapan terus-terusan kayak orang hidup tapi nyawa kamu menghilang entah kemana? hati mu gak ada, Fy! mana janji kamu sama Rio?hati kamu  sekarang sekarat Fy dan sebentar lagi akan mati!"
Ify melongo mendengar pernyataan itu.
"maksud kamu?"
Sivia memutar bola matanya kesal, "aku gak akan maafin diri gue sendiri kalo lo kayak gini terus, LIFE MUST GO ON!" ketika Ify mendengar itu ia langsung menundukan kepala nya sambil membenarkan kata-kata Sivia ia mata yang ia tahan akhirnya mengalir deras di pipi gadis itu,Sivia benar dia gak boleh seperti orang bodoh,hidupnya masih panjang... Life must Go On!

--------------------------------------------------------------------------------------------
Seputih cinta ini ingin kulukiskan di dasar hatikuKesetiaan janjiku untuk pertahankan kasihku padamu

-----------------------------------------------------------------------------------------------
sambil menyerumput milkshake yang sedari tadi belum ia sentuh,gadis itu mengetuk-ngetukkan jemari nya ke meja bundar tersebut sambil sesekali memandangi jam tangannya. sudah jam 13.46 oke. baik! seharus nya klien barunya itu sudah datang dari 1 jam yang lalu,ia melangkahkan kakinya hendak keluar dari Kafe itu tiba-tiba dari belakang ada tangan kekar yang menghalangi langkahnya,ia terhenti. mematung beberapa saat,membalikkan tubuhnya. de javu.  "astaga..."lirihnya ketika mengetahui siapa gerangan yang menarik tangannya tersebut,pupil matanya mulai memanis,takut.Ia takut air matanya tumpah ditempat se-ramai ini.
"Rio?"
Pria itu terkejut ketika Ify menyebutkan nama yang sangat asing ditelinganya "Rio? Maaf,saya gabriel,anda Alyssa bukan? copywriter yang akan menangani masalah perusahaan saya?"
Lagi-lagi Ify melemas,menyadari dugaannya salah, pria ini hanya mirip. ya,mirip sangat mirip bahkan. hanya saja Pria ini memiliki warna kulit yang lebih cerah dibandingkan Rio - kekasihnya -
Ify menghela nafas,menguatkan dirinya agar tidak berlarut dalam kumpulan Rindu dan memori yang datang secara tiba-tiba, "Ya,saya orangnya pak,"
Pria itu terkekeh pelan,seakan-akan ia geli dengan ucapan Ify barusan "Jangan dipanggil 'pak' panggil saja Gabriel." Ify mengangguk mengerti "Baiklah Gabriel,saya harap kita akan menciptakan inovasi baru untuk produk anda,mari saya tunjukan."
Ify kembali ke tempat duduk semula dan membuka laptop serta berkas-berkas yang dipersiapkannya tadi, ia  juga menjelaskan secara detail pekerjaan dan maksud tujuan kerjasama ini,Gabriel - pria itu - mangut-mangut mengerti ketika Ify menjelaskan step by step pekerjaannya itu, "Wah,saya gak menyangka kamu kreatif juga!"
"Terima kasih," ucap Ify tersipu malu.
--------------------------------------------------------------------------------------------
 "Namanya Gabriel ya,Fy?"
Ify hanya mengangguk sambil memeluk erat guling stitch pemberian Rio, "Ya,begitulah,kaget banget pas liat mukanya , serasa ngalamin de ja vu bener-bener diluar dugaan banget, garis wajahnya,cara ngomong,berpakaian. benar-benar Aneh!"guman Ify lemas,ia sudah menceritakan pertemuan tak terduga nya  dengan Gabriel kepada Sivia,dan Sivia menganggapnya bukan hanya sekedar kebetulan belaka,ia yakin Gabriel dikirim Tuhan untuk mengembalikan sahabatnya itu.
"melihat dia kayak melihat bayangan Rio,Vi. kebetulan yang sangat menyakitkan,"lemas Ify dan langsung memalingkah wajahnya ke sebuah bingkai love , siluet Rio kembali menghantui pikirannya, sementara Sivia hanya bisa memerhatikan sahabat tercinta nya itu dengan prihatin "Ini gak kebetulan belaka Fy,mungkin saja Tuhan memang menginginkan ini terjadi,"hibur Sivia.
"tapi aku tak menginginkannya,lebih baik terus seperti semula."
Sivia memegang pundak sahabatnya itu dengan lembut, seakan-akan ada kekuatan disana, "semula apa, Fy? apa penting kata semula? yang penting kata akhir."
Ify merebahkan tubuhnya dikasur ber-seprai doraemon, memandang langit-langit kamarnya,"kalau saja bisa segampang itu aku pindah ke lain hati,mungkin sekarang aku sudah punya mantan pacar selain Rio,tapi sayangnya semua nya butuh proses yang sangat panjang,bayangan dia selalu ada, Vi. aku gak sanggup kalo harus pacaran tapi hati aku memikirkan dia terus, akan ada hati yang terluka nanti."lirihnya
--------------------------------------------------------------------------------------------
Ify menyipitkan matanya berusaha membaca tulisan yang ada di kaleng makanan siap saji tersebut lalu mengambilnya dan  meletakkannya di trolie  yang ada dibelakangnya persis.
BRUK!
terdengar suara hantaman keras,trolie Ify kini sudah berpindah tempat 4 meter dari posisi semula,terlihat seorang pria sedang memungut barang-barangnya yang jatuh berserakan.
"Maaf,saya gak sengaja."ucapnya lalu mendongakkan kepala nya menghadap sang korban - Ify - pria itu melotot tak percaya dengan apa yang dilihatnya "Ify?"
"Hai,senang bisa bertemu lagi, Gabriel!"
* * * 
Mobil putih memarkirkan dirinya di halaman rumah Ify dengan mulus "wah,makasih ya. saya jadi gak enak merepotkan kamu," Gabriel yang mendengar itu tersenyum manis kepada Ify " gak apa-apa,itu sudah menjadi tugas saya, maaf ya soal yang tadi."
"Ah,gak masalah,saya masuk dulu ya, nanti sms saja."
Ify melangkahkan kaki nya turun dari mobil tersebut dan masuk kerumahnya,jantung nya berdetak 10 kali lebih capet dari biasanya, perasaannya aneh disetiap dekat dengan pria yang baru 2 kali bertemu dengannya, apakah ini cinta?
--------------------------------------------------------------------------------------------
tak pernah ku sangka
aku aku berani mencintai lagi.


--------------------------------------------------------------------------------------------
semakin lama hubungan antara Ify dengan Gabriel memasuki titik terang, bahkan bisa dikatakan mereka sudah menjadi teman dekat sangat dekat.
Hingga pada hari ini Gabriel memutuskan untuk mengungkapkan semua perasaannya kepada Ify, oleh karena itu ia mengajak Ify untuk pergi bersama dengannya.
"kamu yakin nih mau ngajak saya ke sana? saya rasa itu terlalu merepotkan."ujar Ify tak enak hati setelah Gabriel mengatakan ingin mengajak Ify pergi ke kebun teh di Puncak.
Gabriel terkekeh kecil  sambil menarik sabuk pengaman dimobil itu "kamu emang ngeliat saya merasa terepotkan?"
Ify tersenyum kecil dan menggelengkan kepalanya.
*
Ify membuka matanya dari kain hitam yang mengikat kepala nya tersebut.
"Ya Tuhan!"pekiknya kagum saat melihat pemandangan didepannya
sebuah kebun teh yang entah bagaimana dihiasi oleh lampion warna warni disetiap daun-daunnya, lilin yang menyala,dan Gabriel yang kini ada didepannya sedang memegang Gitar hitam miliknya.
Jreng....
alunan petikan gitar Gabriel mulai terdengar disana, Ify hanya bisa berdiri terpaku saking terkagumnya oleh Gabriel.
"Berjuta rasa rasa yang tak mampu diungkapkan kata-kata
Dengan beribu cara-cara kau selalu membuat ku bahagiaKau adalah alasan dan jawaban atas semua pertanyaanYang benar-benar kuinginkan hanyalah kau untuk selalu di sini ada untukkuMaukah kau tuk menjadi pilihankuMenjadi yang terakhir dalam hidupkuMaukah kau tuk menjadi yang pertamaYang selalu ada di saat pagi ku membuka mata
Oh..Ijinkan aku memilikimu, mengasihimu, menjagamu, menyayangimu,memberi cintamemberi semua yang engkau inginkanselama aku mampu aku akan berusahamewujudkan semua impian dan harapantuk menjadi kenyataan
Maukah kau tuk menjadi pilihankuMenjadi yang terakhir dalam hidupkuMaukah kau tuk menjadi yang pertamaYang slalu ada di saat pagi ku membuka mata
Jadilah yang terakhirTuk jadi yang pertamaTuk jadi selamanya...
Maukah kau tuk menjadi pilihankuMenjadi yang terakhir dalam hidupkuMaukah kau tuk menjadi yang pertamaYang selalu ada di saat pagi ku
Maukah kau tuk menjadi pilihankuMenjadi yang terakhir dalam hidupkuMaukah kau tuk menjadi yang pertamaYang selalu ada di saat pagi ku membuka mataJadilah yang terakhirTuk jadi yang pertamaTuk jadi selamanyaa...."
Ify bertepuk tangan saking kagumnya dengan penampilan Gabriel ."Ify, saat cinta hinggap di benak ku, aku ingin melawannya, tapi sayang cinta itu terlalu kuat di hati ku ,Fy. aku tak dapat menghindar dari cinta itu,pada akhirnya aku bahagia memiliki perasaan ini,perasaan yang tak pernah ku kasih dengan wanita lain selain kamu, semua nya akan ku berikan untuk mu Ify. bahkan hidup ku akan ku taruhkan untuk mu, semuanya. Ify, would you be my girlfriend for first and the last?"Ucap Gabriel dan langsung mendapat anggukan dari Ify "cinta itu tak pernah salah, cinta itu abadi , aku memiliki cinta dan aku menikmati cinta itu tersendiri. mencintai mu sangat indah Gabriel, indah. kau lah jawaban atas semuah risau ku, jalan keluar ku dari semua problem ku. kau yang mengajak aku keluar dari masa lalu."ketika Gabriel mendengar jawaban yang diinginkannya di rengkuhnya tubuh Ify dan mencium keningnya, Kebun teh menjadi saksi kisah romantis mereka. dalam kejauhan Ify melihat siluet Rio tersenyum kepadanya seakan-akan turut bahagia atas kebahagiaannya selama ini. Ify menghela nafas lega karna 2 alasan, yang pertama Rio menyetujui hubungannya. dan yang kedua inilah awal dari perjalanan barunya yang akan dimulainya dari saat ini.

• • •  FINISHED! • • • 
Love,

@Sinta_Mutiara

Pesan

Nama

Email *

Pesan *

Penulis kece

  • Dewi Lestari
  • Esti Kinasih
  • Ilana Tan
  • Stephanie Zen
  • Windry Ramadhina

Blog Archive

YOU

Followers

Black Moustache

Pages

Blogger Templates