SPECIAL ABOUT US - CHAPTER IX (YOU MUST SMILE,RIO!)


Special About Us chapter IX


"semua,ternyata... rasa sayang gue ke lo..."
"kaka ke adik ya yel? haha."tawa paksa Shilla.
"gak,tepatnya cinta."lanjut Gabriel,seketika mereka berdua diam. mematung. dan hening....

“ci…cinta?”ungkap Shilla gugup meski tak bisa dibohongi hatinya sedang melompat-lompat saking senangnya, Gabriel mengangguk “shil,lo mau jadi pacar gue?”
Deg!
Shilla mengangguk,Gabriel yang melihat anggukan itu langsung memeluk Shilla dan mereka berdua berharap waktu akan berhenti pada saat itu,
**
Cinta itu indah,
Bila kau tau…
“Baby you like up my world like nobody else~~” Cakka terus menyanyikan salah satu lagu onedirection dengan pedenya.
“You don’t know oh oh you don’t know you’re beautifull!!”
Agni yang dari tadi terus komat-kamit ingin menyudahi semua lagu itu akhirnya kehabisan kesabaran “kalo lo masih nyanyi lagi, lo gue ceburinn!!!”ancamnya serius.
“YOU DON’T KNOW YOU’RE BEAUTIFULL!!”senandung Cakka yang hampir tipis dengan teriak itu,tanpa pikir panjang Agni langsung menyeret tangan Cakka dan menceburkannya ke dalam sungai yang ada didekat mereka kala itu alih-alih Caka saja yang tercebur ini malah Agni juga ikut tercebur karena Cakka terlalu kuat mencengkram tangannya tersebut,
“CAKKDUUUTTT SIALANNN LO YAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”teriak Agni seperti orang kesurupan sambil berusaha bangkit dari tempatnya tapi Cakka malah menarik tangannya lagi dan kembali tercebur, “Enak aja lo asal naik,lo gak boleh naik sebelum perang dimulai,seraaangg!!”ujar Cakka sambil mengambil menarik air dan..
BYUURR..
Air itu mengenai tubuh Agni,semua. Membuat gadis itu basah,Agni yang tak terima diperlakukan seperti itu akhirnya mengikuti permainan yang dibuat oleh sahabat dan cinta pertamanya tersebut,ia langsung membalas cipratan air dari Cakka “HAHAHHAHAHHAHAHA,ENAKKK KAN LOOO BASAH WKWKKWKWK!!”
“Agnooyy reseeee!!!!!”ucap Cakka dan langsung mendorong tubuh Agni yang mengakibatkan Agni terjatuh dan kakinya berdarah mengenai batu sungai “awww..”rintih Agni
“Noy,lo gapapa kannnn??”panic Cakka
“gapapa pala lo segitiga! Kaki gue sakit nih!”
“kepala gue bullet ni,bukan segitigaa!!”
“AWWWWWW!!”teriak Agni.
“Noy,ayoo naik,biar gue obatin,darah lo keluar banyak tuh.”
“sakit banget kka,gue gak bisa berdiri nihhh.”
“yahhh terus gimana doongggg??”Tanya Cakka sambil menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.
“gendoonggg.”ucap Agni polos sambil merentangkan tangannya.
“GILA LO! BADAN LO BERATTT!!”
“yaudah kalo gakmauuuu!! Terserah lo ajaa!”ngambek Agni,
“Noy,jangan ngambek apa.”
“lo kan yang bikin gue luka,tapi lo sendiri yang pergi ninggalin gue,terserah lo aja sono!”ucap Agni sambil menahan air matanya,entah karena luka nya yang sangat perih atau kata-katanya yang lebih tertuju kepada hatinya yang terluka juga,bahkan lebih parah.
“yaudah deh,sini lo gue gendongg.”
“nah gitu dongg.”ucap Agni semangat dan langsung melompat ke punggung Cakka.
“ebuseettt,berat badan lo berapa sihhh?”gerutu Cakka karena merasa keberatan saat Agni melompat me tubuhnya.
“49 kenapa?”
“dish,cewek sih berat badannya 49!”
“berisik lu ah! Udah jalaannn giihhh bruuummm!!”
“gue bukan mobil noy,lagian main jalan-jalan aja,lu kata lu enteng.”
“gak,gue berat,puas lo?!”
“biasa ajaaa.”
“yaudahh jalan Cakkaaaaa!!”
“mau banget?”
“Cakkduutttt reseee!!!”geram Agni sambil mencubit pinggang Cakka
“Agnoooyyy,bisa gak sih sehari lu gak ganas? Penampilan lo cewe banget tapi kenapa kelakuan masih kayak macan???”
“gue bukan macaannn!!”geram Agni lagi sambil menjambak rambut Cakka
“tuhkan,macan kan ,hahahhahaa!” Tawa Cakka menggelegar dan langsung membawa Agni yang dalam gendongannya itu berlari,seakan-akan ingin melawan angina kebahagiaan tercipta disana,mengobati luka yang selama ini bersarang dihati Agni,itulah Cakka selalu bisa mengembalikan tawa Agni yang hilang dengan segala caranya dan selalu memberikan rasa nyaman dihati Agni.
*
Sementara itu di kebun teh perang dingin masih terjadi di hubungan AlVia
“Vi, cepet banget sih jalannya!”dumel Alvin sambil mensejajarkan langkahnya dengan langkah Sivia yang berjalan didepannya.
“mau apa lo ngikutin gue mulu,hah!”
“kenapa emangnya? Ada undang-undangnya?”
“ada!”
“oh ya? apa?”
“apa kek! Yang pasti gue gaksuka lo ngikutin gue mulu,sono lo ke Zevana aja!”
“gausah bahas dia bisa gak sih?”
“gak bisa! Karena gara-gara dia persahabatan kita hancur!”
“bukan gara-gara dia, Vi persahabatan kita hancur,tapi gara-gara sifat keras kepala lo itu!”
“kenapa sih lo terus-terusan bela dia? Inget gak lo?! Dia udah mutusin lo!”
“gue belain yang bener,Vi.”
“jadi maksud lo gue selalu salah gitu?!”
“gue gak pernah bilang lo selalu salah,hanya saja lo terlalu naïf,egois,dan munafik! Sampe kapan sih lo kayak gini terus? Bersembunyi di balik sikap sok tegar lo?”
“lo bukan gue dan gak akan pernah ngerasain jadi gue,jadi jangan sok tau!”
Alvin menghela nafas berat,dia sudah tak tau bagaimana caranya menghadapi cewek yang didepannya kini, ia menarik tangan Sivia dan menggenggamnya, Sivia sekuat tenaga menghindar tapi sayang genggaman itu terlalu erat,sangat erat untuk dilepaskan seorang Sivia “lepasin!”geramnya sambil terus melepaskan tangannya dari cengkraman Alvin,tapi tetap saja Alvin adalah seorang yang tak mau begitu saja melepaskan Sivia sebelum semua masalahnya selesai “dengerin gue!”bentak Alvin yang membuat Sivia langsung kaget dan bergeming untuk tak melepaskan genggaman Alvin,diam,takut.
“gue bukan elo dan gak akan pernah ngerasain semua yang ada di hati lo,tapi… gue pengen lo ngebagi semua itu,ngebagi sesal tawa canda bahkan amarah yang ada di hati lo,biar gue bisa ngerasain juga gimana rasanya perih itu,gimana rasanya bahagia itu. Dan gue pengen ngebagi perasaan gue ke elo juga,biar kita bisa ngerasain sama-sama semua yang ada dibenak hati kita,lo dan gue.”
Sivia langsung kembali tersadar setelah seperkian detik Alvin telah menghipnotisnya dengan kata-kata yang entah jujur atau hanya kebohongan belaka “sorry, Vin. Gue belom bisa untuk ngebagi semua itu sama lo.”ucapnya dan langsung melepas genggaman tersebut dan meninggalkan Alvin untuk ke sekian kalinya sendiri.
“AARRGGHHH!!”teriak frustasi Alvin sambil menjambak rambutnya tersebut kuat-kuat
*
Ify berjalana sempoyongan ke hadapan Rio,wajahnya pucat akibat terlalu lama bermain air di bawah air terjun “udah selesai main air nya?”Tanya Rio ngeledek.
Ify hanya mengangguk lemas sambil menundukan kepalanya supaya Rio tak melihat wajahnya yang sudah seperti mayat tersebut.
“yaudah yuk kita ke Villa aja,”ajak Rio yang dibalas dengan anggukan dari kepala Ify
Disepanjang perjalanan Rio heran karena wanita yang hadapannya ini terus menundukan kepalanya,tak seperti Ify yang biasanya. “Fy,lo gak apa-apa kan? Tumben banget. Biasanya lo ngoceh mulu.”
Ify hanya diam tak membalas pertanyaan Rio,bukannya Ify malas bicara atau gimana ya,tapi dia hanya tidak mau membuang tenaganya yang sudah hampir habis tersebut.
“Yo..”lirih Ify lemas,Rio langsung memutar badannya 180% menghadap Ify yang…
BRUK!
Ify terjatuh,Rio langsung menangkap tubuh mungil tersebut dan menengadahkan kepala Ify agar bisa menghadap dirinya “lo kenapa, Fy?”Tanya nya panic,Ify hanya membalas pertanyaan Rio dengan senyuman getir “lemes banget Yo,dingin…..”
“Tahan, Fy tahan!!”ucap Rio panic dan langsung menggendong tubuh mungil tersebut lalu mengantarkannya ke Villa yang telah mereka sewa sebelumnya.
*
Gabriel terus mondar-mandir saking paniknya di hadapan temen-temennya tersebut,ketegangan terjadi diruangan itu,apa lagi sebabnya selain karena Ify yang jatuh pingsan.
“kenapa IFY bisa pingsan sih yoo!!!”bentaknya sambil terus mengumpat dalam hatinya
“dia yang minta 
untuk main air di air terjun, Yel.”
“APAAAA???!!!! Berapa lama dia main air?”
“sekitar 1 jam.”
“LO BILANG 1 JAM? TERUS KENAPA LO GAK LANGSUNG SURUH DIA BERHENTI! LO TAU GAK? 5 MENIT AJA BAGI IFY MAIN AIR ITU UDAH BAHAYA BANGET,APALAGI INI AIR DINGIN!”geram Gabriel sambil menarik kera baju Rio dan menghempaskan tubuh sahabatnya itu dengan kasar.
Gabriel menghadap Ify yang tengah berbaring di tempat itu dengan nanar, mukanya pucatseperti mayat,tapi masih memancarkan semangat hidup yang selalu Gabriel kagumi dari sosok Ify.
-FLASHBACK ON-
Dave terus memerhatikan Gabriel dengan tatapan memohon.
“kamu mau berjanji dengan papa?”Tanya nya dengan kepastian yang selalu Gabriel banggakan itu.
“ya,saya mau pa!”
“pokoknya kamu jangan biarkan Ify sampai luka ataupun lecet sedikitpun.”
Gabriel hanya mengangguk menatap Ayahnya itu.
“dan dia juga jangan sampai pingsan,apa lagi karena air. Itu terlalu berbahaya bagi kesehatannya.”
“iya pa,iyel ngerti.”
“maafkan papa nak,yang selalu menuntut kamu buat jagain Ify.”
“gak papa pa,iyel gak merasa di bebani kok,lagian Ify tuh udah iyel anggap kayak adik sendiri,dia terlalu rapuh pa. wajar kalo aku menjaganya.”
“bagus! Itu baru namanya anak kebanggan papa!”
-FLASH BACK OFF-
maafin gue  fy,gue gagal jagain lo’batin gabriel
“maaf banget yel,maaf!”sesal Rio,
BUK!
Sebuah tinjuan keras mendarat di pipi Rio.
“LO BILANG MAAF? APA DENGAN MAAF LO ITU IFY BISA SADAR?! HAH!”
Shilla yang melihat pertengkaran sengit itu hanya bisa menggeleng kepala, “udah lah Yel,toh ini kan bukan sepenuhnya kesalahan Rio,Ify cuman pingsan kok,bentar lagi juga sadar.”ucap Shilla yang akhirnya angkat bicara.
“KAMU BILANG CUMAN PINGSAN SHIL? CUMANNN? APA KAMU BISA JAMIN IFY CEPAT SADARR?!!!!”bentaknya tepat di depan wajah Shilla,Shilla langsung mematung tak menyangka Gabriel segitu paniknya karena Ify pingsan sampai-sampai ia tega membentak nya yang notabanenya sebagai pacarnya itu.
“Ify hanya pingsan, Yel! Kenapa kamu malah ngebentak aku?”
“kamu gak tau apa-apa Shil!! Jadi diem aja mendingan!”


BERSAMBUNG.................

Pesan

Nama

Email *

Pesan *

Penulis kece

  • Dewi Lestari
  • Esti Kinasih
  • Ilana Tan
  • Stephanie Zen
  • Windry Ramadhina

Blog Archive

YOU

Followers

Black Moustache

Pages

Blogger Templates