SPECIAL ABOUT US chapter V (PDKT DIMULAI bag. A)

Semoga kalian tidak bosen-bosen membaca semua goresan imajinasi saya.
baca dulu part sebelumnya supaya gak bingung --> SPECIAL ABOUT US - CHAPTER IV (CAKKA BROKEN LOVE!)


------------------------------


Sivia menatap pria itu dengan tampang sesinis yang dia miliki “sejak kapan nama lo berubah jadi DAUD?!”
Pria itu terkekeh pelan “sejak Ify dateng ke sekolah ini,ya gak Fy?”candanya sambil menyikut siku ify,Ify yang gatau apa-apa dan sebenarnya males nyari tahu garagara lebih suka tempe*oke,iniapa?* back to topic berusaha minta penjelasan kepada Sivia melalui isyarat mata yang ia berikan (re: kode!)
“bentar-bentar,Ify yang baik hati dan tidak sombong kayak taylor swift ini mau nanya,apa apa toh disini?”Tanya nya narsis.
“gausah pake narsis bisa kan Fy?”
Ify hanya mengangguk,dari pada panjang urusannya.
“ini loh Fy,pangeran kesiangan lo yang ngaku-ngaku namanya Daud ini actually he is not Daud,but…”
“RAY! Nama gue RAY!”ucap Ray cepat sambil memotong ucapan Sivia,Sivia hanya bisa mendengus kesal tak terima karena ucapannya dengan laknat dipotong oleh Ray nama pria itu yang sebenarnya,Sivia memandang raut muka Ify,sambil komat-kamit memanjatkan doa Sivia berharaapppp banget Ify langsung marah-marah nimpukin Ray pake mobil sekolah. Sayangnya itu gakmungkin terjadi,soalnya Ify kurus,dan alih-alih marah Ify malah…
“SERIUS NAMA LO RAY?! YAAMPUN KEREN BANGET NAMANYAAA!!!”ucap Ify girangnya melebihi anak autis yang abis dikasih maenan-_-
Mendengar pernyataan girang dari seorang Ify Sivia hanya bisa menepuk jidatnya,sementara Ray hanya melet-melet gak jelas kepada Sivia.

***
langit telah menunjukan sikap tak bersahabatnya,hitam,gelap. Angina sedang asik bercengkrama satu sama lain,gadis itu masih setia menunggu dan menunggu dihalte menunggu taksi yang siap untuk mengantarkannya kerumah
 “Shilla.”panggil Gabriel lembut tapi tegas. Shilla yang mendengar itu terkejut ia tak menyangka pangeran impiannya kini memanggilnya, “ya? ada apa?!”jawabnya kikuk.
“pulang bareng siapa?”
“sendiri,Ify mana yel? Kok gabareng? Tumben.”Tanya nya sambil pura-pura celingak-celinguk nyari sosok Ify.
“dia udah pulang duluan sama Sivia dan Agni. Bareng yuk,udah mau hujan tuh.”ajak Gabriel sambil menunjuk kearah awan yang berwarna hitam pekat itu.
“ak..akuu….”jawabnya kikuk.
“kenapa shill?”
“aku mau minta maaf atas perbuatan ku kemarin.”
Gabriel hanya tersenyum mendengar tutur kata Shilla “bahas itu nya nanti aja ya,naik dulu.”
Shilla menggeleng cepat “gak! Gak bisa,aku …”
“aku udh maafin kamu sebelum kamu minta maaf kok.”
Ketika Shilla mendengar itu ia langsung mendongakkan kepalanya “yang benerr?!”
“bohong deh,aku gabakal maafin kamu sampe kamu naik ke mobil aku!”tegasnya,Shilla mengangguk cepat dan langsung membuka hendle pintu mobil tersebut,lalu mobil tersebut melesat jauh.
*
Seandainya saja cinta dapat diungkapkan dengan perilaku
Akankah kau peka?
*
“yel/shil.”ucap mereka berbarengan.
“lo dulu,”saran Shilla.
“lady first.”tolak Gabriel secara halus.
“makasih buat penerimaan maaf lo.”ucap Shilla malu-malu,
“soal itu lo gakperlu minta maaf,itu emang udah seharusnya gue maafin lo.”
“lo sendiri mau ngomong apa emangnya?”
“gu…gue sayang sama lo Shil,tapii..”
“tapi apa yel?”potong Shilla cepat-cepat
“sayang gue sama lo cuman sebagai adik aja.”
Jleb!
Shilla yang sedari tadi diambang kemenangan kini langsung terhempas kasar begitu saja,sakit.
Air mata nya mati-matian ia tahan,ia menekan sebuah lagu dari ponselnya secara diam-diam lalu ketika sebuah lagu no air – glee berputar ia sengaja berakting seolah-olah ada yang menelepon dirinya.
“hallo ma? Apa?! Oke aku kesana ma!”ucap Shilla sambil berakting seolah-olah ibunda nya baru menelepon dirinya dan selanjutnya Shilla langsung berpura-pura memasang muka lesu,lemes,sedih,sampe melas.
Untungnya Gabriel adalah orang yang peka,ia menangkan gelagat aneh dari Shilla, “kenapa shil?”Tanya nya akhirnya.
“mama gue nyuruh gue cepet pulang,katanya ada yang penting.”bohongnya.
“loh? Yaudah gue cepetin yah mobilnya.”
“gak.. eh maksud gue gausah,gue buru-buru udah ya,nyampe sini aja,gue naik taksi aja.”
“beneran nih?”
Shilla hanya mengangguk,kemudian ia membuka handle pintu dan turun dari mobil tersebut. “makasih ya yel.”ucapnya sebelum dia turun.
“for?”
“anything.” Gabriel tersenyum mendengarnya “anything for you shil.”
Sekuat tenaga Shilla menahan air matanya ketika mendengar jawaban dari Gabriel,jawaban yang ia harapkan.
lo harus move on shil! Harus!’
Shilla turun kebetulan sekali langsung ada taksi kosong lewat dihadapannya dengan cepat ia menyetop taksi tersebut dan melangkah masuk,ia banting pintu taksi itu dan membuat supir bahkan Gabriel terkejut. “pelan-pelan neng,taksi ini bukan punya saya kalo sampe rusak wah bisa-bisa saya nanti yang disuruh ganti,”
“maaf pak saya cuman lagi panic aja.”ucap Shilla sambil memaingkan wajahnya menatap kaca,langit semakin hitam pekat sepekat hatinya saat ini,ia menenggelamkan mukanya dengan tangannya dan menangis didalam taksi itu, kenapa cinta harus sesakit ini?
**
Hujan turun mengguyur kota,embun mulai menampakan dirinya,aroma hujan mulai semakin tercium yang membuat siapa saja mampu terhipnotis untuk membaringkan tubuh mereka dibalik selimut hangat. Tapi aroma itu seakan-akan tidak tercium oleh Rio,pria itu sibuk mondar-mandir gelisah sambil memegang ponselnya.
“telfon enggak,telfon enggak AARRGGGHHH!!”Erangnya sambil menjambak rambutnya sendiri.
“telfon aja deh!”ucapnya lagi lalu memencet speaddial diponselnya tersebut.
“Haloo..”ucap suara dari ponsel Rio,dia mengerjap. Yap sambungan itu berhasil,samar-samar Rio menebak-nebak kalo suara itu adalah suara dari seseorang yang dia inginkan.
“Ify.”ini bukan pertanyaan melainkan pernyataan dari Rio,ya penjawab sambungan itu adalah Ify
“ya,kenapa ya? ini siapa?”ucap Ify lagi dari seberang sana.
“ini Rio hehe.”ucap Rio nyengir gak jelas.
“oh,ada apa yo?”Tanya Ify diplomatis,ketika Rio mendengar pertanyaan itu dia mematung seketika
‘iya ya,buat apa gue nelefon dia? Ngapain juga? Duh Yo! Jangan bilang lo mulai ada rasa sama dia! Deket aja kaga,duh gimana nih? Ahelaa,kok katy perry makin seksi aja dah!’batinnya yang mulai mengeluarkan beribu pertanyaan ngaco.
“hehe gapapa Fy,cuman iseng. Lo lagi ngapain?”
Jleb.
Pertanyaan dari dirinya sendiri itu sukses membuatnya mati kutu,pertanyaan yang benar-benar tak ia harapkan
“lagi dibalik selimut aja nih,lo sendiri lagi ngapain emangnya?”
“lagi mikirin kamu!”jawab Rio asal. 5 detik kemudian mereka saling diam,Ify yang bingung harus menjawab apa,sementara Rio yang sedang menjedot-jedotkan kepala nya ketembok karena tak menyangka mulutnya benar-benar menjadi harimau baginya,yang hanya ada dalam pikiriannya hanyalah semoga Ify tidak langsung mematikan sambungan itu karena Ilfiel mendengar kata-kata Rio barusan.
“hehe gue becanda Fy,gausah langsung diem gitu ngapa,seneng yah lo gue gombalin?”ngeles Rio semakin asal,kali ini Ify diam lagi,dan Rio bukan hanya menjedotkan kepala nya ketembok tapi juga menggigit seprai mobilnya dengan kalut.
“Yo…”lirih Ify.
“ya Fy? Ada apa? Lo kangen sama gue?”kalap Rio semakin menjadi-jadi.
“lo lagi sakit yah?”
“iya Fy,kok tau,gue lagi sakit malarindu sama lo nih.”
“oh pantess!!!”
Rio melotot, “ma..maksud lo?”
“coba deh lo liat dosis obat lo,Yo!”perintah Ify.
“BUAT APAA?!”
“kayaknya lo overdosis deh Yo,abis gak biasa-biasanya,kan lo biasanya cuek banget sama gue,kok sekarang bisa tiba-tiba nelfon gue? Kenapa Yo! Kenapa?! Lo jangan-jangan naksir lagi sama gue,aahhh Yo gue gakmau,gakmauuu!!” cerocos Ify panjang lebar.
“idih Fy! Gue cuman becandaaa!! Nih anak yak!”
“hehe,abis nya sih lo ngegombal mulu kan gue jadi malu.”
“biasa aja kali Fy! Entar malah gue lagi yang dimarahin Gabriel!”
“Loh!! Kok jadi Gabriel?”
“Gabriel pacar lo kan?”
“Hahaahaahahahahahahahahahahahaha!!”tawa Ify menggelegar.
“kok lo ketawa?”tanyaa Rio manyum,tapi sia-sia aja,secara Ify tidak akan melihat mulut monyong itu.
“Gabriel itu cuman sahabat kecil gue kok,gak lebih,kenapa lo cemburu?”
“dikit,eh maksud gue bukan gitu,aduh apaan sih gitu deh!”
“Yo,lo  punya kepribadian ganda ya?”
“gak ada kok Fy,emang kenapa?”
“Gue rasa lo ada tauu!”
“gak ada suer dah!”
“abis lo aneh sih Yo,disekolah aja cuek bebek sama gue,sering nge-bentak lagi,eh giliran di telfon ajaa.”
“hehe,gapapa dong Fy gue temanan sama lo!”
“gapapa kookk,gapapa bangett!”
“Fy,gue ngantuk nih hoammm! Udah dulu yaa,see you tomorrow!!”
“oke,see you bye!”
Klik.
 Sambungan itu terputus Rio menghela nafasnya,puas. Ya itulah yang dirasakannya,akhirnya ia bisa juga mengobati Rindunya dan mendapatkan jawaban : IFY masih single.
“Yeeess!!”teriaknya bangga,ia bertekad untuk mendekati gadis itu apapun resikonya,perjalanan cinta nya yang pernah gagal tak ia fikirkan lagi,kalo boleh jujur ia sudah tertarik melihat Ify sejak awal. Tapi sayang,pikirannya selalu membawanya kemasa lalunya yang kelam. Ia sudah beberapa kali ingin mendekati wanita untuk melawan masa lalu itu,namun selalu gagal. Ia bertekad kali ini akan berhasil,apapun rintangannya.



 • • • To be Countinue  • • •



Love,


Sinta

Pesan

Nama

Email *

Pesan *

Penulis kece

  • Dewi Lestari
  • Esti Kinasih
  • Ilana Tan
  • Stephanie Zen
  • Windry Ramadhina

Blog Archive

YOU

Followers

Black Moustache

Pages

Blogger Templates