SPECIAL ABOUT US - CHAPTER VI (PDKT dimulai. Bag. B)


“Yeeess!!”teriaknya bangga,ia bertekad untuk mendekati gadis itu apapun resikonya,perjalanan cinta nya yang pernah gagal tak ia fikirkan lagi,kalo boleh jujur ia sudah tertarik melihat Ify sejak awal. Tapi sayang,pikirannya selalu membawanya kemasa lalunya yang kelam. Ia sudah beberapa kali ingin mendekati wanita untuk melawan masa lalu itu,namun selalu gagal. Ia bertekad kali ini akan berhasil,apapun rintangannya

*

PDKT bag. B


***
Sekali lagi Sivia menghapus air matanya yang tumpah membasahi pipinya,kejadian tadi siang cukup menjadi jawaban atas penantiannya selama ini,jawaban yang tak ia ingin kan sama sekali,jawaban yang membuat hatinya hancur!
-flashback ON-
Sepulangnya mengatar Ify kerumah Sivia tak langsung pulang kerumah melainkan kerumah Alvin,niatnya sih cuman iseng sekaligus pengen merebut perhatian Alvin.
Jazz pink Sivia sudah diparkirkan ke halaman rumah Alvin,Siviaa melangkahkan kakinya dengan santai.
Clek.
Handle pintu itu berhasil ia buka.
“eh Non Sivia,cari den Alvin yaa?”Tanya Bi Sumi akrab yang secara tiba-tiba sudah ada didepan Sivia ,Sivia hanya tersenyum dan mengangguk “iya bi,ada kan dia?”
Bi Sumi mengangguk seraya menjawab pertanyaan Sivia “ada kok non,dikamarnya masuk aja.”
Sivia mengangguk mantap dan  melangkahkan kakinya ke lantai 2 tempat kamar Alvin berada,sambil menaiki tangga ia memperhatikan setiap lukisan yang berjejer dan menatapnya penuh kekaguman. Keluarga Alvin memang salah satu pencinta sekaligus kolektor Lukisan dari lukisan yang dijual dipinggirin jalan sampai Lukisan yang di pajang galeri bergengsi. “gila! Ini rumah atau galeri sih? Ckckkc.”kagum Sivia sambil menggeleng-gelengkan kepalanyapenuh kagum,lalu ia kembali melanjutkan langkahnya dan sudah sampai didepan kamar Alvin ia memegang handle pintu berukir jawa itu.
Perlahan tapi pasti ia buka,tiba-tiba ide kecil muncul di otak Sivia ia sedang merencanakan akan mengagetkan Alvin. Tetapi samar-samar Sivia mengintip kecil dan mendengar suara Alvin dari dalam kamarnya.
“Oh jadi ternyata lo deketin Ify hanya karna lo suka sama Sivia gitu?”
“…”
“waduh! Jangan gitu dong Ray cara nya kalo mau deketin Sivia mah lewat gue aja!”
“…”
“kenapa lo bilang? Jelas lah,gue tuh rada males sama Sivia tau!”
“…”
“iya,abis dia sering ganggu waktu gue pacaran sama Zeva sih hahahha,ya kalo lo mau deket sama Sivia sih gue pasti bantu lah,gimana sih!”
Jleb.
Sebuah boomerang nampaknya sedang berarah padanya,dan perlahan-lahan masuk kedalam tubuhnya merobek hatinya. Sakit.
“jadi gue penganggu ya,Vin?”Tanya Sivia pelan tetapi mampu membuat Alvin menoleh.
“Siv.. guee..”lirih Alvin tak enak hati,sambil memencet tanda shutdown dihapenya supaya sambungan telfon itu terputus dengan cepat.
“Vin… gue penganggu?”ucap Sivia sambil menahan air matanya
“maksud gue bukan gitu Siv.”
“haha,gue penganggu,eh Vin,tau gaksih lo kenapa gue jadi penganggu? Karena gue sayang sama lo,gue suka sama lo,gue bingung gimana lagi cara merebut perhatian lo! Tapi..”
“Vi!! Maksud gue bukan gituuu!!!”
“tapi gue bodoh Vin,gue bodoh!! Gue gak pernah ngerti gimana elo,gue egois,yang ada difikiran gue cuman gimana caranya lo mau perhatian sama gue!”
“SIVIA!”bentak Alvin tak tahan lagi.
“niat awal gue kesini lo tau gak Vin apa? Gue cuman mau ngeliat lo,ngeliat lo itu bagaikan ngeliat laut Vin,walaupun sesering apapun kita sudah melihat laut itu tetap aja kita ga pernah bosen karna laut selalu ngasih pesona nya ke kita. Tenang dan Damai. Itu lah pesona laut yang ada didalam diri lo Vin!”
“CUKUP VI! CUKUP!”bentak Alvin lagi,kali ini menyuruh Sivia untuk menghentikan semua ucapannya
“tapi ketika gue mendengar semua nya,maaf Vin gue udah nyusahin lo,ganggu hidup lo!”ucap Sivia lalu membalik kan badannya.
“sekali lagi Vin,gue bukan barang obral yang lo bisa kasih ke siapa pun,termaksud Ray.”ucap Sivia dengan keadaan memunggungi Alvin dan melangkah pergi ke halaman rumah Alvin lalu ke jazz pinknya dan pulang. Sementara Alvin hanya menjambaki rambutnya penuh sesal
-flashback Off-
“selama ini gue sabar nunggu lo Vin,gue sabarrr!! Tapi kenapa lo kayak gini? Lo jahaatt!!”tangisnya sambil setengah teriak.
“GUE HARUS MOVE ON!!!!”tekadnya kuat dan mengambil selimut angrybird warna merah itu lalu tertidur pulas disana.
**
Besoknya…
Waktu istirahat pertama sudah berlangsung selama 3 menit,seperti biasa dikantin CRAG dan SISA sudah menduduki bangku kerajaan masing-masing,tetapi ada yang beda pada hari ini semua nya tertunduk diam,kecuali RiFy dan CaGni yang hanya memandangi Shiel dan Alvia dengan heran.
“kalian kenapa sih,Yel? Shil? Vi? Vin?”Tanya Ify penasaran seraya mengabsen satu-satu dari mereka.
“Tanya aja sama dia!”ucap Shilla menunjuk Gabriel.
“yel?! Lo apain Shilla!! Astaga gaknyangkaa,kita masih SMA woy!”ucap Ify ngawur.
“bukan itu Fy,tapi…”
“HAI EVERY BADEH!”ucap yang tiba-tiba muncul di meja CRAG dan SISA,Sivia yang melihat Ray langsung mencari kesempatan untuk membuat Alvin menyesali kata-katanya kemarin.
“Hai Ray,tumben lo dateng,mau ngapain?nyariin gue ya?”Tanya genit Sivia,ify yang mendengar genitan Sivia itu tak terima “apaan sih lo Vi,Ray ini mau nyariin gue tau bukan Lo!”protes Ify
“Lo yang apaan Fy,jelas-jelas dia suka sama gue,bukan sama Lo! Ya gak Vin,Ray?”sewot Sivia sambil melirik sinis kearah Alvin.
“Apa-apaan sih Vi,kenapa tiba-tiba bawa-bawa nama gue coba?”ucap Alvin tak terima
“lo yang apaan! Kenapa lo obral gue ke sana sini,lo kira gue apaan!”gentian kali ini Sivia yang tak terima
“gue gak ada maksud buat ngobral lo kok,lo nya aja yang pengen banget di obral.”
“jaga omongan lo ya Vin!”
“gak salah? Adanya lo yang jaga omongan lo,gak tau malu ngajak berantem di tempat umum kayak gini.”sinis Alvin
“Vin!!”bentak Sivia.
“apa Vi? Emang iya kan? Bener kan apa yang gue bilang? Lo aja Vi yang gak pernah nyadar,bener kata lo,lo itu egois. Bahkan disaat gue mau minta maaf lo selalu nyulut api duluan!”
Plaakk!!
Sebuah tamparan melesat mulus di pipi Alvin yang sukses meninggalkan bekas tangan.
“Lo keterlaluan,Vin!”ucap Sivia dengan lagi-lagi menahan tangis dan berlari pergi meninggalkan kantin.
CRG dan SIA tak terkecuali Ray hanya bengong melihat pertengkaran dua sahabat mereka itu.
“Vin,gue harap lo menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.”Ucap Agni dengan nada bossy.
“gue pergi dulu.”

BERSAMBUNG.....

Pesan

Nama

Email *

Pesan *

Penulis kece

  • Dewi Lestari
  • Esti Kinasih
  • Ilana Tan
  • Stephanie Zen
  • Windry Ramadhina

Blog Archive

YOU

Followers

Black Moustache

Pages

Blogger Templates