SPECIAL ABOUT US - CHAPTER VII (First Love?)


Sebuah tamparan melesat mulus di pipi Alvin yang sukses meninggalkan bekas tangan.
“Lo keterlaluan,Vin!”ucap Sivia dengan lagi-lagi menahan tangis dan berlari pergi meninggalkan kantin.
CRG dan SIA tak terkecuali Ray hanya bengong melihat pertengkaran dua sahabat mereka itu.
“Vin,gue harap lo menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.”Ucap Agni dengan nada bossy.
“gue pergi dulu.” ucap Alvin lalu meninggalkan mereka yang masih bertanya-tanya apa yang sedang terjadi


***

FIRST LOVE??!!!

***


“Ray,lo adalah orang yang disangkut pautkan Sivia di pembicaraan Tadi,sebenernya ada apa sih?”Tanya Gabriel.
“iya ada apa?”sambung Shilla dan membuat Gabriel menoleh ke arahnya dua tatapan itu bertemu oada satu titik. Sedetik kemudian keduanya jadi salah tingkah sendiri.
“gue juga gatau apa yang terjadi sama dua manusia sipit itu,tapi kemarin gue ada curhat sih masalah gue suka sama Sivia ke Alvin dan Alvin bilang dia bakal bantuin gue soalnya Sivia itu sering gangguin dia buat pacaran sama Zeva. Gitu,selanjutnya gue gak tau apa-apa.”
“jadi bener lo suka sama Sivia?”selidik Ify,sebagai jawaban Ray mengangguk mantap.
“HUAAAA!!!!! RAYYY LO JAHAT BANGETTT!!!!! KIRAIN GUE LO SUKA SAMA GUEEE JAHAATTT!!”lebay Ify dihadapan Ray.
“Fy! Berisik banget sih!”sewot Rio sambil memegang kupingnya yang pengang barusan.
“eh sorry sorry heheheh.”cengir Ify.
“jadi gimana?”Tanya Cakka sok bijak.
“menurut gue sih ya,Alvin itu udah keterlaluan banget,ya dia aturan tau kalo Sivia orangnya tempra mental gitu,secara kan mereka temenan bukan baru dua bulan aja tapi dari lahir.”ucap Shilla mengasih tanggapan
“lebay deh,sok banget dari lahir.” Celetuk Ify.
Pletak.
“heh! Anak kecil diem aja deh lo kalo gatau apa-apa!”sewot Rio,Ify mendengus kesal ‘kemarin aja baek banget,sekarang muncul lagi sifat macannya,nih anak punya kepribadian 10 apa yak!’batin Ify.
“makanya,karna gue gatau apa-apa kasih tau dong asal-usul kalian,paling juga gue taunya cuman Gabriel doang.”
“oke nih gue ceritain,pada zaman dahulu kala…”ucap Rio yang niatnya ingin menceritakan tetapi malah dianggap mendongeng oleh Ify “Rio gendengg!! Gue minta lo nyeritain,tell me! Bukan nya dongeng,lo kata Alvin sama Sivia pangeran kodok dan putri tidur apa!”
“mirip sih haha.”tawa Rio tanpa dosa.
“ah lo berdua ngawur aja sih,sini-sini biar gue yang ceritain.”ucap Gabriel sok
“gimana-gimana?”Tanya Ify dan langsung mendekatkan tubuhnya dengan Gabriel dan membuat mata Rio dan Shilla melotot tak terima karena cemburu.
“Gabriel ganteng.”ucap Gabriel asal.
“ah elo semua mahh,gak ada yang bener.”sewot Ify.
“udah dong,demen amat sih godain Ify mending godain gue aja.”genit Agni
“sini ni,biar gue godain,”genit Cakka sambil mendekatkan tubuhnya pada Agni
“OGAH OGAH!! Paan sih lu kka! Jauh-jauh luu!”protes Agni
“CUKUP! Buset dah lu semua yak,tau tempat apaa!! Ini kantiinnn woyyy!”protes Rio.
“jadi Fy,Sivia itu sama Alvin emang sahabatan dari lahir,emak mereka berdua emang sahabat karib dari SMP,gitu.”serius Shilla.
“mereka jodoh!”celetuk Ify polos.
“kita semua sih emang berfikir kayak gitu,tapi sayangnya aja Alvin itu gak pernah peka sama Siva,yang ada diotaknya cuman Zeva Zeva dan Zevana!”lanjut Sivia.
“Zevana itu siapa sih? Pacar Alvin doang kan?”
“first Love nya Alvin Fy!”celetuk Rio
“serius lauuu?!”pekik Ify tak percaya
“biasa aja kek! Cinta pertama doang,”kali ini gantian Rio yang sewot.
“yeh wajar dong,Cinta pertama itu kan istimewa banget!”
“tapi cinta terakhir lebih istimewa Fy!”
“sayangnya gue kan belomm pernah rasain cinta pertama.”ucap Ify santai,Rio,Shilla,Agni,Cakka langsung melotot tak percaya,kecuali Gabriel itu pun karena dia sudah mengenal Ify dari lama toh siapa sih cowok yang Ify kenal selain Gabriel?
“serius lo Fy?”
“iye serius udah ah jangan malah ngebahas gue gini dong.”protes Ify
*
Jam biologi sedang berlangsung di kelas Ify,tapi sayang sebagus apapun guru itu menerangkan Ify masih saja tidak focus ke pelajaran melainkan kearah Sivia yang sedari tadi hanya mengetuk-ngetukkan pulpen dengan malas.
“Vi,lo udah mau cerita sekarang gak?”tawar Ify dengan cara berbisik.
Sivia menggeleng lemah, “gue belom siap nangis lagi Fy,sorry.”
“iya gapapa,senyum dong,masa Via yang ceria hancur perasaannya cuman gara-gara si kodok!”
“kodok-kodok gitu dia hebat lo Fy. Dia bisa bikin gue kayak gini,hebat kan?”
“iya dia hebat! Bisa bikin sahabat gue jatuh cinta sampe galau kayak gini.”
“ah elo bisa aja Fy.”jawab Sivia sambil menyunggingkan senyum yang dipaksakan
Beberapa menit kemudian mereka saling diam,mencoba memfokuskan diri kepada inti pelajaran,tapi sayang tak satu pun dari mereka yang berhasil. Lagi-lagi Ify menoleh kearah Sivia berusaha mengajaknya bercerita sesuatu, “Lo punya cinta pertama,Vi?”Tanya Ify sambil tetap memandang kearah sang guru.
“punya,”jawabnya singkat.
“siapa?”Tanya Ify penasaran.
“Alvin,lo?”
“belom.”
“serius?”Tanya Sivia tak percaya,Ify mendesah, ‘serius?’ entah sudah berapa kali orang bertanya seperti itu,bahkan Ibunda nya sendiri sudah mengatakan itu tiap menggodanya dengan hal yang berbau cinta
“mungkin ada,tapi aku nya yang gak sadar.”
*
Nanti di kafe biasa pulang sekolah ketemuan ya Vin,penting.
Sekali lagi Alvin mendesah kan nafasnya,,aneh. Gak biasanya Zevana mengirim sms seformal itu biasanya selalu dengan kata awalan ‘beib’ atau ‘say’ tapi kali ini tidak. Sekali lagi,aneh.
*
Jam KBM telah usai beberapa menit yang lalu, dengan tergesa-gesa Alvin menuruni tangga,karena cepatnya ia tak melihat bahwa ada Sivia di bawah tangga sedang memainkan BBnya,tiba-tiba saja.
BRUK!
Tepat. Alvin menabrak Sivia dan membuat gadis itu tersungkur,bukan hanya itu BB Sivia sudah hancur berkeping-keping,dengan amarah Sivia bangkit dan mendorong Alvin dengan kasar “LO KALO EMANG BENCI SAMA GUE GAK USAH KAYAK GINI JUGA!”bentaknya sambil menyeka darah segar yang mengalir lewat hidungnya.
Tapi sayang Alvin malah tidak memerdulikan darah itu “maaf,Vi gue pergi dulu.”ucapnya tanpa merasa bersalah,sementara Sivia hanya tertunduk lemas melihat sosok Alvin menghilang dikejauhan.
*
17.09 @Idola Café.
Alvin melangkahkan kakinya kedalam ruangan tersebut,mengedarkan pandangannya sampai akhirnya berhenti kepada satu sosok,Zevana.
“Hai,Vin!”sapa Zevana dari jauh sambil melambaikan tangannya.
“Hai sayang!”sapa balik Alvin dengan romantic sambil mendekatkan kepalanya ke kepala Zevana seakan-akan ingin mencium kekasihnya tersebut,tapi sayang Zevana malah menghindar,Alvin menyiritkan alis bingung air mukanya berubah seakan mengeluarkan Tanya ‘kenapa?’ dan meminta penjelasan,tetapi alih-alih menjawab nya Zevana malah mempersilahkan Alvin untuk duduk disebelahnya “duduk dul,Vin.”
“kenapa? Tumben banget kamu kayak gini.”Tanya Alvin penasaran,
“kalo disuruh milih kamu mau hubungan kita lanjut atau gimana,Vin?”
“kamu ini gimana sih? Ya jelas aku milih lanjutlah! Pertanyaan kamu gak masuk akal!”
“meskipun kita LDR?”
“Ya! meskipun LDR.”
“aku mau melanjutkan study ku ke Australia,jadi..”
“bagus itu,selamat ya say,”potong Alvin.
“kamu sanggup LDR?”Tanya Zevana lirih.
“selama itu bersama kamu,aku sanggup!”
Zevana menggeleng lemah, “tapi aku gak sanggup ,Vin! Aku gaksanggup!”
“Ze.. kamu gak minta…”Alvin menggantungi jawabannya ke udara,tak sanggup melanjutkannya.
“Aku minta putus Vin!!!”sahut Zevana mantap.
“kenapa?”
“seperti yang aku bilang sebelumnya,aku gak sanggup LDR,cinta yang datangdari aku ke kamu itu karena terbiasa,dan aku hanya takut cinta ini akan pudar karena terbiasa juga.”lirih Zevana.
“tapi…”
“tanpa kamu sadari kamu telah memilih aku sebagai orang yang salah Vin,dan tanpa kamu sadari orang yang mencintai Mu dengan segenap hatinya kau sia-siakan.”
“siapa Ze?”
“buka mata kamu,Vin! Orang itu ada didekat mu,bersembunyi dari yang namanya Cinta,benteng pertahanannya adalah air matanya,dan bentuk dari segala perhatianya adalah kebiasaan. Dan untuk mu Vin!”
“kebiasaan?”
“kebiasaan yang tanpa kamu sadari sebelumnya.”

*

@studio music CRAGSISA 18.00
Sivia masih terduduk lemas di sofa putih itu,sementara Agni ,Ify dan Shilla hanya memerhatikannya dengan muka prihatin,lalu tiba-tiba saja ia berdiri dari sofa itu dan mengambil gitar berwarna hitam milik Alvin,lalu memetik senar demi senar hingga tercipta sebuah alunan nada acoustic perlahan tapi pasti biirnya mulai merapalkan sebuah nyanyian..
Saat berjumpa dan kau menyapa Indah parasmu hangatkan suasana Buatku tak percaya, mimpi indahku jadi nyata” senangdungnya lemah tapi indah… Saat sendiri jalani hari Bayang-bayangmu selalu menghampiri Dan aku pun mengerti apa maunya hati ini” lanjutnya lagi… 

“Namun tiba-tiba kau ada yang punya Hati ini terluka ----------------------------------------------------------------------------------------
“gue jadian loh vi sama Zeva!”ucap Alvin saat mereka sedang makan di Shushi-Tei.
Jleb.
Sivia kaget, “hah?”Tanya nya ga percaya.
“haha,kaget kan lo?! Hahhaha.”
“lo serius vin?”
“ngapain gue bercanda?”
“terus yang kemarin itu….?”
“oh itu,hehe,gue cuman bercanda kok Vi,gausah dianggap serius.”
Seketika air mata Sivia sudah tidak bisa di bendung lagi,semuanya telah berakhir.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

“Sungguh ku kecewa,
“iya,abis dia sering ganggu waktu gue pacaran sama Zeva sih hahahha,ya kalo lo mau deket sama Sivia sih gue pasti bantu lah,gimana sih!”
Jleb.
Sebuah boomerang nampaknya sedang berarah padanya,dan perlahan-lahan masuk kedalam tubuhnya merobek hatinya. Sakit.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 ingin ku berkata 

Alvin maaf bila aku jatuh cinta Maaf bila saja ku suka Saat kau ada yang punya Haruskah ku pendam rasa ini saja Ataukah ku teruskan saja Hingga kau meninggalkannya dan kita bersama

Akankah ada kesempatan untuk diriku menyatakan Rasa yang selama ini ada” senandung, petikan dan alunan melodinya berakhir disaat memori nya kembali muncul,gitar itu jatuh dan ia kembali tersungkur melipat kedua tangannya sambil menutup wajahnya,Sivia menangis. Shilla yang tak tega melihat sahabatnya itu membantunya untuk bangkit “udah Vi,jangan nangis terus,nanti Alvin seneng liat lo gini.”
Sivia menggeleng lemah sambil menenggelamkan wajahnya di bahu Shilla “kenapa cinta harus sesakit ini?” Shilla dan Agni tertegun mendengar pernyataan Sivia,bukan. Mereka bukan heran karena Sivia mempunyai pertanyaan sekonyol itu tapi… jauh dilubuk hati mereka berdua juga mempunyai pemikiran yang sama ‘mengapa cinta harus sesakit ini?’ pertanyaan itu bagaikan mindset di otak mereka,mindset yang tak ingin mereka miliki.
*
Pria berwajah oriental itu dengan sigap menyusuri setiap jalanan ibu kota sekali lagi ia mendesah  pikiriannya berkecamuk pikiran yang hanya ada 1 yaitu “siapa cewe itu?” ,berakhir nya hubungannya dengan Zevana memang ia sesali tapi,biar bagaimanapun juga Zevana adalah sosok yang ternyata tidak ia cinta. Melainkan hanya ia kagumi,terbukti saat ia melangkahkan kaki nya menjauhi gadis itu,hatinya biasa-biasa saja,tawar. Tak ada rasa sedih,kalaupun ada itu hanya sementara,sedih biasa,tak ada yang isimewa.
Ia meronggoh saku nya dan menemuka sebuah ponsel,dengan menekan speaddial ia sudah terhubung dalam sambungan “Haloo? Yo,lo dimana?”
“….”
“oke gue kesana.”ucapnya dan mengakhiri sambungan itu,dan langsung membanting stir menuju tempat yang Rio bicarakan tadi,Studio CRAGSISA.
*
Alvin cepatkan langkahnya didalam studio itu,tetapi saat ia memegang handle pintu tempat biasa mereka berlatih langkahnya terhenti,kakinya bak kaku. Tak bisa jalan,sayup-sayup ia dengar suara dari dalam,seperti ada yang sedang bersenandung disana,indah. Suara siapa itu? Ify? Gak mungkin,suaranya bukan tinggi kayak gitu!  Shilla? Agni? Gakmungkin! Cakka? Ah makin ngaco ini kan suara perempuan! Batinnya.
Ia condongkan kepala nya berusaha melihat siapa gerayangan suara yang telah menutupi cakrawala ruangan tersebut,sivia. Wanita itu tengah duduk disofa itu,memainkan gitar pribadi Alvin,dan pemilik suara indah itu.
“……………. Alvin maaf bila aku jatuh cinta Maaf bila saja ku suka Saat kau ada yang punyaHaruskah ku pendam rasa ini saja Ataukah ku teruskan saja Hingga kau meninggalkannya dan kita bersama

Akankah ada kesempatan untuk diriku menyatakan Rasa yang selama ini ada” senandung Sivia,Alvin hanya bisa terpaku mematung tak bereaksi semua perasaan sedang berlomba-lomba ada dihatinya bingung,aneh,heran,dan semuanya.
Dengan refleks ia melangkahkan kakinya membawa tubuhnya masuk ke ruangan itu “Sivia……”panggilnya lirih dan tiba-tiba saja muncul dikepala nya sebuah pemikiran ‘sivia? Mungkinkah dia?

BERSAMBUNG.........................

soundtrack : Orang ketika - HiVi (nb: lirik 'kasih' diganti jadi : Alvin)

Pesan

Nama

Email *

Pesan *

Penulis kece

  • Dewi Lestari
  • Esti Kinasih
  • Ilana Tan
  • Stephanie Zen
  • Windry Ramadhina

Blog Archive

YOU

Followers

Black Moustache

Pages

Blogger Templates