SPECIAL ABOUT US - CHAPTER VIII (SAY SORRY FOR YOU,VIA!)



Dengan refleks ia melangkahkan kakinya membawa tubuhnya masuk ke ruangan itu “Sivia……”panggilnya lirih dan tiba-tiba saja muncul dikepala nya sebuah pemikiran ‘sivia? Mungkinkah dia?

*

pada akhirnya kamu menyesal…. Telah melepaskan ku,mengacuhkan ku..
“Alvin…”jawab sivia kelakaban.
Alvin tertegun mendengar suara itu memanggilnya....
-FLASHBACKON-
"siapa orang itu Ze?"tanya Alvin penasaran.
"cari tau sendiri Vin."
"kalo lo gakmau cari tau,gue juga gak akan rela sampe mati ngelepas hubungan ini..."
"haha,jangan childish  deh Vin!"
"oke-oke,terus siapa?"tanya Alvin semakin penasaran.
"apa lo gak sadar? ada orang yang selalu mensupport lo dibelakang lo Vin?"
"maksud lo?"
"dia selalu menangis didalam diam,ketika hatinya sakit melihat kita,bibirnya selalu ia paksakan tersenyum,semua dengan satu alasan... ingin lo bahagia!"jelas Zevana mantap,Alvin tertegun lagi "apa dia ada didekat gue?"
"dia selalu ada disamping lo Vin,dia orang yang rela membagi kebahagiaan nya,meskipun lo gakpernah lakuin itu.."
"jangan bilang kalo itu.."ucap Alvin lirih.
"SIVIA?"sambungnya dengan nada yang lebih lirih lagi.
-FLASHBACKOFF-
“Maafin gue,Vi gue sadar gue salah.”Ucap Alvin sesal sambil bertekuk lutut di kaki Sivia.
Ify,Shilla,Agni,Cakka,Rio dan Gabriel langsung pergi dari ruangan itu meninggalkan AlVia untuk menyelesaikan masalahnya.
“gue nyesel udah marahin lo,ngebentak lo,bahkan bikin lo terluka.”sesal Alvin
“penyesalan memang selalu datang belakangan,Vin.”
“gue… sama Zevana putuss.”
“kenapaa?”Tanya  Sivia lirih
“karena,gue rasa lo cinta sejati gue..”
“perasaan lo salah,Vin.”
“Vi…”
“SETELAH APA YANG LO LAKUIN KE GUEE? Gue sakitt Vin!! Ini bukan masalah Fisik dan mental! Ini masalah Hati,lo anggap gue pengganggu!! Lo anggap gue gak kasat mata!”
“setelah lo putus,dengan mudahnya lo dateng?? Lo pikir hati gue apaan? Hotel??!! Hah! Dateng pergi sesuka udel lo!”sambungnya lagi.
“apa lo tau? Tadi gue terluka,Vin lo kira itu gara-gara siapaa? Gara-gara LOOO!!”
“ma..maaf..”
“maaf itu gak akan berguna Vin,jika perbuatannya terus terulang.”
“Vi…”
“ini cuman masalah waktu,pada akhirnya lo akan tau kok,siapa yang tulus dan engga,gue capek! Gue mau akhirin semuanya,mungkin dengan cara jauh dari lo.”
“VIAA!!!”bentak Alvin agar Sivia mengehentikan kata-katanya.
“ada saatnya kita harus pergi dari hati orang itu,Vin. Sebelum ada yang terluka lebih dalam lagi… gue cuman gak pengen Vin,hati gue sakit ,gue takut Vin. Gue takut!!”lirih Sivia sambil menyeka air matanya yang sudah mulai keluar.
“jangan takut Vi..”
“gue cuman takut gabisa pergi dari lo,jadi sebelum terlambat lebih baik kita jaga jarak sekarang,karena bagi gue saat didekat lo adalah saat paling menyakitkan,untuk saat ini.”
"Gue minta maaf Vi."
"lo pergi disaat gue terpuruk Vin,disaat gue membutuhkan elo,tapi lo dateng kali ini,bukan hanya membuat gue semakin terpuruk tetapi sangat terpuruk,luka yang lu taruh terlalu sakit Vin."
"ini cuman masalah kecil Vi!"
"iya,bagi lo ini cuman masalah kecil tapi lo sadar,didalam masalah kecil ini ada yang terluka dan itu hati gue,"lirih Sivia,kristal putih itu semakin deras membasahi pipi cantiknya tersebut.
"apa lo sadar gimana perasaan gue ngeliat lo sama Zeva? sakit! tapi gue tahan... sampe akhirnya gue gaksanggup nahan rasa sakit itu,apalagi setelah lo datang ke sini,luka itu semakin menganga Vin,ternyata LO CUMAN MANFAATIN GUE SEBAGAI PELARIAN LO DOANGG!! KETERLALUAN LO VIN!!! LO JAHAATTT!!"teriak Sivia histeris
"lo gakmungkin terluka Vi,lo orang yang kuat!"ucap Alvin lirih
"dan gue gak ngejadiin lo pelarian Vi!"sambungnya
"lo dateng disaat lo abis putus,disaat lo terluka,apa itu gak cukup dikatakan sebagai pelarian?"
"GUE GAK GITU VI!"bentak Alvin.
"senjata gue yang terakhir adalah air mata gue Vin,dan lo... orang pertama yang menyuruh gue menggunakan senjata terakhir itu."cekamnya sambil menunjukan bulir-bulir air mata yang jatuh itu.
"biar gimana pun Vin,gue adalah sivia ,gadis remaja yang rapuh,setinggi apapun lo terbang Vin,sayap lo tetep akan bisa patah pada satu ketinggian tertentu."lanjut Sivia
"maksud lo?"
"perumpamaan segampang itu aja susah lo cerna? lo aneh!"
"gak seaneh lo."
“terserah Vin,sampe ketemu besok,gue janji akan kenalin lo sama pemilik hati gue.. yang baru.”pamit Sivia dan berlalu meninggalkan Alvin begitu saja,sementara Alvin hanya diam mematung menyesali semua perbuatannya.
*
Besoknya…
Hari ini adalah weekend jadi, CRAG dan SISA memutuskan untuk pergi ke kawasan wisata Puncak yang ada disana RiFy,CaGni maupun Shiel sibuk dengan urusan mereka masing-masing,berbeda dengan AlVia yang masih di hantui keheningan yang mencekam.
“Vi… gue minta maaf.”ucap Alvin untuk yang kesekian kali.
“udah 50 kali kamu mengucapkan kata-kata itu.”sinis Sivia sambil tetap menerawang,dingin nya udara di kawasan air mancur perlahan-lahan masuk kepori-pori tubuh Sivia dan membuatnya mengaduh sambil memeluk dirinya sendiri.
“aku minta maaf,aku minta maaf,AKU MINTA MAAFFF!!”
“53 kali Vin,”
“VI!!”
“apa Tuan Alvin?”sinis Sivia.
“sampe kapan kamu gakmau maafin aku?”
“sampe kapan juga kamu terus-terusan minta maaf tanpa ada usaha memperbaikinya?”
“jadi kamu anggap aku ini gak usaha?”
“lo sendiri yang beranggapan kayak gitu,syukurlah sadar.”
“keras kepala banget.”
“itu lebih baik,dari pada gak tau diri,”
“jujur,gue kehilangan sosok Sivia yang gue kenal dulu.”lirih Alvin.
“dan gue juga kehilangan sosok Alvin yang gentle.”
“jadi,menurut lo gue gak gentle?”
“laki-laki sejati tidak akan hanya mengucapkan maaf Vin,tapi juga berusaha memperbaikinya.”ucap Sivia dalam dan langsung berlalu meninggalkan Alvin,tanpa ia sadari bulir-bulir Kristal mengalir dipipinya,ia menangis.
Sementara AlVia menyelesaikan masalah mereka Ify sama Rio ke Air Mancur .
“ini kayak surga!!”decak kagum Ify sambil merentang tangannya dan menghirup nafas panjang seakan-akan merasakan betapa luwesnya semilir angina masuk ke pori-pori kulitnya.
“biasa aja tuh.”sinis Rio,
Ify langsung menoleh ke Rio ketika medengar pernyataan tak senonoh itu “apa lo bilangg!!? Ini keren tauu!”
“biasa aja dibilang,gausah lebay deh!”
“HEH ALAY! Lo yang aturan biasa bukan air terjunnya,dibilang ini keren juga!”
“biasa aja Ify……..!!”
“keren tengil!”
“serah lo deh serraaahhh!”
“terserah bukan serah,lo kata apaan? Seserahan?”
“dih? Kenapa jadi nyambung kesitu dah?”
“bodoamat,suka-suka mulut gue kek! Mau apa loo?”
“mau jadi pacar lo.”jawab Rio tak sadar
Jleb.
Ify dan Rio sama-sama mematung ketika mendengar pernyataan itu keluar dari mulut Rio.
“ciyee,rio mau jadi pacar gue yahh? Jelas lah secara gue kan artis.”ucap Ify sambil mengendalikan perasaan bergejolak dihatinya
“pede gila sih lo!”
“bodoamat,yang pentin”g fakta lo ngefans sama gue hahahhaha.”
Rio hanya mendengus kesal mendengar pernyataan Ify tersebut.
“Yo…. Sinii!!”ajak Ify yang tiba-tiba sudah ada dibawah air mancur.
“Ify.. lo ngapain disana?”
“mau shooting! Ya gak lah,gue mau main air mancur,sini ikutaann!!”
Rio menggeleng mantab “ ogah,lo aja gih,gue males basah-basahan.”
“yaudah kalo gakmauuu..”teriak Ify dan langsung bermain-main sambil tertawa bebas dibawah pancuran air mancur itu.
‘lo mirip Fy,sama dia..’batin Rio.
*
“Agniiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”teriak Cakka dari kejauhan berusaha mengejar Agni,di tengah pematang kebun teh
“apa deh kka? Berisik tau!”sewot Agni sambil menghentikan langkahnya.
“lo penampilan aja udah feminim kelakuan masih sebelas dua belas sama macan!”
“apa lo bilangggg?!?!!!!”
“gak becanda kokkk ni hahahahhaha.”
“dan gue lagi ga becanda kka!”ucap Agni tajam sambil mendekatkan dirinya ke Cakka,dan membuat Cakka semakin merinding
“Ni,plis ni gue masih perjaka jangan perkosa gue Ni,pliisss..”rengek Cakka yang membuat Agni kaget ‘merkosa dia? Sinting!’batinnya
“heh!! Gue kalo mau memerkosa cowok juga milih-milih kali!”
“iya,milih-milih,dan pilihannya itu gue,ya gakkk?”ucap Cakka dan buru-buru langsung berlari cepat menjauhi Agni.

“setaannn!!!! Sini looo!!”kejar Agni.
Saat Agni mengejar Cakka,Cakka malah tiba-tiba berhenti dan membalikan badannya kearah Agni yang sedang berlari cepat,karena tiba-tiba nya Cakka berhenti Agni sampai tak bisa mengontrol kecepatan berlarinya dan…
BRUK.
Agni menabrak Cakka,mereka berdua terjatuh dengan posisi Agni diatas dan Cakka dibawah(?) tanpa mereka sadari bibir mereka menempel. Diam,hening.
1 detik..
2 detik..
3 detik..
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”teriak Agni shock sambil cepat-cepat menjauhkan tubuhnya dari arah Cakka,jantungnya berdegub kencang,tangannya bergetar,kakinya lemas,tetapi hatinya.. bahagia.
“CAKKAAAA SIALAANNN,MONYETTTTTTTTTTTTT ARRRGGHHHHH!!!”teriaknya semakin shock,rambut oanjangnya yang terurai menari-nari diterpa angina karena tubuhnya terus bergerak seakan-akan kejadian tadi adalah kejadian yang tidak ia inginkan.
“wkwkwk,wah Ni,ternyata bibir lo enak juga ya,lebih enak dari Aren!”celetuk Cakka asal.
“sialan banget sih lo,terkutuk lo setan,monyet,biadab,CABUL!”semua umpatan Agni keluarkan untuk Cakka
“ciyee Agni first kissnya guee hahahhahhaha.”gelak tawa Cakka,muka Agni tiba-tiba berubah,malu. Akhirnya ia tinggalkan Cakka dengan muka berpura-pura kesal,sambil memegang dadanya seakan-akan menyuruh jantungnya agar bekerja dengan normal segimana mestinya.
*
"Shill,mau makan?"tawar Gabriel
"gak yel,gak laper."
"tapi lo dari tadi belom makan."khawatir Gabriel.
Shilla terkekeh pelan "sok tau! lagian sejak kapan lo perhatian?"
"elo itu yaa!"gemes Gabriel sambil mengacak-acak rambut Shilla
"jangan diberantakin kambing! rambut gue rusak nanti."gerutu Shilla sambil memperbaiki rambutnya.
"jangan lebay deh Shill."
"haha,gapapa suka-suka gue !"
"gue sadar Shil.."
"buat?"Tanya Shilla heran.
"semua,ternyata... rasa sayang gue ke lo..."
"kaka ke adik ya yel? haha."tawa paksa Shilla.
"gak,tepatnya cinta."lanjut Gabriel,seketika mereka berdua diam. mematung. dan hening....

BERSAMBUNG.....................



Pesan

Nama

Email *

Pesan *

Penulis kece

  • Dewi Lestari
  • Esti Kinasih
  • Ilana Tan
  • Stephanie Zen
  • Windry Ramadhina

Blog Archive

YOU

Followers

Black Moustache

Pages

Blogger Templates