Stellae in caelo

Cinta itu sederhana bukan? sesederhana ketika aku jatuh ke pelukan mu,dan sesederhana pula ketika kau membuat aku jatuh,kali ini bukan jatuh cinta yang mengasyikan,tetapi jatuh dalam arti yang sebenarnya. sakit. dan berharap bangkit,tapi sayang. kau malah mengacuhkan ku. dan membiarkan aku jatuh ke dalam jurang yang lebih dalam lagi...


Derap langkah Ify menelusuri koridor semakin ia percepat, ia sudah tidak bersabar menunggu Gabriel -sang pujangga hatinya - keinginannya hanya 1. Ia ingin menjadi orang pertama yang mengantarkan makanan istimewa buatannya kepada Gabriel...
"Nih, yel. dimakan ya?" ucap Ify sambil menyodorkan kotak makan berwarna hijau tosca tersebut, Gabriel meliriknya sebentar lalu membuang muka, "Maaf, aku gak mau nerima makanan dari orang sembarangan." Ify mengerjap, tak menyangka kepada pendengarannya yang mampu menangkap kata-kata sekejam itu, apa maksud pria ini? tak mau menerima makanan dari orang sembarangan? memangnya ia anggap aku ini apa? penjahat? Tega.
Gabriel memandang Ify sejenak dan mengambil kotak bekal tersebut dengan pandangan jijik "dari pada lo mau ngeracunin gue,mending lo kasih sama orang yang lebih mau nerima pemberian lo ini aja."ucapnya lalu pergi meninggalkan Ify yang masih mematung sembari mencerna kata-kata tajam tersebut.

---

Angin malam menari-nari seakan-akan meledek Ify yang duduk bersila di teras rumahnya, Sunyi dan kelam. bayangannya terus menerus mengingat apa yang terjadi tadi siang. Gabriel.
satu nama itu mampu membuat matanya memproduksi air mata 100kali lipat dari biasanya.
meracuni dirinya? segitu hinakah dirinya? sebegitu jahat kah? apa yang dimaksud oleh Gabriel?
"Mba.."lirih Via sambil memeluk kakaknya tersebut -Ify- air mata gadis itu mengalir seakan-akan ia turut merasakan apa yang dirasakan Ify sekarang, ia membelai rambut Ify dan memper-erat pelukannya sehingga tak ada jarak lagi diantara mereka, "Yang sabar Mba, kita juga harus tau diri. gak mungkin dan gak akan pernah terjadi awan menyentuh bumi."ujarnya sambil ber-filosofi, Ify yang biasanya membenci jika adiknya tersebut sudah mulai mengeluarkan kata-kata yang tidak di mengertinya, tetapi kali ini berbeda. Ia mengerti arti kata-kata itu dan membenarkannya dalam hati. Mana mungkin awan menyentuh langit? tak akan pernah itu terjadi. "kenapa kita se-hina ini ya, vi?"
"Kita gak hina kak, hanya saja mereka yang terlalu rendah menganggap kita, mereka hanya lah segelintir orang yang tak pernah mengerti kejamnya hidup ini kak."
Ify  mengangguk dan semakin memper-erat pelukannya.


Tapi benar kata orang,cinta itu indah. Indah saat bertemu pengganti sakit tersebut. Kamu adalah orang yang bisa mengembalikan arti cinta sesungguhnya pada diriku,bahagia? sangat. didekatmu aku merasakan damainya hidup, dan menghapus semua kesedihan ku.

Ify melihat lagi bayangan dirinya di cermin berbentuk love tersebut,sesekali mempertebal bedak didaerah yang dianggapnya kurang elok.
Huft.
inilah hidupnya yang sebenarnya, hina dan kelam.
TOK TOK TOK
terdengar suara ketukan dari luar "Fy,kamu cepat dandannya! orang-orang udah nunggu kamu tuh."
"Iya mbak."
Ify melihat penampilannya sekali lagi, dan sedikit tertawa "siapa kah kau ini Fy? haha."gumannya pada dirinya sendiri.

Ify melangkahkan kakinya menuju panggung bau akohol mulai tercium dan semakin menyengat, ia melepaskan pandangannya pada semua orang diruangan tersebut. ada yang sedang asik bercumbu, ada yang sedang asik minum melepaskan kepenatan yang ada, dan ada juga yang berjoget ria, Semua adalah hal yang biasa. sangat biasa bagi Ify.
Disinilah hidupnya yang sebenarnya, berusaha melakukan apa saja demi mendapatkan rupiah. miris.
sekali lagi Ify menghela nafas lemah, dan mulai menggoyangkan tubuhnya secara lihai ketika DJ diskotik tersebut mulai memainkan musiknya,ada rasa sesak didada ketika ia harus melakukan pekerjaan ini, pekerjaan yang selalu dianggap hina oleh semua orang.

---

Ketika Ify sudah mengentikan tariannya tersebut tiba-tiba datang seorang pria umur 40tahunan menghampirinya dengan tatapan nafsu "Indah sekali tubuhmu nak,berapa saya bisa membayar mu?"lecehnya, Ify terhenyak mendengar perkataan tersebut, sakit.
"maaf om,saya bukan pelacur. saya hanya penari bar saja tak lebih."Ucap Ify berusaha untuk tetap tenang,walaupun jauh dilubuk hatinya ia ingin teriak, mengapa hidup harus sesakit ini?
pria itu memandang Ify dengan pandangan melecehkan "sombong sekali anda, penari bar saja masih mementingkan harga diri? apakah anda tidak tau saya itu siapa?"
Ify mengulum senyum yang dipaksakan "saya tau kok siapa anda, orang kaya kan? punya banyak harta? berpendidikan bukan yang pastinya? tentu anda tau dong, arti harga diri yang sebenarnya?" Sindir Ify
pria itu terhenyak mendengar sindiran Ify,hatinya panas dan tidak bisa di tawar lagi, ia seret Ify dan memaksanya untuk mengikuti langkah besarnya berjalan ke sebuah ruangan.

---

Alvin takjub melihat sahabatnya tersebut meminum minuman keras tersebut dengan nafsu yang menurutnya berlebihan "Gila lo bro! sadaap! gak nyangka gue lo sekuat itu."
Rio -sahabatnya itu- menyunggingkan senyum kemenangannya "gue menang,sekarang mana 300rb? hahhaha."tawanya penuh kemenangan.
"Nih, oke gue ngaku kalah hahahhaha."
dan akhirnya dua sahabat itu tertawa penuh kemenangan.
tiba-tiba pendengarannya menangkap suatu suara wanita sedang menangis "Lepassin saya om! saya mohon!! hikss.." isak tangis Ify -wanita itu- berusaha melepaskan dirinya dari cengkraman pria tersebut, tetapi bukannya terlepas cengkraman pria itu malah semakin kuat dan membuatnya mengerang kesakitan, Rio yang melihat pemandangan tak senonoh tersebut lekas berdiri dan menghampiri mereka - Ify dan pria itu- hatinya merasa ter-iris melihat perempuan disakiti didepan matanya, baginya perempuan itu adalah berlian yang sangat mahal harganya, dan berlian tersebut harus dijaga. tak boleh sampai lecet, apalagi rusak.
begitu juga dengan wanita, harus dijaga dengan sepenuh jiwa dan raga.
"maaf pak bisa kah anda berlaku lembut kepada wanita?"ucap Rio ketika sudah ada dihadapan mereka.
Pria itu memandang Rio sekilas "siapa anda? dan apa hubungan ada dengan perempuan murahan ini?"
"dia teman saya, bisakah anda melepaskannya?"dusta Rio.
Ify terhenyak mendengar perkataan pemuda yang didepannya ini -Rio-
teman? sejak kapan? berkenalan saja belum pernah! konyol.
"benarkah ini teman anda?"
Rio mengangguk pasti, lalu mau tak mau pria tersebut melepaskan Ify dan melemparkannya ke arah Ify "kalau begitu bilang kepada dia,saya sebenarnya tidak ingin memakainya, hanya saja kata-katanya yang melecehkan saya itulah yang tidak bisa saya terima. Permisi."ujarnya lalu pergi dari hadapan dua remaja tersebut - Rio dan Ify -

---

Ify mengulum senyumnya dan membalas uluran tangan yang diberikan dari Rio.
"Ify.."ucapnya dan kembali menerawang memandang langit malam, tak ada bintang disana mungkin tertutup oleh awan tebal, Ia mendesah ya, langit ini sama seperti relung hatinya saat ini, gelap tanpa ada sesuatu yang menyinarinya, hanya saja bedanya di hatinya tersebut tak ada apa-apa yang menghalangi hanya kegelapan yang menguasai, "aku berhutang banyak padamu, makasih ya telah menyelamatkan ku."ucap Ify tulus, Ify membalas senyuman tersebut dengan senyum manisnya "sama-sama,memang sudah seharusnya perempuan itu dijaga."
"Aku bukan pelacur, aku hanya penari bar."ucap Ify berusaha menjelaskan, ah. Ia tak mengerti apa maksud hatinya menjelaskan itu kepada Rio,yang jelas ia tak mau Rio berpikiran aneh-aneh tentang dirinya.
"ya,aku tau itu."ucap Rio datar.
Ify memandangi pria yang disampingnya sekarang , menangkan setiap garis wajahnya, hanya dengan sekilas Ify bisa menyimpulkan bahwa pria ini adalah pria baik-baik "kau tak jijik dengan ku?"tanya Ify pada Rio -pria itu-
Rio memandangi Ify dengan tatapan heran "jijik? untuk apa? selagi kau melakukannya untuk hidup, apa boleh buat bukan? toh masih diambang batas wajar, tak menjual diri."
Ify tersenyum mendengar ucapan itu "terima kasih telah menilai ku sepeti itu."

----
1 bulan kemudian...

Via memandangi kakanya tersebut dengan tatapan heran, tak biasanya kakanya tersebut berpenampilan rapih pada malam hari, apalagi sekarang sedang tidak ada jadwal bekerja untuk Ify.
"Mbak, mau kemana?"tanya nya heran,Ify membuang pandangannya ke arah Via "kencan,sama Rio. Cowok yang Mbak sering ceritain ke kamu."jelasnya panjang lebar.
"Via baru nanya 1 pertanyaan eh malah udah dijawab semuanya hehehe."tawa Via.
Ify hanya tersenyum mendengar ucapan adiknya tersebut "hati-hati ya mbak,dan tetap tau diri siapa itu kita."nasehat Via pada Ify. Ify mengangguk pernyataan Via tersebut, hatinya selalu membenarkan ucapan adiknya itu, seperti saat ini. ia harus tau diri siapa ia sebenarnya.
"Mbak berangkat dulu ya."

---

Sekali lagi Ify memandangi langit, hari ini ada bintang yang menyinari langit, indah.
Rio mengulum senyum melihat wajah berseri Ify yang asik memandang langit tersebut
"indah ya Yo, banyak bintang malam ini."ujar Ify sambil berdecak kagum
"Jadi Fy,bagaimana?"
Ify terhenyak "bagaimana apanya?"
"Hubungan kita."
Ify menggelengkan kepalanya pelan tak mengerti apa yang dimaksud Rio "aku gak ngerti."
Rio mengubah arah duduknya menjadi menghadap Ify,Ify terhenyak dan memandang Rio balik. "Alyssa, kamu mau gak aku jadi bintang di hati kamu, menyinari setiap relung hati kamu yang kelam dan merubahnya menjadi terang dan bercahaya?"
Ify terkejut ketika mendengar pernyataan tersebut keluar dari mulut Rio,mungkin Rio sedang bercanda, ia pandangi mata lelaki itu berusaha mencari kebohongan disana, tapi nihil tak ia temukan kebohongan tersebut yang ada hanyalah ketulusan.
Ify mengangguk seakan-akan merespon pernyataan Rio tersebut "jadilah bintang dihati aku, Yo,yang selalu siap menerangi titik gelap di hati aku."
Rio terhenyak dan mengulum senyum ketika mendengar jawaban dari perasaannya itu ia tarik Ify dalam rengkuhannya sampai tak ada lagi jarak diantara mereka melawan angin dingin dengan hangatnya dekapan.

 • • • FINISH!  • • • 
cerpen ini aku buat untuk special Anniversary IFC!
sekali aku mau ngucapin Happy Anniversary yang ke 5 tahun IFC! semoga kita makin kompak dan terus mensuport Ify! Laff:*
Harapan aku satu buat IFC : semoga bisa dan terus menjadi yang Ify banggakan,keep kompak guys!
love,


@Sinta_Mutiara

Pesan

Nama

Email *

Pesan *

Penulis kece

  • Dewi Lestari
  • Esti Kinasih
  • Ilana Tan
  • Stephanie Zen
  • Windry Ramadhina

Blog Archive

YOU

Followers

Black Moustache

Pages

Blogger Templates