SPECIAL ABOUT US - X (COMPLICATED)

Karena Cinta adalah Special



“Ify hanya pingsan, Yel! Kenapa kamu malah ngebentak aku?”
“kamu gak tau apa-apa Shil!! Jadi diem aja mendingan!”


COMPLICATED!

-oOOo-


Rio terus memandangi tubuh mungil yang ada didepannya,ia menggenggam tangan Ify dengan lembut seakan-akan sedang berusaha menstranfer semua tenaga nya kepada gadis itu agar cepat bagun dri tidurnya,


“bangun Fy,mau sampe kapan lo tidur terus?”ucap Rio putus asa,tapi tetap saja gadis itu diam.
“Fy.. gue kangen lo bacotan sama gue, Lo gak kangen apa?”
“jangan terlalu dipikirin Yo,kita semua juga sedih ngeliat Ify kayak gini..”ucap Shilla yang tiba-tiba sudah ada didekat Rio.
“mana Gabriel?”Tanya Rio tanpa memerdulika perkataan Shilla barusan.
“dia masih ngurung diri dikamar yo,gak nyangka ya udah hampir 1 minggu Ify gak sadar-sadar padahal cuman garagara kedinginan doang.”


Rio menghela nafas panjang 

“itulah yang gue ga ngerti sampe sekarang Shill,sebenernya apa yang disembunyiin iyel dan Ify dari kita?”
“bye the way,lo jadian sama iyel?”sambung Rio.
“ya ampun Yo,kayaknya hati lo harus di pertanyakan deh,lo suka ya sama Ify?”
“kok jadi bahas itu,gak nyambung.”
“nyambung kok Yo,maksud gue gini lohh,gue sama iyel udah jadian dari seminggu yang lalu dan lo? Lo baru tau Yo? Kemana aja loo? Makanya jangan terlalu mikirin Ify mulu.”


Rio hanya tersenyum getir menanggapi pertanyaan Shilla ,apakah benar dia telah jatuh cinta kepada Ify,gadis yang selalu diremehkannya,gadis yang selalu bertengkar dengannya,dan gadis yang mengingatkannya kepada mantannya? How special she is! Ya kata-kata itu lah yang selalu diucapkan teman-teman sekolahnya Rio jika ada Rio,awalnya Rio sellau cuek dan terkesan tak peduli jika ada orang berbicara seperti itu,tapi sekarang sepertinya Rio mulai memikirkan kata-kata teman sekolahnya itu.


“gausah dipikirin kata-kata gue tadi Yo,yang pasti tanpa lo sadari sebenernya lo udah membuka hati kepada Ify,”


-oOOo-


“papa masih gak nyangka kamu lalai menjaga Ify!” ucap Dave kecewa, Gabriel hanya bisa menunduk mendengar perkataan ayah nya tersebut, “Maafkan iyel , pa.”
“papa gak marah sama kamu, lantas apa yang perlu di maafkan?”
“iyel telah lalai menjaga Ify,dan itu kesalahan terbesar yang pernah iyel lakukan.’
“papa hanya kecewa nak,tak perlu di fikirkan.”
“justru itu pa,lebih baik papa mukul iyel dari pada papa diemin iyel gini.”
“papa gak diemin kamu, papa hanya gak habis pikir kamu kenapa bisa lalai jagain Ify,kamu tau kan Ify sangat rapuh? Sentuhan dikit saja bisa mematahkan dia?”
“ya, aku tau.”


-oOOo-


Besoknya


Udara pagi masih terasa segar di Idol School tapi sayang udara pagi yang memabukkan itu seperti nya tidak berlaku bagi Gabriel dan Rio yang masih saja melakukan perang dingin tanpa ujung

“puas lo bikin Ify gak sadar sampe 6 hari?” kata Gabriel sinis.
“sampe kapan sih gue harus bilang kalo gue gak tau kalo Ify bakal kayak gini! Dan gue nyesel!”
“oh jadi setelah apa yang lo perbuat baru lo nyesel? Hebat!”
“terserah lo aja deh! Gue males musuhan gini”
“lo yang mulai perang duluan yo,”
“tapi kan gue juga yang berusaha menyudahi ini semua!”
bullshit!”


Perang dingin itupun terus berlanjut,sampai akhirnya Shilla datang

“Cukup! Yel, Yo! Apa dengan berantem kayak gini Ify bisa cepet sadaar?”bentaknya sambil mengucapkan kata-kata penuh penekanan tersebut.
“Udah lah,gak ada yang perlu di salahkan dalam peristiwa ini,Yel!”


Ddrrtttt..drrttt..


Tiba-tiba ponsel Gabriel bergetar menandakan adanya panggilan masuk “ya..?”
“…”
“apa tantee? Ify sadarrr???!!”


Mendengar perkataan Gabriel  , Rio langsung mendongakkan kepalanya”Yel , Ify sadarr??”
Alih-alih menjawab Iyel malah langsung berlari “Ify udah sadar aku harus kesana.”teriaknya sambil tetap berlari,melihat itu Shilla langsung terduduk lemas melihat kepergian Iyel, hanya satu hal yang tidak bisa ia tolerir yaitu faktanya Gabriel lebih mementingkan Ify dibandingkan dirinya yang sebagai pacarnya

“shill…”panggil Rio ketika melihat gelagat aneh dari seorang Shilla.
“lo gak apa-apa kan?”Tanya Rio memastikan.
Shilla tersenyum getir “emangnya kalau gue jawab gue ‘gak apa-apa’ lo percaya?”
Rio menggeleng “gaklah.”
“Tuh tau.”
“sabar ya Shill,gue yakin lo kuat.”
“Thanks ya,jadi apa rencana lo selanjutnya?”
“Gue akan kerumah sakit.”
“jangan gila, Yo! Adanya nanti lo bermasalah saama Iyel.”
“gue gak peduli Shill! Yang penting gue ketemu sama Ify dan minta maaf sama dia.”
“tapi kan lo gak salah, Yo.”
“apa minta maaf itu harus setelah melakukan kesalahan?”
Shilla menggeleng “gak, Yo. Ify beruntung dicintai cowok kayak elo.”
‘seandainya aja Gabriel kayak elo,Yo’batin Shilla.


-oOOo-


Alvin terkejut melihat Sivia bergandengan tangan dengan Ray ketika di perpus, matanya sudah tak focus lagi membaca buku fisika yang selalu menjadi kegemarannya,kini semua pandangan hanya tertuju kepada Sivia yang bergelayut di bawah lengan Ray.


“apa-apaan ini!”Tanya Alvin heran, tapi toh Sivia malah cuek bebek , ia malah asik nyengir dan berkata “kenalin Vin, Ray! Cowok baru gue.. haha,lo berhasil nyomblangin gue,Vin!”ucap Sivia bangga.
“eh! Sipit! Maksud gue bukan kayak gitu,aturan lo yang jadian sama gue, bukan malah si kucrut ini!”ucap Alvin sambil menoyor kepala Ray.
“Gausah noyor pacar gue! Pergi lo jauh-jauh sono.  Hush hush!”usir Sivia.
“apaan lo hush hush-an! Pokoknya lo milik guee!”ucap Alvin seraya mengusir Ray dan menarik lengan Sivia.
“apa-apaan lo, Via milikguee!”ucap Ray tak mau kalah dan menarik balik Sivia dalam pelukannya..
“Gak ada peluk-pelukan, Via milik gue!”ucap Alvin lalu menarik Sivia lagi
“milik gue!”
“gue!”
“gue!”
“gue!!”
“apa-apaan lo kan lo yang nyuruh gue jadian sama Via!”
“gue kan cuman becanda doang waktu itu!”
“gak ada kata-kata becanda!”
“ada!”
“gak!”
“ada!”
“kagaakkkk!!!”
“STTOOOOPPPPP!! Apa-apaan sih kalian! Gue tau gue cantik,tapi gak usah direbutin gini kek!”ucap Via narsis
“what?!! Pede gila sih lo,vi! Nih Ray,urusin pacar lo yang pedenya setengah mampus.”ucap Alvin sambil mendorong Sivia ke dalam pelukan Ray
Ray mendelik geli “apa-apaan lo,Vin! Kan lo yang suka sama dia nih buat lo aja!”
“lo aja!”
“elo!”
“elo!”
“elo elo elo elo! Jahat tau gak? Perasaan tadi lo lo pada ngerebutin gue,kenapa sekarang malah kaga?!”Tanya sivia heran.
“mau banget direbutin?”sinis Alvin.
“tau ah! Bodo amat,serah lo pada deh!”ngambek Sivia dan berlalu meninggalkan mereka dengan langkah kesal.
“Via marah ya?”Tanya Ray polos.
“bego! Yaiyalah,gara-gara lo nih!”
“lah? Kok gue?”


-oOOo-


Disisi lain Gina sedang berharap-harap cemas dengan keadaan anaknya,hatinya hancur melihat alat-alat tak ia sukai itu kembali melingkari tubuh anaknya,miris.


“bagaimana keadaannya Dav? Saya sudah tak sanggup kalau terus-menerus melihat Ify kayak gini.”isak tangisnya pecah.
Dave hanyya bisa menghela nafas sambil memegang hasil laboratorium Ify tersebut “maafkan saya Gina,Ify…”
“Ify kenapa?! Dia tak apa-apa kan?!”
“penyakitnya tambah parah,bahkan sekarang kemungkinan hidupnya tidak akan lama lagi…”
“terus saya harus ngapain Dave? Setengah mati saya sedang berusaha mencari pendonor itu,tapi hasilnya nihil!”
“tenang Gina,saya tau ini berat bagi kamu, tapi apa kau lupa? Ify anak yang kuat! Dia pasti akan bertahan meskipun.. hasil lab ini benar.”


Gina hanya bisa mengusap air mata nya berkali-kali sembari menalarkan omongan Dave di akal sehatnya.
Kuat? Ya Ify memang anak yang kuat,bahkan sangat kuat,tapi tetap saja seseorang akan mempunyai titik terendah, dan Ify juga punya itu!


“ma….ma.”ucap Ify terbata-bata.
“iya sayang? Ini mama?”
“If….Ify kenapaa?”
“kamu gak apa-apa kok nak. Gak ada yang perlu di khawatirkan.”Gina tersenyum sambil membelai rambut anak semata wayangnya, Ify merasa ada yang aneh dengan raut muka ibunda nya tersebut,tiba-tiba matanya tertuju kepada amplop yang di pegang oleh Gina,tanpa menunggu waktu lama amplop itu sudah berpindah tangan ke tangan Ify “hasil lab ya ma?”
Gina mengangguk pasrah, Ify tersenyum lemas “makin parah kan ma?”
Tak sanggu menahan air mata, Gina langsung memeluk Ify “maafkan mama sayang, mama emang ga bisa nepatin janji mama buat kamu sembuh.” Ify membelai rambut ibunda nya tersebut dengan bergetar, perlahan tapi pasti air matanya jatuh juga, berbeda dengan Gina Ify menangis tanpa isakan, hanya air mata yang mengalir terus menerus “mama nepatin janji mama kok, ify sayang sama mama.”
“tiap malam mama berdoa nak sama Tuhan, agar penyakit kamu pindah ke mama, mama gak sanggup alau harus ngeliat kamu kesakitan terus-menerus seperti ini.”
Ify melepas pelukan mamanya tersebut “mama ngomong apa sih? Ify ga pernah merasa kesakitan kok,karena dengan melihat senyum mama aja Ify udah seneng dan ngobatin rasa sakit Ify ma, Ify sayaaanggggg bangetttt sama mamaa!”


“iya sayang, mama juga sayang sama kamuuu..”


-oOOo-


Gabriel melangkahkan kakinya dengan tergesa-gesa menyusuri setiap koridor rumah sakit, ada rasa senang di hatinya ketika mengetahui Ify telah bangun dari tidur lamanya, setelah ia telah sampai di depan ruang rawat inap yang Ify tempati dengan hati-hati ia membuka handle pintu, dan dilihatnya lah Ify sedang berpelukan dengan Ibunda nya tersebut ada rasa cemburu disana. Ah,seandainya Ibu nya masih hidup ia pasti tak akan merasa cemburu seperti ini merasakan kasih sayang ibu adalah satu hal yang paling diidamkan oleh Gabriel, ia ingin merasakan dekapan itu, sentuhan hangat dari seorang ibu.

“siang tante, Ify.”sapa nya lembut, 
Gina dan Ify langsung menoleh ke Gabriel. 

“eh nak Gabriel, sudah datang toh,kok cepet banget? Ini kan belom jam pulang sekolah?”selidik Gina.
Gabriel nyengir dengan tatapan sepolos mungkin “iyel izin tante, hehe abis gak sabar ketemu Ify.”
Ify melotot “yee, apaan sih luu! Pasti ada maunya kan loo?”
“gak kok, masa iya ngunjungi sahabat sendiri harus ada maunya?”
“sahabat? Ih, lo kan bukan sahabat gue!”

Kali ini Gabriel melotot, apa sih sebenernya maksud Ify? “heh! Apaan maksud loo?”
“lo kan fans guee!”narsis Ify
“pede gila lo.”canda Gabriel sambil mengacak-acak rambut Ify.
Gina senang ketika melihat anaknya itu dapat tertawa lepas seperti sekarang, hal yang sangat langka baginya “tante keluar dulu ya, mau ngurus dokumen ify.”pamitnya dan melangkahkan kaki keluar ruang rawat inap tersebut.
“Fy, gimana penyakit lo?”Tanya Gabriel serius ketika Gina telah benar-benar menjauh dari ruangan tersebut “ya you know lah, mana ada sih seorang penderita penyakit kayak gue bisa membaik? Obat-obatan itu hanya mengurangi rasa sakit yang gue alami, gak menyembuhkan seperti yang segimana kita inginkan.”jelas Ify sambil menyunggingkan senyum tipis.
“gue salut sama lo Fy, lo adalah cewek terkuat yang pernah gue temui.”ucap Gabriel
“bye the way, kapan alat-alat ini di lepas dari tubuh lo?”ucap Gabriel sambil melihat semua infusan dan alat-alat lainnya yang melingkari semua tubuh Ify “ i don’t know, mungkin setelah gue bener-bener di nyatakan sembuh, gue sadar aja belum tentu gue udah pulih Yel, gue takutnya ada efek samping di balik kesadaran gue ini.”
“Huss! Lo jangan ngomong kayak gitu Fy!”
“gue serius iyel, lo liat aja kek di google search donggg,”
“tapi gue gakmau itu terjadi sama lo.”
Ify tersenyum miris “kambing ku sayang! Semua orang pasti akan mengalami kematian nanti nya bukan? Hanya ini masalah waktu.”
Gabriel mengangguk mengerti “ya, masalah waktu. Tapi gue gak mau lo pergi dengan cepat.”
“apaan sih lu, udah deh jangan mellow gini.”ucap Ify sambil tertawa getir, jujur saja ia juga takut kalau sudah membahas kematian, ia takut. Bukan takut mati atau bagaimana, ia hanya takut kalau ketika ia pergi ia masih meninggalkan masalah, dan belom bisa membahagiakan semua orang yang ia sayang.
“gue serius, Fy.”
“gue juga serius yel,tapi bagaimana yahh? Susah yel, seseorang penderita penyakit kayak gue bakalan gak lama hidupnya kan? Apalagi kalau udah dari kecil.”
Tak kuasa Gabriel langsung membawa gadis yang ada di depannya itu ke dalam rengkuhannya.
“Lo harus kuat Fy! Harus!”ucapnya sambil membelai rambut Ify, lagi-lagi Ify menangis kali ini dengan isakan, Gabriel terkejut mendengar isakan Ify tapi ia tak mau bertanya mengapa ke Ify , ia terus memperkuat rengkuhannya tersebut membawa Ify dalam kedamaian. Untuk saat ini Ify memerlukan sahabat untuk membawanya lepas dari semua ini, dan sahabat itu adalah Gabriel.


-oOOo-


Derap langkah terjadi di korisor rumah sakit, yap. Kali ini Rio dan Shilla lah sebagai pelaku kebisingan gerakan tersebut “hhahahaha, gue gak nyangka loh, kita beneran bisa lolos dari sekolah!”kagum Shilla sambil terus mensejajarkan langkahnya dengan langkah rio yang besar-besar “woy, jangan cepet-cepet dong! Segitu kangennya aa sama Ify?”sungut Shilla.
“iya.”jawab Rio datar.
“ckck, gak nyangka lo beneran suka sama Ify.”


-oOOo-


Akhirnya mereka sampai di depan ruang rawat Ify, ketika membuka handle pintu mereka melihat pemandangan yang tak mereka inginkan.
Rio dan Shilla –mereka- langsung menguatkan hati masing-masing ketika melihat Ify dan Gabriel tengah berpelukan. Bagi Rio mungkin sakit, tapi apa boleh buat? Toh dia bukan siapa-siapanya Ify, tapi bagi Shilla? Pemandangan itu mampu menghancurkan dinding pertahananya.

“yel.. Fy..”lirih Shilla.
“Shilla..”ucap Gabriel dan langsung mengendurkan pelukan itu, Shilla tak kuasa menahan air mata lalu ia langsung memutuskan untuk berlari dan pergi dari ruangan tersebut, hatinya hancur.
Sementara Ify masih menundukan kepalanya tak mengerti dengan kondisi yang sedang terjadi, ia mendongkak dan melihat Rio, berusaha meminta  jawaban atas semua pertanyaan yang ada di benak hatinya, Rio melihat air muka Ify langsung mengerti

“mereka pacaran.”ucapnya datar sambil menyenderkan tubuhnya ke tembok ruangan tersebut, memasukan tangannya ke saku celananya berusaha menetralisirkan hatinya
Ify  terkejut mendenjawaban Rio, Ia menundukan kepalanya kembali 

“aku jahat banget ya?”Tanya fy dengan air mata di pelupuk matanya, bersalah. Itulah yang ada di kepalanya sekarang, ia bersalah karena telah menjadi penghalang bagi hubungan sahabat-sahabat nya tersebut 

“lo gak salah sama sekali Fy.”

Ify masih menundukan kepala nya ia berfikir lagi, ini sudah dua kali bukan? Dua kali ia membuat Shilla menangis, ia merasa bersalah. Sangat bersalah,karena bagi Ify Shilla itu bagaikan malaikat ia tak pernah marah kepada Ify jika Ify berbuat seenak hatinya, melainkan ia selalu tersenyum dan menasehati Ify layaknya ibu nya sendiri. Sikap Shilla itu dewasa,sangat dewasa.


-oOOo-


CaGni dan AlVia masih saling berpandangan di bangku kantin, berusaha mencerna semua kejadian yang terjadi sehabis pulang dari puncak.

“Gak nyangka gue mereka masih perang dingin.”tutur Agni sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Iya! Salut gue sama persahabatan mereka, ya you know lah Rio dan Gabriel itu duo stev, mereka berantem hanya karena cewek? Amazing banget kan?”timpal Cakka sambil menyerobot es teh manis milik Alvin, Alvin menepuk punggung tangan Cakka “eits! Itu punya gue!”tegurnya.
“iya gue juga ga nyangka,tapi kasian juga ya Shilla, menurut gue sih ya, sikap Gabriel tuh gak maksud akal tau dia sadar dong aturan dia pacarnya Shilla tapi bukannya berusaha bahagiain pacarnya eh malah nyuekin,ngebentak, bahkan nuduh kalo Shilla seneng Ify sakit kayak sekarang.”kata Sivia
“Lebih gak masuk akal Ify, Vi. Apa lo semua gak curiga sama semua yang ada sama Ify? Lo inget pas dia pertama kali masuk ke sekolah ini? Dia beda! Apalagi pas Gabriel larang dia buat ini-itu segala macem, makin gak masuk di akal banget deh. Muka dia tuh pucet bukan putih, badannya? Kurus. Tapi bukan kurus anak normal, beda!”jelas Agni.
“Halaah! Lebih gak masuk akal juga kejadian Sivia sama Ray jadian.”ucap Alvin tanpa minat.
Sivia melotot mendengar perkataan Alvin “sirik aja sih lu, yang jadian gue juga. Ngapa jadi lu yang sewot?”
“justru karena lo yang jadian makanya gue sewot!”
“dih?”sinis Sivia.
“harus nya kan lo jadian sama gue bukan si kunyuk kontet itu!”
“kontet-kontet kayak gitu dia lebih beruntung tau!”
“liat aja nanti gue bakalan jadian sama lo!”
“buktiin aja.”

Agni dan Cakka hanya bisa saling pandang melihat keributan yang terjadi didepan mereka, tanpa mereka sadari mata mereka bertemu pada satu titik,salah tingkah. Ya itulah yang terjadi dengan Agni ketika mata Cakka menangkap matanya.

Tiba-tiba Ray datang kearah mereka “Hai honey bunny kuu!”manjanya sambil mengelus rambut Sivia dan menciumnya, Alvin panas ketika melihat tingkah mereka “sekolah woy sekolah!”
Sivia nyengir tanpa dosa “hihihi, liat deh yang, ada yang envy tuh ahhahha.”tawanya puas, Alvin melotot ketika Sivia memanggil Ray dengan sebutan ‘yang’ ewh, alay banget gaksih?-_-


-oOOo-


“kamu kenapa bolos sekolah Shill?”Tanya Gabriel ketika berhasil menemukannya di taman rumah sakit yang biasa di pakai oleh para pasien untuk terapi. “ngikutin kamu mungkin.”jawabnya datar dengan tatapan kosong, tangannya dilipatnya di dada berusaha menekan detak jantungnya yang berdetak lebih cepat karena habis nangis.
“maaf ya,lagi-lagi aku bikin kamu nangis.”
Shilla tersenyum “udah biasa kok, jadi tenang aja.”
“aku cuman minta pengertian kamu doang Shill.”

Shilla merubah pandangannya, kini pandangannya melihat kearah Gabriel yang ada dibelakangnya 

“maksud kamu?”
“Ify membutuhkan aku untuk selalu ada disampingnya ,dan aku juga punya tanggung jawab jagain dia.”jelas Gabriel, Shilla masih tidak mengerti apa yang dimaksud laki-laki yang telah ada di hadapannya kini.
“maksud kamu apa sih?”
“aku mau sikap kamu lebih dewasa kalau melihat kejadian kayak tadi bakal terulang.”
“Yel..”
“Shill,plis ngertiin aku.”
Shilla membuang nafas berat “aku gak bisa, Yel.”
“maksud kamu?”
“aku wanita, pacar kamu,kekasih kamu. Aku punya hal ngelarang kamu dekat dengan siapa aja termaksud Ify, jelas?”
“jadi?”Tanya Gabriel masih tak mengerti.
“aku cemburu ketika melihat kamu deket Ify itu hal yang wajar, bahkan sangat wajar. Jadi, kalau kamu gakbisa terima kecemburuan aku,lebih baik kita udahan aja.”ucap Shilla berat, tapi inilah yang harus dia katakana, ia harus tegas!
“Shill!”bentak Gabriel.
Shilla memberanikan diri melihat mata Gabriel yang tetap teduh itu meskipun ada pancaran amarah disana “aku egois yel, aku gak bisa dan gak akan pernah terima ngeliat pacar aku lebih merhatiin sahabatnya bahkan sampai ngebentak pacarnya sendiri demi sahabatnya, aku sakit! Kamu ngerti kan sekarang?”


-oOOo-


Rio mengacak-acak rambut Ify sambil tertawa mencoba menghibur semua kesedihan Ify atas kasus ShiEl 

“ah lo! Aneh-aneh aja, masa manusia jelek kayak lo bisa banyak yang suka?”canda Ify sambil menggelitiki perut Rio.
“ya dong,justru aneh deh kalo ada yang gaksuka gue, secara gue gitu loh!”narsis Rio.

Ify bergidik ngeri "idih,pede banget sih lo!"

"haha, bodo amat dah yang penting gue ganteng, emang elooo?!"
"what the... helooww! lo tau gaksih? hari pertama gue masuk Idol School aja gue udah banyak yang nembak tau?"
"oh ya? siapa emangnya?"
"siapa kek yang penting enak."ucap Ify asal.
"udah deh,ngaku aja deh lo kalo lo gak laku."
"enak aja lo, amit-amit deh kalo gue gaklaku mah."

namun di sela-sela candaan itu tiba-tiba hidung Ify memproduksi darah segar lagi, dan darah itu jatuh dengan mulusnya ke seprai putih rumah sakit itu.

"Fy...."lirih Rio ketika melihat bercak merah itu.

Ify melihat jelas bercak merah itu,hatinya bergemuruh, takut.
dalam hitungan detik penglihatan Ify tiba-tiba buram, dan dengan hitungan detik lagi semua menjadi gelap. Ify pingsan

BERSAMBUNG.....

Pesan

Nama

Email *

Pesan *

Penulis kece

  • Dewi Lestari
  • Esti Kinasih
  • Ilana Tan
  • Stephanie Zen
  • Windry Ramadhina

Blog Archive

YOU

Followers

Black Moustache

Pages

Blogger Templates