SPECIAL ABOUT US - CHAPTER XIII (Begin From Love)


baca Part sebelumnya yuk:-) 


BEGIN FROM LOVE



maksud lo apa sih, Yo?”


Rio mencoba menetralirsirkan nafasnya, pancaran mata nya penuh kemarahan dan membuat Gabriel begidik ngeri “maksud lo apa nyembunyiin penyakit Ify dari kita semua?!”
“hah?”
“gak usah bego lo! Lo sengaja kan nyembunyiin penyakit Ify dari kita semua? Apa lo mau Ify mati sebelum kita tau apa penyebabnya?”
“jadi.. lo udah tau?”
“SIROSIS! SIROSIS HATI YEL! ITU PENYAKIT MEMATIKAN!!!!!!!!!!!!!”geram Rio dan melayangkan 1 tinjuan lagi di pelipis Gabriel.
Gabriel berusaha bangkit dari duduknya “Yo…”
Rio membuang muka “gak nyangka gue Yel, maksud lo apa sih?”
“SORRY YO SORRY! GUE CUMAN MAU LIAT IFY NORMAL KAYAK KITA!!”

BUGGG

Sekali lagi Rio melayangkan hantaman keras , tapi naas tinjuan itu bukan mengenai Gabriel melainkan Shilla yang entah dari mana sudah ada disana menggantikan posisi Gabriel,

 “CUKUP YO CUKUPPP!!!!!!!!”Teriak histeris Shilla dengan berjuta linangan air mata membasahi pipinya, tak ada rasa perih yang ia rasakan akibat hantaman Rio tersebut padahal darah segar melintas tanpa malu menyusuri setiap jengkal wajah mulus itu, yang sakit sekarang hanya lah hatinya, sakit ketika harus melihat orang yang ia cintai terluka.
Gabriel menoleh ketika Shilla berteriak, gadis itu…… telah terluka, gadis itu menangis. Gadis yang ia cintai, sayangi dan pemilik hatinya harus terluka,menangis didepan matanya dan… ITU KARENANYA! 

“Shil…”lirih Gabriel sambil menundukan kepalanya tak sanggup melihat setiap inci wajah gadis yang sekarang ada dipelukannya kini.
Shilla tersenyum getir “kamu gapapa kan?”





Malam telah datang, Angin malam menggoda kulit dan perlahan masuk ke dalam tulang, bulan tampak hadir memancari semua umat dimuka bumi, hanya ada satu yang kurang, Bintang.
Seperti biasa bintang absen di indahnya malam, absen bukan berarti tidak hadir, melainkan hanya tertutup awan tebal.
Alvin keluar kamar dengan setengah menyeret tubuhnya memandang kearah bawah, sepi.tanpa Sivia,seperti malam mini tanpa bintang, Biasanya dari balkon ini lah ia dan Sivia sering teriak-teriak bersama, rumah mereka memang bersebrangan. 

“gue kangen lo , Vi.”lirihnya. entah dari mana tiba-tiba saja dewa fortuna ada dipihaknya, Sivia dengan secara ajaib telah ada didepan gerbangnya, berdiri disana tanpa menatap arah balkon.
Dengan cepat Alvin turun ke bawah dan membuka kan gerbang “Via…”lirihnya, Sivia menoleh dan langsung memeluk tubuh Alvin “gue kangen lo,Vin..” Alvin melepas pelukannya dan menatap Sivia nanar “jangan tinggalin gue,Vi!”ucapnya lalu mearik Sivia dalam rengkuhannya lagi, ia memandang langit tiba-tiba saja ada bintang, 1 bintang. Bintang itu adalah Sivia, yang ada dipelukannya kini 

jangan tinggalin gue Vi, gak akan bisa seorang bulan menerangi bumi tanpa ada energy dari si Bintang. Gak akan bisa seorang Alvin bertahan tanpa senyuman Sivia…



Rio berjalan meninggalkan Shiel ,aura murka masih jelas terlihat di setiap detail wajahnya, perasaannya campur aduk ketika mengingat kembali apa yang terjadi kepada Ify, lalu ia putuskan untuk kembali menemui Ify.
Ketika sudah sampai diruang rawat , ia menemukan Ify tengah menonton Televisi seulas senyum tergambar di bibirnya ‘ternyata dokter itu gak berbohong, Ify gak begitu parah’  dan menyambutnya dengan wajah bodoh

 “wiihh, si cowok narsis dateng!!”ucap Ify ceria, Rio tersenyum getir lalu berjalan mendekati Ify dan mencubit hidungnya 

“ternyata si cewek aneh ini udah bangun tooh!!”ucapnya seraya tak terjadi apa-apa, Ify tersenyum kecut sambil megap-megap akibat dari perbuatan Rio yang mencubit hidungnya sampai merah 
“Rioo!! Sakiittttt tauuu!!!” tanpa memerdulikan rengekan Ify, Rio mengambil obat yang terletak tas meja disamping tempat tidur Ify 
“minum obat dulu ya…” Ify heran atas sikap manis Rio, biasa nya cowok ini selalu mengejek,membentak dll. Kali ini tidak, ia melihat mata Rio tapi tak ada niat jahat disana, yang ada hanya pandangan ‘kasihan’ mungkinkah Rio hanya kasihan padanya? Entahlah, Ify hanya bisa bertanya-tanya dalam hatinya saat ini dan mencoba menikmati kebersamaannya dengan Rio, sebelum semuanya hilang.
‘gue harap lo kuat Fy!’batin Rio.
‘gue harap gue kuat!’batin Ify, dan kedua sejoli itu terhanyut dalam indahnya kebersamaan yang mereka rasakan sekarang,damai dan indah.



Agni terus memandangi foto dirinya bersama Rizky, lalu seulas senyum tertarik di bibir manisnya menikmati kenangan tempo dulu, Rizky adalah salah satu sahabat terbaik nya selain Cakka, sayangnya ia harus pindah ke jogja pas wisuda SMP Agni sediih banget harus menerima kenyataan bahwa pria yang menjadi sandarannya saat sedih pergi, tetapi sekarang berubah kesedihan itu sirna, Rizky telah ada bersamanya,disampingnya saat ini, tak henti-hentinya Agni senyum-senyum sendiri menikmati kebersamaan ini. 

“ni, kok senyum-senyum mulu sih?”Tanya Rizky heran sambil berusaha memfokuskan dirinya ke arah jalanan, Agni menggeleng lemah 

“gapapa kok. Hehe”ucap Agni sambil membenarkan posisi duduknya

“bye the way, gimana sekolah lo di Jogja?”Tanya Agni membuka percakapan, Rizky tampak berfikir “ya, gitu-gitu aja sih, gak ada yang istimewa abis gak ada lo sih.”gombal Rizky, aduh Rizky ini bikin Agni melting ajaaa, lalu mereka tertawa bersama,
“oh iya, sahabat lo yang namanya Cakka itu ganteng juga yya,”puji Rizky tulus, Agni menyunggingkan senyumnya lalu menepuk jidatnya “astaga! Cakka gue tinggalin!!”keluhnya pada dirinya sendiri, 

bego bego bego! Kenapa bisa sih Agni ninggalin Cakak, stupid banget!

Rizky menyirit heran “kenapa Ni!?”Tanya nya.
“BEGO BANGET SIH GUE, masa iya gue ninggalin Cakka!!!!!!!!”keluhnya lagi.
“loh? Bukannya tadi lo udah pamit sama dia?”
Agni heran “masa sih?”
“eh gatau juga ding, emang lu tadi pamit ya??”Tanya balik Rizky dengan begonia.

TUING.

Agni menoyor kepala Rizky “sekarang siapa yang bego?”

“gue.”ucap Rikzy kesal. Dasar nih cewe, ga berubah,masih aja ganas. Keluhnya dalam hati
Agni menepuk pundak Rizky pelan pukpuk puk! “bagus bagus lo sadar.”ucapnya girang “berenti ky!”suruhnya,
Rizky heran “kok berhenti ? emang lo pindah rumah?”Tanya Rizky heran, Agni menggeleng cepat 

“gak, gue mau nyusulin Cakka, bye ky! See you yaa!!”pamitnya dan mau gak mau Riky memberentikan mobilnya, membiarkan Agni menghilang dari balik kaca spionnya.



Cakka masih tetap ada di posisinya diam dan diam menunggu sesuatu yang tak pasti, Agni, padahal malam sudah menyapa dan gemuruh hujan hendak hadir, tapi tetap saja dia tak peduli, sambil mengaduk-aduk tehnya Cakka mendengus sekali lagi
 “aish,masa iya sih gue di tinggalin? Ngenes.”ucapnya singkat,

Pluk!

Cakka terkejut, seperti ada yang menepuk pinggangnya, lalu ia menoleh didapatinya Aren berdiri disana tersenyum kepadanya 

“Aren?”Tanya nya heran masih tak percaya dengan kebetulan yang ia alami,
Aren nyengir “eh elo, gak nyangka bisa ketemu disini.”ucapnya berusaha ramah dan berusaha juga tak mengingat semua tentang masa lalu mereka.
“hehe, sama gue juga, gimana kabar lo?”
“hemm, fine aja. Lo?”
“same, hubungan lo sama si cowok kemarin?”
Aren menggeleng lemah, matanya mulai berair, 

Cakka heran 

“ren?”Tanya nya memastikan bahwa Aren akan baik-baik saja, tiba-tiba dengan gerakan cepat Aren terjatuh dalam pelukan Cakka menangis didalam dekapan tubuh berbadan bidang tersebut 

“dia jahat!!!!!!!!!!! Dia ninggalin gue kka, dia pergi sama laki-laki lain!!hikss..”tangisnya, 

Cakka yang tak tau harus berbuat apa mulai membelai rambutnya dan sedikit demi sedikit membalas dekapannya

“gue… gue mohon lo kembali sama gue kka maafin guee, hikss..”tangisnya lagi, Cakka menggeleng lemah “maaf ren, hati gue bukan buat lo lagi, maaf.”
Aren melepaskan pelukannya menatap Cakka 

“ta.. tapi kka.”

Cakka tersenyum bijak “if you play drama, you can get karma, ren.”ucapnya bijak, 

Aren mengangguk-angguk membenarkan semua perkataan Cakka dan menyesali semua yang terjadi, 

“iya kka, gue tau dan maaf gue udah nyakitin lo.”
“no problem, justru gue bersyukur, berkat lo kayak gitu gue bisa tau siapa yang tulus mencintai gue siapa yang engga.”
“maksud lo?”
Cakka tersenyum lagi “gak kok,gak ada maksud apa-apa,”
Aren mengangguk “boleh gue peluk lo, hmm untukk.. yang terakhir kali?”Tanya nya gugup.

Cakka mengangguk pasti

 “anytime lo butuh dekapan gue untuk ngilangin rasa sedih lo, gue siap.”ucapnya , 

tanpa membuang waktu pun Aren langsung memeluk Cakka lagi, kali ini dengan erat, sangat erat. kedua sejoli ini tak menciptakan jarak lagi diantara mereka, hanyut dalam pikiran masing-masing, sampai mereka tak menyadari ada sosok gadis yang memerhatikan mereka dari kejauhan dengan linangan air mata, dengan semua tenaga yang ia punya. walaupun ia tak mendengar dan tak mengerti apa yang mereka- Cakka dan Aren- bicarakan tapi ketika melihat pemandangan itu sudah mampu membuat hatinya hancur berkeping-keping,dan gadis itu adalah Agni.


To Be Countineud.....

Pesan

Nama

Email *

Pesan *

Penulis kece

  • Dewi Lestari
  • Esti Kinasih
  • Ilana Tan
  • Stephanie Zen
  • Windry Ramadhina

Blog Archive

YOU

Followers

Black Moustache

Pages

Blogger Templates