SPECIAL ABOUT US - XV (THE FINNALY)

Baca Part Sebelumnya yuk:)

SPECIAL ABOUT US- DONT GO!


Tak ada kisah tentang cinta,

Yang bisa terhindar,
Dari ….. air mataa

Besoknya…

Ify sudah masuk sekolah, sebenarnya dokter Dave tidak mengizinkannya, tapi apa boleh buat anak itu terus memaksa dan akhirnya Dave luluh juga,ketika ia melangkahkan kakinya keluar mobil Gabriel mencegah tangannya 

“gue mau lo jaga kesehatan lo, Fy!”nasihatnya, Ify tersenyum lalu mengangguk dan membuka pintu Jeep tersebut lebih lebar, seperti biasa Gabriel langsung dengan sigap sudah ada di sampingnya, anak-anak putri pun meneriakkan teriakan atas kekaguman pada sosok Gabriel Ify mendelik 

“dasar! Udah hampir 6 bulan tetep aja tuh fans lo ngejar-ngejar lo mulu.”keluhnya, Gabriel hanya tersenyum dan membawa Ify ke-kantin.







Walaupun masih pagi, tapi tetap saja kantin selalu ramai pengunjung, kantin memang mempunyai daya tarik sendiri bagi manusia, selain menyediakan makanan juga kantin berfungsi sebagai tempat nongkrong paling enak saat jam pelajaran kosong ataupun saat belum dimulainya pelajaran, itu juga yang di rasakan oleh CRAG DAN SISA.
Gabriel langsung mengambil tempat duduknya di dekat Shilla sedangkan Ify hanya bisa diam, sebenernya ada bangku kosong sih yaitu di samping Rio, cowok yang menyatakan cintanya kemarin dan di tolak Ify secara mentah-mentah!
Rio menyadari gelagat Ify itu lalu ia berkata 

“sampe kapan lo mau berdiri?”


Ify masih bungkam seribu bahasa
Lalu Rio berdiri dari tempat duduknya 

“kalo alesan lo garagara gue, gue pergi, lo boleh duduk.”ucapya lalu berlalu begitu saja dari hadapan Ify.

Sakit.

Itulah yang di hadapi Ify saat ini, ia tak tau harus melakukan apa.
Ia hanya bisa diam dan diam, mencoba untuk tidak mensesali keputusannya.

“Ada apa sih Fy?”Tanya Sivia tiba-tiba setelah melihat perang dingin RiFy.
“gapapa.”jawab Ify singkat lalu melangkahkan kakinya pergi mencari angina segar di sekolahannya itu, yaitu di taman.




Setelah sampai di taman ia hirup semua oksigen yang ada disana dengan kuat-kuat dan membentangkan kedua tangannya, 

“Damaiii…”lirihnya.
“ternyata radar lo sama radar gue cocok ya.”Ify tersentak mendengar perkataan dan suara itu, bukan hanya perkataan nya yang sanggup membuat hatinya mencelos, tetapi juga suaranya.. suara yang akrab dengan telinganya, suara yang ia rindukan.. suara Rio.






Ify masih mematung dihadapan Rio pandangan nya lurus ke depan tetapi pikirannya melayang kemana-mana, raga nya berdiri di depan Rio tetapi Rohnya entah ada dimana, hampa.

“gue kira dengan lo nolak gue persahabatan kita gak akan putus.”ucap Rio to the point.
Ify menghela nafas nya bentar. 

“lo salah, lagian gue ga sudi berteman sama lo.”
“dengan lo ngehindarin gue?”
“memang seharusnya kita jaga jarak kan? Dari awal bukannya elo yang jutek duluan sama gue,”

Rio menatap Ify tak percaya 

“jadi lo mau balas dendam sama perlakuan gue Fy?”
Ify tersenyum getir. 

“akhirnya lo sadar.”ucapnya, ia menunduk berusaha untuk mendinginkan matanya yang sudah mulai panas.
“kenapa?”
“orang mencintai seseorang aja ga butuh alesan, dan gue juga seperti itu sama lo. Gue membenci lo tanpa alasan.”lirihnya
“lo gila!”

Ify menyunggingkan senyum meremehkan 

“gue gila karena mencintai gadis egois kayak lo.”
Ify terdiam 

“gue gak egois!”
“lo egois, lo menyuruh orang membenci lo, lo egois banget!”

Ify menduduk air matanya hampir tumpah 

“lo gak tau apa-apa , Yo.”
Rio terdiam sebentar “apa ini gara-gara penyakit lo?”

Ify mendongak tak percaya apa yang dikatakan oleh Rio. Bagaimana dia bisa tahu?

“ap.. apaa?”Tanya nya, air mata nya mulai jatuh.

Rio kaget melihat butiran air mata itu 

“jangan nangis ,Fy, gue gak mau orang yang gue sayang nangis.”
“dari mana lo tau penyakit gue?!”Tanya Ify tanpa memerdulikan perkataan Rio.

Rio menghela nafas bentar 

“dari mana pun itu,ga penting buat lo.”
“jawab! Dari mana lo tau itu!!”
“ga penting!”
“kalo kayak gitu, lebih baik lo buang rasa cinta lo buat gue.”


Rio melongo ga percaya 

“apasih maksud lo?”


Ify tertawa miris 


“ahahaha, lo tuh sebenernya ga tau kalau cinta itu apa.”

Rio masih tak mengerti.
Ify menghela nafas berat 

“apa yang lo rasain itu bukan cinta, itu cuman kasihan.”
“sebenernya lo yang gak tau cinta Fy! Tau apa lo tentang cinta kalau di hati lo sendiri gak ada cinta yang tertanam!”
“cukup!”


Tapi sayangnya Rio tidak mendengarkan perkataan Ify

 “bagaimana bisa lo tau arti cinta fy? Apa lo pernah pacaran? Lo pernah rasain cinta itu? Lo terlalu baik, ada saatnya lo harus egois, gue mencintai lo. Bukan mengasihani lo.”


Ify terunduk tak tau harus berkata apa lagi, semua perkataan Rio bersaha ia sangkal, tapi tak bisa . hati kecilnya selalu membenarkan perkataan demi perkataaan yang keluar tanpa dosa dari mulut itu.
Honestly, hatinya sakit ketika membohongi dan menyangkal hatinya seperti ini, tapi apa daya, dia hanya tak ingin semua orang menangis karena dia di suatu hari nanti, menangisi kepergiannya, tidak. ia tidak mau! lebih baik semua orang membencinya dari pada harus menangisinya, sesuatu yang tak akan ia maafkan jika itu terjadi.
Ia menatap Rio lekat-lekat 


“lo gatau ap-apa yo! Dan gue mohon jauhi gue mulai sekarang.”mohon Ify sambil menundukan kepalanya “semakin lo nyuruh gue ngehindarin lo, semakin itu juga gue akan deketin lo Fy, semua agama gak ada yang memperbolehkan umatnya memutuskan hubungan silaturahmi dengan sesama manusia."ucap Rio, mendadak Ify tertegun mendengar ucapan itu. 


“Dan satu lagi, lo gak akan pernah tau cinta kalau lo ga ngerasain cinta itu sendiri.”
“Gue tau tentang cinta!dan lo gak tau itu Yo!”

Rio memandangi Ify tajam 

“kalau gitu ajarin gue arti cinta itu!”

belum sempat Ify menjawab Rio sudah meninggalkan Ify sendirian ditaman, Ify tertunduk berusaha mencerna semua perkataan Rio dengan akal sehatnya.





Namun ku coba ,
Menerima hatiku membuka..
Siap untuk… terluka.


Sivia masih asyik bercekrama dengan Alvin disepanjang koridor, ya Mereka telah bubar dari kantin akibat kasus RiFy, tiba-tiba entah dari mana Ray telah ada disamping mereka dan menyikut pinggang Alvin 


“awww! Sakit bego!”kesal Alvin sambil menjitak kepala Ray dengan kasar, Ray hanya nyengir tanpa dosa 

“kalian udah baikan? Trus hubungan kita Vi?”Tanya Ray dengan nada pura-pura sinis. Alvin mencelos baru sadar bahwa cewek ini masih mempunyai hubungan khusus dengan Ray, astaga! Jadi Alvin… jadi selingkuhan?! Ga nyangkaa!!!! Sivia tertawa geli menanggapi pertanyaan konyol Ray, hubungan? Hubungan apa coba? Hahaa,

 “Alvin ku sayang….”ucap Sivia sambil setengah menggantungkan perkataannya, Alvin berpikir sejenak, sayang? What? Jadi gue udah dianggap sayang? Senangnya diriku! 

“gue sebenernya sama Ray itu cuman pengen ngebuat lo cemburu aja kok, huahahaha.”tawa Sivia menggelegar. “what?!”

Pletak!

“gausah sok inggris deh, nilai Inggris lo sama gue masih bagusan gue kemana-mana!”sungut Sivia setelah dengan sukses menjitak kepala Alvin sedangkan Alvin hanya bisa menatap Sivia jengkel ‘sadis!’gerutunya dalam hati 

“hehe, maaf ya Vin abis kan waktu itu gue lagi kesel banget sama lo, jadi gue kerjain lo aja sekalian!”
Alvin mengkel 

“sialan lo ya! gue udah nangis-nangis gara-gara elo tau gak?”kata Alvin keceplosan beberapa detik kemudian Alvin menutup mulutnya, sial! Sivia menatap Alvin tak percaya 

“lo…HAHAHAH CIYE!!”

Alvin terdiam berusaha menyesali mulutnya yang ga bisa direm itu 

“jadi lo sekarang…single?”Tanya Alvin gugup, Sivia mengangguk cepat.
“YEEESSSS!!!”sorak Alvin kegirangan, 

Sivia mendelik kenapa sih ni anak?

“kenapa lo?”
“lo single kan? Ya gue seneng!”

Sivia mengembuskan nafas bete “

iya dan bentar lagi gue bakal taken tau.”

Alvin menghentikan aktivitasnya dan menatap Sivia lekat-lekat 

“serius?”
“Ya….. gimana yaaa? Kan yang suka sama gue banyak jadi….”
“gak! Lo gaboleh taken!”protes Alvin cepat
“dih! Siapa lo ngatur-ngatur gue?”
“calon pacar lo.”ucap Alvin sekenaknya
“masih calon kan? Jadi gapunya hak!”

Ray yang melihat perdebatan tanpa buntut itu kesal sendiri jadinya 

“lo berdua mau bilang ‘lo mau gakjadi pacar gue’ aja ribet banget sih!”kesalnya
“DIAM!”kata Alvin dan Sivia berbarengan, 

Lalu keduanya saling menatap satu sama lain dan sedetik kemudian tawa mereka meledak 

“aahhahahha,kompak!”ujar mereka –Alvin dan Sivia- kompak
“kompak itu berarti jodoh kan?”Tanya Sivia memancing Alvin
“berarti…”Ucap Alvin sambil menggantungkan perkataannya diudara
“LO JODOH GUE!”ucap kedua sejoli sarap itu berbarengan
“Vi…”ucap Alvin, oke sekarang serius. Batinnya.
“Yaa?”Tanya Sivia dengan nada hmm sok imut.


Tiba-tiba Alvin berjongkok, dan membuat Sivia kaget termaksud semua siswa-siswi yang berjalan dikoridor tersebut, mereka mengurungkan niatnya dan memilih untuk memerhatikan AlVia


“Vin, lo ngapaiinn?”Tanya Sivia gugup, tak enak juga loh jadi bahan perhatian kayak gini.

Alvin malah menggeleng cepat dan tetap berlutut di hadapan Sivia 

“lo mau gak jadi pacar gue?”Tanya Alvin to the point, ajibb! 

Gak ada romantic-romantis nya sama sekalii bagi orang yang melihatnya, tapi bagi Sivia? Itu hal ter-romantis yang pernah ia lihat.

Deg.

Jantung Sivia serasa berhenti berdetak.

“Lo…”lirih Sivia setelah 1 menit kemudian

Alvin lama-lama bete juga nunggu jawaban Sivia yang lamanya setengah abad itu, tau gaksih si Sivia ini kali Alvin juga deg-degan setengah mati nunggu jawaban dari dia, malah diliatin lagi.


“terimaa!! Terimaa!!”sorak-sorai para siswa-siswi yang melihat adegan romantic ini.
Bukan cuman siswa-siswi doang yang ngeliat bahkan para guru juga diam-diam ngintip dari jendela ruang guru adegan ini, Shilla senyum-senyum sendiri melihat Alvin dan Sivia. Ify juga ikut tersenyum, Agni apalagi. Semuanya bahagia, walaupun Sivia masih menggantungkan jawabannya.


“lama banget sih jawabnya!”ucap Alvin mengkel gara-gara kelamaan nunggu.

Sivia melotot 

“he! Sabaran dikit kek.”
“lo kelamaan Vi!”
“oke oke, gue mau jadi pacar lo!”ucap Sivia jutek sambil memutar bola matanya.
“apa apa? Gue ga denger?”Tanya Alvin pura-pura budek.
“ALVIN JONATANN!! GUE MAUU JADI PACAR LO! PUAS?!”
Alvin tertawa 

“PUASS BANGETTT!! HAHAHA, THANKS YA VIII!!”ujar Alvin kegirangan sambil membawa Sivia dalam rengkuhannya.
“Ciyeee….prokprokprokk!”


Shilla terharu sambil bertepuk tangan melihat adegan itu, Agni hampir menangis, sedangkan Ify hanya diam menatap kebahagiaan mereka lekat-lekat, senyuman tipis terukir pada bibirnya 

“akhirnya lo punya happy ending Vi.”lirihnya pelan. Sangat pelan, sampai-sampai hanya dirinya dan angin yang bisa mendengar itu.





Cinta tak mungkin berhenti,
Secepat saat aku jatuh hati,
Jatuhkan hatiku kepadamu

Gabriel sama Shilla masih asik ngobrol ketika sudah sampai kelas 

“tadi Via Alvin lucu ya gab!”kagum Shilla, Gabriel hanya tersenyum 


“kamu mau kita kayak gitu?”
“eh?”
“haha, jujur mau gak?”
“apaan sih yel!”
“yaudah deh kalo gamau jujur gajadi.”
“gajadi apaa?”
“gajadi ajak balikan.”
“yahh..”
“tuhkan.”
“hehehhe,”
“beneran nih mau balikan?”


Shilla mengangguk malumalu.


“aaaa!! I love you Shilll!!”ujar Gabriel kesenengan.






Hanya kamu yang bisa,
Bisa membuat ku rela,
Rela menangis karena mu..

Bel pulang sudah berdentang Cakka berlari menuju parkiran tiba-tiba disana sudah ada Rizky yang menunggunya dengan tangan yang dilipat didadanya menatap Cakka secara sinis.


“ngapain lo disini?”Tanya Cakka ketus dan memandang balik Rizky dengan tatapan tak kalah sinis.
“gue mau buat penawaran!”
“maksud lo?”


Tiba-tiba Rizky menyodorkan handphonenya kearah telinga Cakka 

“denger!”perintahnya.

Cakka mulai mendengarkan baik-baik ketika suara dihandphone itu mulai keluar, Cakka terdiam, astaga! Suara itu seperti orang sedang menangis, menangis dalam pilu 

gue mencintai dia ky, gue gabisa hidup tanpa dia. Dia orang yang udah menyemangati gue ketika lo pergi…”

Skakmat! Itu suara Agni!

tapi dia udah menyakiti lo ni, sekarang gue ada disini, apa lo mau jadi pacar gue?”

Cakka memandang Rizky sinis ketika kata-kata itu berakhir, apasih maunya cowok ini?

gak bisa, gue mencintai Cakka tulus, meskipun itu harus mengorbankan perasaan gue sendiri, gue ikhlas asalkan dia bahagia.”


Klik.


Tiba-tiba Rizky menghentikan rekaman itu dan memandang Cakka dengan tatapan meremehkan, 

“jadi gimana? Lo mau terus menerus menyakiti Agni atau….. Agni buat gue?”
“menyakiti apaan sih ky?”Tanya Cakka tak mengerti.
“cih! Gausah pura-pura bego lo! Malem itu Agni liat lo pelukan dengan mantan lo yang kegatelan itu! Dia rapuh disitu,asal lo tau ya, gue cinta sama Agni, kirain gue dengan adanya lo bisa menyemangati dia dan bikin dia tertawa dari situ gue udah melepaskan Agni buat lo, tapi apa ini? Lo bikin dia nangis!”


Cakka masih terdiam menutar semua memorinya.


“Lo kejar Agni? Atau Agni buat gue?”Tanya Rizky sekali lagi.
“dimana dia sekarang?”Tanya Cakka tajam.


Rizky tersenyum kali ini bukan senyuman sinis tetapi tulus “dia bilang ke gue dia mau ke toko buku gak jauh dari sekolah ini.”
Sedetik kemudian Cakka sudah berlari menuju mobilnya dan menstater lalu pergi menyusuri jalan meninggalkan sekolah, Rizky tersenyum lagi melihat bayangan mobil tersebut semakin menjauh 

“lo pantes dapet kebahagiaan ni.”lirihnya.




Cakka terus mencari Agni dalam setiap rak yang ada , akhirnya ia telah membuat keputusan ia harus mengejar Agni! Ia cinta sama Agni ! ia tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini!
Lalu akhirnya ia dapat bernafas lega ketika menemukan Agni ada di rak sport sedang membac segala macam buku-buku yang berkaitan tentang olahraga, bidang yang ia sukai.


“Ni..”panggil Cakka, Agni menoleh dan kaget ketika mendapati Cakka sedang menatapnya, lalu tanpa disangka Cakka Agni langsung meletakkan bukunya dan berlari sekuatnya , ia tak mau bertemu dengan Cakka, ia belum siap untuk menangis lagi, ia sudah berjanji kepada dirinya untuk tidak menangis karena cinta ia tak mau mengingat memori yang sangat menyakitkan seperti kemarin ia tak mau!


“Agniiii!!”teriak Cakka sambil mencoba mengejar Agni, tapi nihil Agni berhasil kabur dan Cakka juga tak gampang menyerah ia terus berlari mengejar Agni sampai akhirnya Agni sudah ada di seberang jalan umum, berlari disana, Cakka mencoba menyusulnya, tapi tanpa disangka ada sebuah truk besar berjalan dengan kecepatan tinggi dihadapan Cakka dan…


BRAKKKKKKK!!!!!


Agni tertegun mendengar suara hantaman itu, ia membalikan badannya sambil berdoa berusaha tidak terjadi apa-apa kepada cakka, tapi sayang yang ia dapati hanya lah orang-orang yang berkumpul pada satu titik, Agni berlari kearah kerumunan itu, hatinya mencelos ketika melihat siapa gerangan yang menjadi pusat kerumunan itu 


“CAKKKAAAAAA!!!!!!”teriaknya ketika ia melihat Cakka –yang menjadi pusat kerumunan itu- Agni terjatuh dan menangis sekuatnya melihat Cakka bersimbah darah terlempar sejauh 2 meter, dan itu semua karena Agni.



To Be Countineud.........

Pesan

Nama

Email *

Pesan *

Penulis kece

  • Dewi Lestari
  • Esti Kinasih
  • Ilana Tan
  • Stephanie Zen
  • Windry Ramadhina

Blog Archive

YOU

Followers

Black Moustache

Pages

Blogger Templates