There Brave Beside Affraid - 1

saya bawa cerbung baru -again- dari FBFC tempat saya jadi Admin, hehe:-) Special About Us kan udah kelar (tinggal ngepost ulang kesini)Enjoy ya, Ini RiFy loh.

Author: Lidang Sinta Mutiara
Tittle: There Brave Beside Affraid


--Hai, perasaan--


Mata Shilla masih terus menatap layar computer dan tidak sama sekali berkedip, aku terheran-heran dan kagum dengan sosok ambisius itu,bahkan demi mendapat informasi akurat seakuratnya untukku dia rela tidak tidu rhanya untuk mendapatkan informasi tentang masa depanku.

“IFYY!!”teriak Shilla mengagetkanku,
aku hanya berdehem tak jelas menanggapi panggilan itu

“IFYYY!!!!!!”teriaknya sekali lagi, kali ini tentu saja lebih keras, aku akhirnya bangkit dari tempatnya dengan malas-malasan.

“ada apasih?”Tanya ku tanpa dosa, Ashilla menghela nafas bentar bola matanya diputarkannya membuat setiap orang yang melihatnya pasti akan takut, tetapi bagiku itu adalah satu hal yang sangat konyol dan mampu membuatku terkikik geli

“liat liattt!!!” ucap Shilla dengan semangatnya sambil menunjuk-nujuk arahpointer computer aku mensipitkan mataku lalu membacanya sebentar.

“AHHH!! SERIUSAN INI??? OMAIGOT IMAIGOTT!!”ucapku girang, ahyang benar saja? Aku di terima sebagai mahasiswa UGM! YEAYYY!!!!
Shilla terkekeh hebat melihat reaksi ku

“that’s mean! Kita 1 kampus Shill, yeye!”ucapnya kegirangan, ku banting tubuhku ke kasur, ah aku sudah tak sabar menunggu hari itu, hari dimana aku di cap sebagai mahasiswa,hari dimana aku bisa menemukan cowok idaman ku,ah sudah lah cowok? Lucu.
Shilla menatap ku tajam “areyou fine?

ku menggangguk “fine, I just cant believe this moment!
Shilla mengangguk “aku juga ga percaya kita udah Kuliah aja,rasanya baru kemaren aja kita di MOS dengan pakaian compang camping dan---“
“dan kita sekarang bakalan jalani MOS itu lagi tetapi dengan perbedaan nama yaitu OSPEK!” potong dan jelas ku cepat, Shilla terkekeh geli mendengar tuturan kata ku
“dan aku harus meninggalkan Cakka?”Tanya nya sedih.
come on babe! Cuman Jogja kok.”hibur ku

Shilla menyambar bantal yang ada di sampingnya dan membanting tubuhnya di sebelah ku.

“dan lo.....sama Iel?”

Aku tersentak mendengar pertanyaan Shilla yang lebih milik pernyataan itu, apa maksudnya? Iel? Cowok itu bahkan sudah tak tau masih hidupatau tidak, aku terkekeh geli mendengarnya, Shilla menyirit heran karena reaksiku yang membuatnya bingung,

“kok ketawa sih?”Tanya nya.

Aku terdiam menghentikan tawa ku dan memandanginya lurus.

“lo tau apa ini?”Tanya ku sambil mengambil pulpen, Shilla mengangguk,kemudian aku langsung mengambil sebuah kertas putih dan menunjukannya kepada Shilla

“kalo ini?”Tanya ku lagi.
Shilla mendengus kesal lalu mengangguk lagi.

“kertas ini ibarat kan hati gue Shill, kosong dan hampa kalau tidak ada pulpen yang mengisi kertas ini dengan coretannya. Puplen inituh ibarat Iel yang entah kapan mampu mengisi lembaran hati gue, tapi yangperlu lo ingat Shill, bahwa nyatanya Gabriel ga pernah ngisi dan sudi buatsumbangin coretan itu ke hati aku Shill… bahkan aku aja ga tau dia dimana sekarang.”jelas ku dengan lesu,Shilla menghampiri ku dan mengelus pundak ku
“sabar Fy sabar, udah ah kenapa jadi mellow gini sih? Kita harusnya kan happy!”




Aku langkahkan kaki ku dengan cepat menyusuri setiap koridor dengan cepat, saking cepatnya tubuhku bertabrakan dengan sosok tinggi dan kekarberpakaian bebas

“so..sorry.”ucapku dengan kepala masih tertunduk, tiba-tiba sosok tubuh kekar tersebut menggapai tanganku
“Fy…”panggilnya
Mulutku ternganga abis-abisan melihat siapa gerangan yangmenyebut nama ku tersebut,

“Iel?”

Dia tersenyum 

 “maulegalisir ijazah juga?”Tanya nya sopan.

Aku mengangguk.

“bareng yuk.”ajaknya, dan aku mengangguk lagi.

Dia berjalan duluan didepan ku entah mengapa aku senang sekali melihatnya sedekat ini,jantungku rasanya berdebar kencang, bahkan arah gerak jalan ku yang teratur sekarang lebih mengarah ke tidak jelas, sepertinya aku benar-benar jatuh cinta pada dia.




kamu masuk Universitas mana Fy?”Tanya nya memulai pembicaraan saat kami sudah selesai meng-legalisir ijazah kami, aku menghirup nafas dalam-dalam mencoba menetralisirkan degub jantung yang berdetak 100 kali lebih cepat dari sebelumnya, apakah mungkin ini seorang gabriel? Dia menanyakansesuatu kepadaku? Ini bukan mimpi kan?
Aku berjalan beriringan dengannya, ah bukan melainkan dia yang didepan ku sambil memegang ranselnya dan memasukan salah satu tangannya disaku celananya, dia pria tampan yang pernah ku temui, ralat. Pria tertampan yang pernah ku temui setelah ayahku, tubuhnya yang bidang dan sedikit bertototefek dari kegiatannya yang rutin nge-gym,rambut spyke nya, alis tebalnya dan bibirnya yang merah merona pertanda bukan perokok.

“aku masuk UGM yel.”ucapku sambil mensejajarkan langkahnya.
Dia berhenti, aku hampir saja tertubruk tubuhnya.

“kok sama?”ucapnya, mulutku ternganga kok sama? Maksudnya dia….
“kamu di UGM juga?”

Dia mengangguk.
Aku hampir saja melompat kegirangan saat mendengar kabaritu.




Setelah meng-legalisir Ijazah aku memutuskan untuk pergi kekantin sambil membaca novel yang baru saja aku beli di toko buku kemarin, akumenyenderkan tubuhku ke bangku kantin dan mulai membaca, ketika sedang asyik membaca tiba-tiba saja aku merasa haus dan me-minum orange juice yang belum sama sekali aku sentuh dari tadi, kuarahkan mata ku ke jalanan, terlihat hiruk-piruk anak SMA yang sedang sibuk mengurusi ijazah mereka masing-masing,tiba-tiba aku melihat sosok yang tak asing bagiku…
Entah mengapa ada rasa sesak yang menyirami disetiap jengkaldarah ku, ya Tuhan, katakan ini bohong? Tiba-tiba hatiku mencelos saat melihat Iel dengan sahabatku sendiri, Shilla berjalan berbarengan di taman, sambil berpegangan tangan….


● ● ● ● To be Countineud ● ● ● 



Pesan

Nama

Email *

Pesan *

Penulis kece

  • Dewi Lestari
  • Esti Kinasih
  • Ilana Tan
  • Stephanie Zen
  • Windry Ramadhina

Blog Archive

YOU

Followers

Black Moustache

Pages

Blogger Templates