Step Brother Lover - 2

Tittle: Step Brother Lover
Author: Lidang Sinta Mutiara


Sebelumnya: Step Brother Lover - 1


Step Brother Lover - 2


“coba saja kalau berani.”ucap pria itu dan melenggang pergi meninggalkan Ify, sedangkan Ify hanya bia mencak-mencak ga jelas melihat reaksi cowok yang meninggalkannya “STUPIIIDDD!!!!!!”teriaknya geram


-oOOOo-


“kamu besok mulai ke kampus ya Fy.”terang mama nya saat mereka sedang makan malam, Ify yang sedang menyendoki nasi menghentikan gerakannya secara mendadak, kemudian menggeleng “adaptasi aja belum,mom.”jelasnya.
“justru itu, biar kamu bisa adaptasi.”
whatever.”jawab Ify singkat.
“kamu juga bakal  kampus sama calon kaka kamu loh sayang,”


Ify tersedak waktu mendengar kata ‘calon kaka’ dengan cepat Gina mengambil air dan menyerahkannya ke Ify “uhuk… calon kaka? Siapa?”Tanya Ify heran, Gina menyergai dan menatap kearah Zeth.

Zeth yang mengetahui Sinyal Gina langsung memanggil anak laki-lakinya tersebut “Rio…..”panggilnya, Ify menoleh ketika mendapati cowok tengil yang tadi bertengkar padanya melangkah masuk memasuki ruang makan , nafasnya tercekat tak bisa membayangkan kalau perang dunia ke 3 akan dimulai saat ini juga.

“Kamuu!!”pekik Ify histeris.
“Looo!”pekik pria yang berjalan kearah meja makan itu, Ify memutar bola matanya kesal ternyata ini toh ‘calon kaka’ yang di banggakan Ibunya tersebut.
“emangnya dia ganteng yah ,mom?”Tanya Ify dengan nada sedikit menyindir.
“udah item,pesek, alis ketebelan, idup lagi ewh,”lanjut Ify dengan nada meledek.

Rio terkejut dengan penghinaa Ify

Gina terkekeh “woh jelas dong Fy, liat tuh alisnya tebel, idungnya walaupun pesek tapi pesek imut,trus item manis Fy, trus----“ ucap Gina semangat, Ify tak mendengar kalimat terakhir karena bagi Ify kalimat itu ga penting dan ia hanya menganggap kalimat itu seperti TV rusak.

“----bener kan nak Rio?”Akhirnya Gina menyelesaikan kalimatnya dengan  bertanya kepada Rio-pria yang berjalan itu-  Rio tertawa puas dengan pernyataan Gina lalu tersenyum licik “iya tante.”
Gina menepuk pelan pundak Rio “jangan panggil tante, panggil Mommy saja.”

Ify melotot “GAK BOLEH!”

“lo kenapa Fy?”Tanya Gina heran.
“panggilan itu cuman boleh buat aku Mom!

Gina tersenyum “well, kamu terserah mau manggil saya apa nak Rio. Abis Ify susah di bilangin.”
Ify manyun abis-abisan “lagian Mom, mana bisa sih orang Indonesia mengeja kata Mommy dengan baik dan benar?!”sinis Ify, Gina menepuk pelan bahu Ify
“Kamu sadar diri Ify, kamu juga orang Indonesia jangan sering melecehkan gitu dong.”terang Gina,
Rio terkekeh pelan “gak apa-apa kok tante, saya manggil tante dengan sebutan ‘mama’ saja.”ujarnya kalem,

Gina tersenyum puas “indah sekali! Ah iya, M-A-M-A! Bagus kan Fy?”ucap Gina sambil memandang Ify, Ify membalasnya dengan muka sewot “tau ah,Mom!”ucapnya lalu melangkah pergi ke kamarnya yang terletak di lantai atas.

“Gina, apa kamu ga merasa sudah keterlaluan sama Ify?”Tanya Zeth khawatir ketika melihat muka masam 

Ify pergi meninggalkan ruang makan.

Gina menggeleng pelan “gak apa-apa Mas, lagian dia udah terlalu sering di manjakan, sekali-kali harus di kerasin supaya kelak bisa jadi anak yang berguna.”
Zeth mengangguk mengerti “oke kita lanjutkan makannya.”


-oOOo-


Sementara Ify hanya bisa mengumpat,memaki, dan mengomel sepuasnya di dalam kamarnya “daddy kenapa cepet banget sih perginya?”

mommy juga sih yang ga jaga daddy waktu dia masih hidup.”
“arrgghhh! Kenapa sih hidup ini ribet banget? Punya kaka tiri tapi kayak gitu errr!!”rutuknya.

Ify membalikan badannya untuk mengambil boneka stitch kesayangannya “andai aja gue masih di Las 
Vegas…”


Lalu ia memejamkan matanya sesaat, entah mengapa walaupun ia sudah memejamkan matanya seperti ada yang mengawasinya dari jauh, perlahan Ify membuka matanya dengan berat dan mendapati Rio tengah memerhatikannya dengan garang, Ify terdiam tak tahu harus bagaimana, toh ngapain juga ia bertanya? Bukankah pria itu yang butuh dirinya?


“ada apa step brother? Tanya Ify kehabisan kesabaran ketika ia sudah menunggu Rio untuk menjelaskan maksud kedatangannya tetapi yang di dapatkannya Pria itu hanya diam dan diam, membuat Ify semakin jengkel saja di buatnya.

“berhenti memanggil gue dengan sebutan itu!”desis Rio.

Ify mengangkat bahunya dan menghela nafas kesal “well,bukannya kita ini emang saudara tiri yaa?”ucap Ify dengan nada sedikit manja dan menaik-naikan alisnya.

“CALON!”ralat Rio.
“mau calon kek, mau mantan kek, intinya cepat atau lambat kita tetep jadi saudara tiri!”
“kenapa sih tiba-tiba lo jadi pro ke ortu kita? Apa bener yang gue bilang, kalau kalian cuman mau harta bokap gue doang?”
“rendah sekali pemikiran anda.”desis Ify mulai kehabisan kesabaran.
“denger ya!kalaupun aku pengen ngerebut harta kamu, aku ga bakalan buang-buang waktu di keluarga kalian, di Las Vegas banyak kok yang lebih kaya dari ayah kamu! Lagian kenapa sih? Kenapa kamu ga relain aja orang tua kita jadi satu.”lanjutnya lagi
“gue gabisa nerima mama selain mama gue.”
“apa kamu fikir aku bisa? Aku jauh lebih tersiksa. Tapi apa boleh buat, kebahagiaan mommy adalah kebahagiaan ku juga.”
Rio mengangguk “ya… benar kata lo.”ucapnya lemas.
“oke, sekarang kamu ngapain kesini?”Tanya Ify akhirnya.
“gapapa kok,cuman tadi kebetulan lewat eh tiba-tiba mata gue nangkep ada yang salah gitu deh di knop pintu.”
“salah?”Tanya Ify menyirit.


Rio tertawa sinis “well, dengerin gue ya Ify, actually, this is my bedroom dan lo kenapa dengan beraninya ngehias knop pintu itu dengan gambar sticth yang menjijikan?”

“Oh, ini room  kamu?? Ahaha, sorry gak tau.”ucap Ify cuek dan langsung menarik selimutnya lagi untuk menutupi mukanya, Rio yang melihat itu merasa dilecehkan, karena baru kali ini ada seorang perempuan yang berani-beraninya mengacuhkan omongannya, ia langsung berjalan kearah tempat tidur itu dan menekan selimut itu tepat di hidung Ify, tidak sulit untuk Rio tau dimana letak hidungnya karena hidung bangir Ify yang sangat mencolok dan menyeplak di selimut itu, Ify menggeliat ketika Rio menekan wajahnya dengan tangan kekarnya dengan cepat ia membuka selimutnya dan siap-siap untuk mengasih pelajaran untuk pria itu.


“Heh! Apa kamu mau aku mati karena kekurangan oxygen hah!”ucap Ify marah.
“makanya kalau orang ngomong itu di dengerin, apa di Las Vegas lo ga pernah di ajarin sopan santun? Hah!”balas Rio
“di Las Vegas ga pernah di ajarin sopan santun itu wajar, tapi kalau disini? Kayaknya perlu di pertanyakan.”Ucap Ify sinis.


Tak tahan dengan sikap Ify Rio menyeret Ify untuk keluar dari kamarnya “sakittt!!”teriak Ify saat Rio mencengkram keras tangannya , Ify tidak berbohong memang sakit sekali cengkraman Rio itu, Ify terus-terus berteriak agar Rio melepaskan tangannya tetapi nihil bukannya melepaskan tangan Ify Rio malah terus-menerus menyeret Ify sampai akhirnya mereka tiba diruang tamu, Zeth dan Gina terkejut mendengar suara Ify yang berteriak-teriak terus, dengan cepat mereka keluar dari kamar untuk melihat keadaan, ketika Rio mendengar suara knop pintu akan dibuka, ia langsung dengan cepat memasang acting terampuhnya.

“Yaa ampun Ify kenapa sihh teriak-teriak?”Tanya Gina khawatir, Ify tersenyum puas memandang Rio ketika Ibunya sudah berada diruang tamu ‘mampus kamu Rio’ ucapnya dalam hati
“Ini mom tadi si Rionya---“
“gapapa kok Mam, tadi saya sama Ify lagi main kejar-kejaran terus tiba-tiba Ify jatuh eh pas saya mau nolongin dia langsung teriak-teriak ga jelas.”potong Rio dengan cepat, Ify melotot tak menyangka Rio telah memanipulasi kejadian yang sebenarnya “bukan beg---“ucapnya tetapi sayang Gina telah memotong ucapannya lebih dulu.
“yaampun kirain kenapa, hehe, baguslah akhirnya kalian cepat akrab hehe, yaudah kalian lanjutkan lagi mainnya yah.”ucap Gina puas lalu kembali lagi ke kamar, Ify manyun abis-abisan akibat perbuatan Rio itu.
“satu kosong.”ucap Rio penuh kemenangan
Ify melotot kearah Rip
“Puas kamu?!”desis Ify tajam sambil menunjuk ke arah hidung Rio.
“belum, dan plis ya, kalo nunjuk gausah di hidung juga!”ucap Rio tak terima.
“bodo amat, saya ga peduli, dan kamu tau ga apa doa saya buat kamu sekarang itu apa?”
“apa?”Tanya Rio tanpa minat.
“saya berharap hidung kamu semakin mendelep kedalam!”ucap Ify dengan selingan tawa dan cengiran jail, 

Rio melotot mendengar kata-kata Ify itu, ketika hendak  ingin mengejar Ify tiba-tiba Ify sudah lari duluan ke kamarnya, sebelum ia membuka knop pintu dengan jail ia menjulurkan lidahnya kearah Rio yang menatapnya dengan muka masam “satu sama!”


-oOOo-


Ify memakan sandwich  yang tersedia di meja makannya dengan lahap, tiba-tiba Rio sudah ada di hadapannya dengan muka garang.


“Rio kamu antar Ify sampai ke kampus ya.”ucap Zeth memecah tatapan garang Rio.
Rio terdiam “kenapa harus aku sih pa? kan ada mang Ujang.”
“kamu kan calon kaka nya, masa sama calon adik sendiri itung-itungan?”ucap Zeth.


Mau tak mau Rio mengangguk, ia tak mau di cap anak durhaka kalau tidak mematuhi perintah orang tuanya tersebut.


“yaudah yok Fy, jalan, gue gakmau telat hanya karena lo.”ucap Rio ketus sambil setengah menarik tangan Ify dengan kasar.
“aduh sakit tau!”ucap Ify tak terima
“Rio gak boleh kayak gitu sama calon adik, yang lembut dong.”ucap Zeth.

Ify nyengir mendengar kata-kata Zeth, sementara Rio  manyun abis-abisan “yaudah, Ify adik ku tersayang yang jeleknya bukan main, yok pergi.”ucap Rio dengan nada yang di buat-buat.
“yah pa, masa aku di bilang jelek sih? Orang mirip katy perry gini juga.”ucap Ify manja.

“Rio!”ucap Zeth.
Rio menghela nafas kasar ‘mimpi apa gue punya adik tiri macem lo!
“ify cantik yuk pergi.”ucap Rio lebih lembut tetapi matanya tetap tak suka.
Ify nyengir puas “Yok, kak!”


Bersambung ke Step Brother Lover - 3

Pesan

Nama

Email *

Pesan *

Penulis kece

  • Dewi Lestari
  • Esti Kinasih
  • Ilana Tan
  • Stephanie Zen
  • Windry Ramadhina

Blog Archive

YOU

Followers

Black Moustache

Pages

Blogger Templates