Backstreet - 4

Part sebelumnya ; Backstreet 3 

"I love you Ify!!"ucap Rio sebelum ia menutup kelopak matanya,bayangannya kembali lagi kepada kejadian itu.





Part IV



-flashback-



01 Juli 2011



"Fy,kenalin ini loh gue bilang ganteng itu,hehe namanya RIO dia anak basket juga."jelas Dea.

"Rio."ucap cowok itu sambil mengulurkan tangannya.

"Ify,"ucap Ify sambil di hiasi senyum manis di bibirnya.

"kamu beneran cantik,sama seperti yang dibilang Dea."

Ify hanya tersenyum simpul.

"gue tinggal dulu ya,byeee kalian,gue ada urusan di osis!"

"oke De!"jawab Rio.

kini ke duanya hening..baik Rio atau Ify tak ada satu pun yang membuka suara,keduanya hening.

"EH!"ucap keduanya.

"oke lo dulu,"usul Ify.

"lady first."ucap Rio.

Ify diam

"lo anak basket? kenal Gabriel juga ya?"tanya Ify akhirnya

Rio mengangguk.

"suka sama dia?"

"hah? ah engga kok,"

"suka juga gak apa-apa kok,banyak lagi yang suka sama dia,orangnya asik,deket gak sama dia?"tanya Rio.

Ify menggeleng.

"mau gue kenalin sama dia?"

Ify mengangguk mantap!

"dia kaka kelas aku dari SD ya tapi kurang deket,eh jangan bilang siapa-siapa yaa.."

"gue bisa jaga rahasia kok,"

tiba-tiba tak di sangka sosok pria bertubuh tinggi melintas di antara mereka.

dia adalah Gabriel.

"gab! hey tunggu bro!"panggil Rio.

mau ngapain dia? -pikir Ify.

keringat Ify bercucuran ketika Gabriel berjalan ke arah mereka. Ify membaca doa sebanyak-banyaknya,dia takut ini hanya mimpi,bagaimana tidak,pria ini sudah ia sukai sejak SD dan tak pernah sekalipun jalan ke arahnya,tapi hari ini? -Siapapun bangunkan aku!!- batin Ify.

"apa apa?"tanya Gabriel dingin.

"nih ada yang mau kenalan,anak kelas 11 juga,tapi dia anak IPA,pinter bro!"puji Rio.

Gabriel mengangkat sebelah alisnya,ditatapnya cewe itu dari ujung kaki sampai ujung rambut.

"dia udah tau kan nama gue? ngapain harus kenalan segala?"ucapnya dingin.

Deg.

jantung Ify berhenti berdetak,ia tak menyangka akan mendapatkan respon seperti itu,apakah dirinya kurang cantik?

"maaf.."ucap Ify dengan kepalanya yang tertunduk.

"tapi kan kamu belom tau namaku."ucap Ify lagi,kali ini lebih lirih

"Alyssa Saufika Umari,anak berprestasi di SD Persada,yang sering mendapat penghargaan baik akademik atau non akademik."jelas Gabriel.

seulas senyum mengembang di bibir Ify ketika mendengar itu,tak disangka Gabriel tau tentang dirinya.

tapi senyum itu tiba-tiba menghilang ketika Gabriel pergi berlalu menjauh darinya.

"apa dia selalu begitu?"tanya Ify

"begitu apanya?"tanya balik Rio.

"dingin dan jutek di depan cewek,"

Rio menggeleng, "biasanya dia friendly banget,gak mandang bulu,mau cewe atau cowo dia temenin,aku aja heran kenapa dia bisa gitu,"

hati Ify melencos, -apa dia benci sama aku?- batinnya

**

"dia baik kan Fy?"tanya Dea.

"dia? who is dia?"

"Rio."

"oh,iya dia baik,baik banget!"

"berarti aku gak salah pilih?"

"hah?"

"aku suka sama dia,kalo dia baik,berarti aku nemuin orang yang pas dong?"

"he'eh,kamu nemuin orang yang pas buat kamu,"ujar Ify 'tetapi aku menemukan orang yang salah'lanjutnya di dalam hati.



"eh tapi tunggu! kamu suka sama diaa?!"

Dea mengangguk.

"oh gitu,good luck deh."

tiba-tiba Sivia menarik tangan Ify,menjauhi Dea.

"lo gak suka sama Rio itu kan?"

Ify menggeleng.

"oke bagus,aku gak mau aja kejadian yang aku takutin bakal terjadi."

"jangan drama lagi deh vi,aku tau kamu punya penglihatan tapi semua kan tetep ada di tangan Tuhan,"ujar Ify.

"tapi kan,aku cuman takut doang."

"oke,semoga ketakutan kamu gak terbukti yah...aku mau makan dulu."ujar Ify lalu pergi begitu saja

hati Sivia melencos.



13 Agustus 2011



siang itu sekolah tampak sepi,langit tampak mendung,hanya Ify dan hujan yang menemani yang mash disitu.

"yuk bareng fy?"tanya Rio tiba-tiba saat cagiva nya melintas di depan Ify.

"gausah yo,aku nunggu supir aku aja,"jawab Ify kalem.

tiba-tiba melintas ertiga di depan Ify,si pemilik mobil ertiga itu membuka kaca mobilnya.

"bareng aku yok fy,"ucap seorang pemilik ertiga itu.

"elo ngajak Ify yel? gak salah? wow."ujar Rio kagum,ternyata pemilik ertiga itu adalah Gabriel.

Ify melihat kembali lagit,gak memungkinkan memang kalo dia masih disini.

"oke,aku ikut kamu."akhirnya Ify melangkahkan kakinya dan masuk ke ertiga itu.

tetapi Rio melihat ertiga itu,ada perasaan tak enak,dan cagivanya pun mengikuti mereka

*

perasaan Ify tiba-tiba menjadi tak enak ketika ia sudah menempelkan bokongnya ke jok mobil itu (?)

"Gabriel,ini bukan arah kerumah aku.."ucap Ify saat ia telah merasa ada yang tak beres.

"Oh ya?emangnya tadi gue bilang mau kerumah lo?"tanya Gabriel sinis

"enggg...apa maksud lo?!"

"Alyssa Saufika Umari,anak tunggal di keluarga Umari,yang memegang semua saham perusahaan hebat di jakarta,Gabriel Damanik,bokap gue meninggal sebulan selalu,serangan jantung,AKIBAT BOKAP LO DAN KELUARGA LO!!"Emosi Iyel memuncak.

"HAHA,LO TAU APA YANG TERJADI SAMA NYOKAP GUE? DIA GILA! GUE SEKARANG SENDIRI! SEMUA GARAGARA KELUARGA LO NYET!"

Ify masih diam,dia menangis.

"Semenjak gue tau lo suka sama gue,entah mengapa gue antusias mendengarnya,you know? gue udah gak ada harapan hidup Ify! GAK ADA! Jadi,dari pada dendam bokap gue terus-terusan terpendam,dan gue juga lagi kangen sama bokap gue..."

"Mak..maksud lo?"ucap Ify.

Tiba-tiba Gabriel tancap gas,membuat jantung Ify makin gak karuan.

-ma,pa,maafin Ify- batin Ify,hanya itu yang dia katakan berkali-kali.

"KITA BAKAL MATI BERDUA FY!! HAHAHAHHA,DENDAM DAN KANGEN BOKAP GUE BAKAL TERBALASKAN,BAKAL TERJAWAB!! HAHAHAHA"

"maafin gue,maafin bokap gue,gue mohooonnn..."ucap Ify dengan berlinang air mata.

"Kalo bokap gue masih ada disini,gue akan maafin kalian,tapi dia udah gak ada dia udah mati,GARA-GARA LO SEMUA!!"

Tiba-tiba saja ada sebuah truk melintas tepat diantara mereka...

Gelap.

semua gelap,itulah penglihatan Ify sekarang,dia melihat semuanya serba hitam.

*

"Ifyyyyyyyyyyyyyyyyyy!!!!!!!! banguuunnnnn!!!! gue gak rela sampe elo mati gak akannn!! bangun Fy,bangunnn!!!"teriak Sivia .

"nakkk,bangun nak!! jangan tinggalin mama." Ucap ibunda Ify ketika melihat anaknya telah terbujur kaku di ruang ICU,tangis itu pecah karena dokter telah mengabarkan Ify sudah tiada.

Rio tak tega melihat kejadian itu,andaikan dia lebih cepat.

tiba-tiba saja monitor pendeteksi detak jantung itu menggambarkan diagram lagi,semua mata tertuju ke arah monitor itu,mama Ify langsung memencet tombol yang ada diruangan itu,Dea langsung berlari memanggil Dokter.

"Puji Tuhan,alangkah kuatnya Ify,ternyata tadi dia hanya mengalami mati suri,sekarang jantungnya sudah bekerja dengan normal lagi,tetapi kondisinya masih sangat lemah,"

Rio kaget mendengar tuturan kata Dokter barusan,dipandanginya Ify 'lo emang kuat ya.'gumamnya dalam hati.

semua orang di ruangan itu mengucapkan syukur tak henti-henti atas keajaiban yang terjadi diantara mereka.

Rio senang karena Ify masih hidup,walaupun harapan untuk bertahan itu kecil,bagaimana dengan Gabriel? dia telah tiada,dia mati di TKP.



*



12 September 2011



Hari ini adalah hari kesukacitaan bagi keluarga Ify,karena Ify telahsadar dari tidur panjangnya.

"akhirnya kamu bangun juga ya sayang....."ucap mama Ify yang di balas dengan kedipan mata oleh Ify.

"mama hampir putus asa ngeliat kamu kayak gini nak.."



28 Oktober 2011

Hari demi hari Ify mulai menunjukan perkembangan pesat dalam kesehatannya,baik dari alat gerak maupun organ-organ tubuh intimnya.

"nak,kamu tau gak?"tanya mamanya Ify membuka pertanyaan.

Ify menggeleng.

"Rio tiap malam ngejagain kamu nak waktu kamu koma,mama kira kalian pacaran ternyata cuman berteman,tapi kalau pacaran juga gapapa kok,mama setuju!"

"ah mama apa sih,"

Ify tertegun mendengar perkataan ibundanya barusan,apa mungkin Rio begitu perhatiannya pada dirinya? lantas...

-oh no! perkataan Sivia...- gumamnya dalam hati.



09September 2012

hari ini Rio mengajak Ify ke suatu tempat,yup. mereka memang sangat akrab,bisa di bilang sedang PDKT,sejak Ify mati suri,Rio merasa ada yang janggal di hatinya,dia tak tau itu rasa apa,yang jelas Rio nyaman di dekat Ify....

"wahh!! indah loh yo!"gumam Ify kagum ketika Rio menggandeng tangannya ke tengan taman tersebut.

"mau gak jadi pacar gue Fy?"ucap Rio to the point.

Ify diam,tiba-tiba dia melipat tangannya di perutnya dan membelakangi Rio.

"kamu nembak aku atau ngapain sih? gak romantis amat!"ucap Ify sewot

tiba-tiba Rio sudah berada di depan Ify,dia bungkukan badannya,dan memegang ke dua tangan Ify.

"ajari aku untuk mengenalmu lebih jauh,ajari aku untuk mendapatkan kebahagiaan,ajari aku untuk lebih mencintaimu,dan ajari aku untuk menjadi calon pendamping hidupmu,Alyssa Saufika Umari, will you wanna be my girlfriend?"ucap Rio. Ify tertegun.

"yes,i want...."jawab Ify,dan Rio langsung berdiri memeluk tubuh Ify..



-flashback off-



18 Oktober 2012



21:43 PM

"gue gak akan biarin hubungan kita hancur cuman gara-gara permainan konyol ini Fy,"ucap Rio sekali lagi,kali ini dengan mencium foto Ify.





19 Oktober 2012

hari ini Sivia dan Ify libur,karena guru mereka mengadakan rapat,jadi Sivia masih terus menginap dirumah Ify

"KUTUKUPREEETTTTTTTTTT!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"Teriak Alvin dari dalam kamar mandi,sivia terkejut.

"apaan sih lo pagi-pagi udah berisik!!"sewot Sivia.

"lo tuh yang apa-apaan,ninggalin peralatan perang lo disini."

Sivia bengong sesaat,memutar otaknya,peralatan perang?

"OH NOOOO!!!!"Ucapnya dan langsung berlari terbirit-birit ia langsung mengambil underwearnya,Alvin yang melihat itu sekuat tenaga menahan ketawanya,

"Dasar lo!"Ucap Sivia lagi.

bersambung...

Pesan

Nama

Email *

Pesan *

Penulis kece

  • Dewi Lestari
  • Esti Kinasih
  • Ilana Tan
  • Stephanie Zen
  • Windry Ramadhina

Blog Archive

YOU

Followers

Black Moustache

Pages

Blogger Templates