Backstreet- 5

Part Sebelumnya : Backstreet 4

"OH NOOOO!!!!"Ucapnya dan langsung berlari terbirit-birit ia langsung mengambil underwearnya,Alvin yang melihat itu sekuat tenaga menahan ketawanya,

"Dasar lo!"Ucap Sivia lagi.





Part V

“Dasar cabul lo!”umpat Sivia pada Alvin.

“Gue cabul?Gak salah? Jelas-jelas  elo yang mincing,oh ukuran bra lo 35 ya? gak kegedean?”

“cabuullll!”

“plis deh gue Alvin bukan cabul!”

“kelakuan lo tuh kayak monyet cabul,”

“sejak kapan binatang bisa cabul?”

“untung lo kakanya temen gue,kalau engga!!!!”

“kalo engga lo udah naksir sama gue kan? Haha,tapi sayangnya gue gak bakal naksir tuh sama lo,”

Sivia melencos “geer!” Alvin hanya tersenyum mendengar itu – sifat lo mirip banget kayak Zeva – batinnya.



*



Ify mengangkat tubuhnya dengan malas,sial! Ini hari libur,kenapa bisa kebangun gini sih? Pikirnya.

Tiba-tiba matanya memandang kalender yang terpajang rapih di meja riasnya “5 hari lagi,hufttt…”ujarnya pada dirinya sendiri “semoga kamu gak melakukan hal bodoh yo,hanya itu yang aku minta.”



**

Rio memandang handphone nya,terdengar bunyi alarm pengingat tanggal disana  Rio menghela nafasnya “5 hari lagi semuanya akan terungkap.”ujarnya pada dirinya sendiri.

*

PRAANGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG!!!!!!!

Ify kaget mendengar suara itu.

-aduh,perang lagi.- ujarnya dalam hati,ia urungkan niat untuk melihat kejadian apa yang sebenarnya terjadi.

“BERISIK BANGET SIH!!”Teriak orang diluar sana,suara laki-laki,dan itu Alvin.

“tuhkan….”ujar Ify pelan sambil menarik lagi selimutnya menutupi wajahnya.



*

“lo bisa gak sih gausah lebay dirumah orang?!”Ujar Alvin dingin,Sivia kaget dia merasa tak enak telah membuat keributan pagi-pagi dirumah orang,keributan yang kedua.

“sorry…”ujarnya pelan dengan kepala yang ia tundukan.

“lo itu ya.. kenapa sih? Aneh banget jadi cewek!!”Umpat Alvin kesal.

“ak…aku……minta maaf..”ujarnya air matanya sudah ada di pelupuk matanya,ia berlari ke Toilet,ia tak ingin pertahanannya hancur….

“kenapa sih tuh cewe,aneh banget!”Ujar Alvin setelah Sivia pergi tibe-tiba matanya menangkap darah yang sangat banyak di bawah kakinya,bukan,bukan kakinya yang berdarah,melainkan…Sivia?

**

‘aku mohonnn..jangan disiniiii..hikshikss…..”ujarnya sambil menangis,dijatuhkannya tubuhnya ke closhet duduk di Toilet itu “aku mohoooonnn….”

Sivia mengumpulkan tenaga nya yang tersisa dan keluar dari toilet itu.

“lo kenapa?”Tanya Alvin lembut tapi sayangnya Sivia menangkap kelembutan Alvin sebagai ejekan untuk dirinya.

“bukan urusan lo!”kata Sivia kasar sambil menyeka tubuh Alvin yang menghalangi jalannya.

“jelas ini urusan gue,lo udah ngotorin lantai rumah gue dengan darah lo itu…”

Sivia diam sejenak,berusaha mencerna kata-kata Alvin barusan

“ntar gue bersihin, awas lo!”

“gak bisa,sekarang lo cerita,lo itu kenapa?”ucap Alvin keukeh

“apa sih peduli lo sama gue? Bukannya lo seneng gue nangis kayak gini,”

“lo nangis?”

“lo budek? Udah gue bilang kan,apa sih peduli lo?”

Sivia langsung lari berlalu dari Alvin ia tak tahu apa yang terjadi dengan dirinya sendiri,tapi kenyataan beberapa tahun lalu pantas membuat dirinya seperti ini,kejadian yang sampai sekarang menghantui dirinya,yang sampai sekarang membuat dirinya phobia dengan darah…

“kenapa gue masih di hantui kejadian ituu?”Tanya nya pada dirinya sendiri…

*

“temen lo kenapa sih fy?”Tanya Alvin sambil menghempaskan tubuhnya ke kasur adiknya itu.

Ify membuka selimut yang tadi menutupi kepalanya “kenapa apanya?”

“dia aneh.”ucap Alvin singkat,Ify diam “dia tadi mecahin piring,terus…pas gue Tanya dia kenapa,eh dia malah marah-marah sama gue..”sambung Alvin

“kok bisa?”

“terus gue liat darah di lantai,dia kenapa sih?”

“apaa?! Darahhh?”

“lo berdua aneh,emang ada apa sih dengan darah?”

Ify diam,dia tak tahu harus mengatakan apa lagi,kejadian itu memang memilukan….



-Flashback on-



“Happy birthday agniiii!! We wish you all  the best!!”ucap Sivia dan Ify berbarengan..

“omaigot!! Kalian inget toh ultah gue,aaaa thanks my bestiess!!”ucap Agni sambil mencium pipi kedua sahabatnya itu..

“yah thanks doang,traktir donggg!!”ucap sivia asal.

“kita nanti shopping yaa? Gue yang traktir! Oke?”tawar Agni.

Sivia dan Ify saling bertatapan “OKEE!!HAHAHAHHAHA.”ketiga nya dilanda tawa yang sangat kencang.

*

“ag! Baju yang ini bagus gak?”Tanya Ify sambil memamerkan baju yang di pilihnya…

“ewwhh,norak fy~”

“ah eloo!!”

“kalo yang ini?”Tanya Sivia kali ini kepada Agni.

“keren,pas buat badan lo yang rada gendut,hehe,”

“wahhhh,sial lo!”cibir Sivia,

Yap,Agni adalah sahabat sivia dan ify yang sangat mereka cintai,selain pintar di bidang akademik Agni juga pintar dibidang Fashion,gak salah jika Sivia dan Ify selalu bertanya masalah fashion kepada Agni..

Setelah mereka berbelanja ria mereka pun memutuskan untuk pulang.

“ag,gue ke toko itu bentar yaahhh!!”ujar Sivia dan langsung melangkahkan kakinya menyebrang tanpa melihat kiri kanan,ternyata ada sebuah minibus yang melaju kencang di hadapan Sivia,Agni yang melihat itu tak sanggup bernafas lagi,begitu juga dengan Ify.

“Siviaa!!!Awass!!”teriak Agni sambil mendorong tubuh Sivia,tetapi naas kecepatan Agni untuk menyelamatkan Sivia dan nyawanya kalah dengan kecepatan minibus itu,sehingga membuat dirinya terpental sejauh 5 meter dari daerah asal(?)

sivia menghela nafas lega karena dirinya tidak kenapa-kenapa.

“AGNIIIIIIIIIIII!!”Teriak Ify,sivia bingung,ia bingung tentang apa yang sebenarnya terjadi,kenapa semua orang malah ke arah sana? Mengapa bukan ke aku?Kan aku yang tertabrak? Beribu pertanyaan menghantui pikirannya,ia memutuskan untuk melihat apa yang terjadi,sesampainya disanaa…

“AGNIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII!!”teriak Sivia histeris,kaki nya tak kuat lagi menahan tubuhnya dan membuat dirinya rubuh,matanya seakan-akan buta melihat banyaknya darah yang keluar dari tubuh Agni,baru kali ini ia takut sekali melihat darah rasanya ia ingin sekali mati bersama Agni.

*

“makasih ag,makasih buat nyawa lo,tapi kenapa? Kenapa  lo pergi ninggalin guee? Gue utang nyawa sama looo!!hiksss..”tangis Ify pecah di hadapan nisan Agni,dirinya tak menyangka atas kesetiaan sahabatnya itu.

“sabar vi..”ucap Ify menenangkan Sivia,bukannya ia tak sedih ataupun menangis melihat sahabatnya itu sudah tak bernyawa tetapi sayang,air matanya sudah habis ia keluarkan karena sahabatnya itu.

“apa? Lo bilang sabar? Dia udah ngasih nyawanya ke gue Fy,dia mati demi gue!!!”histeris Sivia.

“tapi gak kayak gini,Agni akan sedih ngeliat lo sedih..”

“oh jadi lo seneng liat Agni mati? Hah!!”

“Via! Bukan kayak gituuuuu,tapi lo gabisa nyalahin diri lo sendiri!!”bentak Ify

‘upss,salah ngomong kan gue’batin Ify

“dia mati viii!! Semua gara-gara guee!!!!!”

“ia dia mati,dan semua gara-gara lo,siapa suruh nyebrang gak liat-liat! Tau rasa kan lo!”

‘mending ikut nyalahin deh,hufttt…’batin Ify lagi.

Sivia diam dan kembali ke aktivitasnya yang semula,menangis.



-Flashback OFF-

“ternyata dia bukan hanya aneh ya,tapi juga malang.”ucap Alvin setelah mendengar tutur kata Ify yang menceritakan masa lalu Sivia.

“ah,malang-malang gitu entar lo naksir lagi.”

“yee,enak aja lo ngomong,dia kali yang naksir sama gue!”ucap Alvin sambil menghadiahkan sebuah toyoran ke kepala Ify.

“dia gak kayak cewe lain loh yang bisa naksir dengan orang yang bertampang sok cool kayak lo!”

“what?! Gue sok cool? Plis deh,gue itu bukan sok cool tapi emang beneran cool tau!”

“what ever!!”ucap Ify sambil melangkahkan kakinya beranjak dari tempat tidur.

“mau kemana lo!?”Tanya Alvin.

“buang air besar,ngapa lo mau ikut?”

Alvin jijik.

“gak,makasih.”ucapnya bete,Ify terkekeh.

Alvin langsung mencari Sivia ke arah kamarnya yang sekarang di tempati Sivia untuk sementara.

“lo kenapa sih?”Tanya Alvin kepada sosok yang ada di hadapannya sekarang.

“berapa kali sih gue bilang,bukan urusan lo!”

“lo udah ngotorin seprei kamar gue dengan air mata lo,jadi ini urusan gue.”

“ntar gue cuci.”

“sampe kapan lo mau terus di hantui rasa bersalah gini?”Tanya Alvin lembut.

Sivia beranjak dari tempat tidur Alvin.

“sampe lo berhenti nanya hal gak penting ini.”ucap Sivia meninggalkan Alvin.

“pengecut.”ucap Alvin yang membuat Sivia menhentikan langkah kakinya.

“apa lo bilang?!”

“pengecut,kenapa? Bukannya itu kata yang pas buat lo?”

“dosa apa sih gue sama lo?! Kemarin lo hina-hina gue,sekarang sok baik,pake maksa segala lagi cerita hal yang sebenarnya gak penting,mau lo apa sih? Lo mau bikin gue gak betah? Tenang aja,nanti sore gue udah gak nginep disini lagi kok,”

“bukan gitu..”

“terus apa?!”

“lo mirip mantan gue.”

Sivia membuang muka nya,”terus apa peduli lo sih? Lo mau ngobatin rasa rindu lo sama mantan lo? Silahkan aja! Tapi sorry,jangan sama gue!!”bentak Sivia sambil menginggalkan Alvin

Alvin menghela nafas dan membuka laci lemarinya yang berisi semua kenangan dirinya bersama Zevana,ia mengambil satu foto Zevana dan menitikan air mata.



*

“kaka lo aneh!”ucap Sivia dengan emosi yang meluap-luap.

Ify menurunkan majalah yang dari tadi ia baca dan menatap Sivia, “aneh kenapa lagi? Bukannya kalian berdua yang aneh?”

“kali ini anehnya kaudrat!”

“emangnya kenapa?”Tanya Ify pura-pura gak tau.

“dia bilang gue mirip sama mantan pacarnya,terus gue liat lagi dia sering meluk foto cewe di kamar nya sambil nangis-nangis,ada apa sih?”Tanya Sivia penasaran.

“ka Zeva…”gumam Ify pelan

“Ka Zeva? Who is she?”

“ntar lo juga tau…”

“kenapa sih? Emang muka gue mirip yah?”

Ify hanya diam dan berlalu meninggalkan Sivia.

“ada apa sih sebenarnya?”Tanya Sivia pada dirinya sendiri.

*

20 Oktober 2012

Dea melirik handphonenya dengan  malas “apa sih?! Pagi-pagi udah nelepon aja!”gerutunya sendiri.

“HALO!”Bentaknya pada seseorang yang menelepon itu.

“…..”

“apaa?!”Tanya Dea tak percaya.

“…..”

Dea mematikan Handphonenya lagi,ia menitikan air mata,air mata pertamanya hari ini.

“apa bener lo khianatin gue fy?”Tanya nya pada dirinya sendiri.

Pandangan  nya kabur,tiba-tiba seulassenyum licik mengembang di wajahnya,”Rio milik gue Fy,camkan.”



*



Kali ini Sivia sedang duduk di bangku taman milik keluarga Ify.

“ternyata lo makan omongan lo sendiri yah…”Ucap Alvin tiba-tiba,Sivia menahan tubuhnya agar terlihat normal seperti biasanya.

“maksud lo apa sih? Gue gak ngerti.”ucap Sivia ketus,

Alvin mengeluarkan Co2 lagi,ia menatap Sivia dengan tajam, “bukannya lo sendiri yang bilang untuk gak nginep di sini lagi?”Tanya Alvin,Sivia menengadahkan kepalanya berusaha menatap pria sipit di depannya kini,ia bingung,mengapa Ify dan Alvin sangat berbeda? Mungkinkah mereka saudara kandung? Mata Ify yang sangat indah dan belok(?) berbeda dengan mata Alvin yang teduh dan..sipit?

“gue gak ada temen dirumah,ya..dari pada gue bengong sendirian,mending gue disini,lo keberatan?”Tanya balik Sivia

“gak gue gak bilang gue keberatan loh,cuman gue juga butuh privasi.”

Ify mengerutkan keningnya raut mukanya menandakan ucapan ‘maksud lo?’ ,Alvin terkekeh geli melihat ekspresi unik cewe bermata sipit itu “lo pikir gue ga tau? Tiap malem lo buka laci meja belajar gue kan?”

Sivia melencos,dalam pikirannya cuman satu mengapa ia bisa ketahuan?

“ternyata di balik wajah cantik lo,lo itu juga bego ya hehe.”Alvin tertawa lepas,tawa yang ia tak pernah tunjukan semenjak beberapa tahun belakangan ini,

Sivia makin mencemburutkan mukanya,kenapa dia bisa sebego itu?

Di kejauhan tampak dagu tirus itu sedang melihat mereka berdua,tangan yang ia silangkan di lepasnya,tiba-tiba ada seulas senyum mengembang di bibirnya “thanks vi,”gumamnya pelan.

Ia senang,melihat sahabatnya itu tanpa sadar mengembalikan senyum dari seorang Alvin.



Bersambung..

Pesan

Nama

Email *

Pesan *

Penulis kece

  • Dewi Lestari
  • Esti Kinasih
  • Ilana Tan
  • Stephanie Zen
  • Windry Ramadhina

Blog Archive

YOU

Followers

Black Moustache

Pages

Blogger Templates