Backstreet - 6

21 Oktober 2012

05:30 AM





Alarm dari handphone Rio membangunkannya dari alam mimpinya,3 hari lagi,gumannya dalam hati.

Ia melangkahkan kakinya dengan berat,lalu ia segera membersihkan dirinya.

Setelah membersihkan diri ia langsung menuju meja makan



 “bi,papikemana?”Tanya nya kepada bu Minah selaku pembantunya

“belum pulang,”



Rio hanya mengangguk mendengar jawaban yang keluar dari mulut pembantunya tersebut,ia memang sudah sangat biasa menghadapi situasi seperti ini.





*





Alpahard putih itu berhasil berbelok dengan sempurnan parkir SMA Idola.

Ify yang melihat Alpahard tersebut langsung berlari kecil untuk menemui pacarnya itu,tapi sayang langkahnya kalah jauh dengan Dea yang  sudah lebih dulu menemui pacarnya itu. Sivia yang sedari tadi berada disamping Ify menyadari gelagat Ify yang sudah mulai aneh itu.



“ke kelas yuk Fy,”ajaknya. Dan Ify hanya bisa mengangguk pasrah

“udah jangan dimasukin ke hati,lo tau sendirikan Dea gimana orangnya,lagian kan lo udah tau konsukuensinya pacaran backstreet apa lagi ini backstreetnya sama sahabat.”

“gue udah tau,yuk ah,ga bosen emang lo nyeramahin gue mulu?”



Ify terkekeh pada perkataan nya sendiri,ia berusaha menunjukan tawanya meski hatinya terus-terusn teriak kalau Dea sedang bergelayut manja ke Rio. Hatinya selalu ingin memaki-maki Dea,tetapi ia sadar,ia tak mampu melakukan itu,ia masih sangat menghormati persahabatan mereka.





**





Rio berdecak kesal untuk ke sekian kalinya,hatinya benar-benar bete dengan semua perlakuan gak wajar Dea kepadanya. Seperti sekarang ini Dea malah menyerbu nya dengan berbagai pertanyaan.



“yo,tadi malem kamu kemana sih? Kok aku bbm gak dibales?!!!”



‘apaan sih nih cewe,pacar bukan juga,jelas aja lah gue  ga bales bbm nya,siapa dia siapa gue!? Huh.’



Dea yang melihat Rio hanya diam saja berdecak kesal



“Mastevv sayanggg!! Jawab aku dongg!!”



‘WHAT THE ?!!?!!!!! MATSEV?! SAYANG!!!!!’



“gue ke kelas dulu De.”



Rio beranjak pergi dari situ lalu menghilang,tanpa sadar airmata di pelupuk mata Dea terjatuh



“maaf yo,maaf gue ga bisa gak cinta sama lo.”





*

“Fy,lo udah ulangan Kimia belom?”Tanya Dea saat dirinya sudah tepat berada di samping Ify,Ify diam. Dia tak sadar bahwa sekarang ada seseorang yang mengajak nyamengobrol,pikirannya hanya ada satu. Rio.

“Ify halooo!”



Ify masih tak berkutik,



“WOY FY!”teriak Dea pada telinga ify,membuat Ify berjingkat saking kagetnya.

“apaan sih De,bikin gue kaget aja!! Untung gue gak punya penyakit jantung,”

“elo yang kenapa,pagi-pagi udah ngelamun,ngelamunin apa sih?Cowok ya?!”

“gak kok. Kenapa lo pagi-pagi udah ke kelas gue?!”

“ngg.. lo udah ulangan kimia belom?”

“kok nanyanya ulangan sih?”

“pikirannya lo yang ngawur! Gue kan bener,lo udah ulangan belom,kalo udah gue mau minta kisi-kisinya. Kelas gue kan lo tau sendiri.”

“oh ada nih.”ucap Ify sambil menyodorkan selembar kertas kisi-kisi bahan ulangan ke arah Dea,tanpa ambil pusing Ify menyibukan dirinya melamun lagi,tanpa memikirkan masalah apa yang akan di hadapinya lagi setelah mengasih kertas kisi-kisi tersebut.

“Fy.. ini beneran kertas lo?”Tanya Dea tak percaya,airmatanya kembali tergenang di mata indahnya.

“iya,kenapa sih?”Tanya Ify ketus.

“liat.”Dea menyodorkan kertas kisi-kisi itu kepada Ify,mata  Ify yang tadinya ogah-ogahan menjadi melotot seketika ketika melihat tulisan yang tertera disana.



‘MSAH<3 .="" br="">


“MSAH siapa Fy?”



Mendadak bahu Ify lemas,ia tak menyangka dirinya sebodoh  itu,jujur saja,kisi-kisi itu memang milih Ify,dan tulisan MSAH<3 adalah="" bisa="" br="" dan="" dengan="" di="" dia="" frustasi="" gara-gara="" hanya="" hubungannya="" ia="" itu="" kira="" lagi="" lain="" malah="" masalah="" melihat="" membaca="" mengasih="" notabane="" nulis="" nya="" orang="" sekarang="" sewaktu="" sivia="" sukarela.="" tapi="" tersebut="" tulisan="" untuk="" utama="" yang="">


”ngg.. ituuuu,hahahhahhahah,itu gue sama Sivia lagi main Thurth or Dare,jadinya pas giliran gue eh gue milih Dare,gue disuruh nulis itu deh. Hehehe”tawa Ify hambar seakan berusaha mengelak.

“haha,ia gue percaya kok sama lo,dan walaupun itu MSAH pasti i tu MSAH yang lain dan yang penting bukan MSAH gue kan? Hehehe.”





Deg.





Lagi-lagi jantung Ify seakan berhenti berdetak.





**



“Vi,nyokap udah balik belom?”Tanya Ify saat mereka sedang berada di kantin.

“belom sih,kenapa?”

“lo nginep dirumah gue lagi yaa… sepi nih gak ada temen,”

“OGAHH! Entar berantem lagi gue sama kakak lo itu.”

“yah,elooo…”lemas Ify,



Sivia melihat ekspresi sedih dari Ify akhirnya tak enak hati  juga,ia memang tau kalo Ify sangat amat kesepian dirumahnya tapi kalo mengingat sosok Alvin,ingin rasanya Sivia melemparkan bom atom ke arahnya.



“iya iya,gue ke rumah lo deh!”ketus Sivia.



1 detik…



2 detik…



3 detik…



“KYAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!! GITU DOOONGGG,KAN KALAU GITU LOENAK GUE JUGA ENAKKK!!! HAHAHHAHAHAHHAHAH!”Teriak Ify semangat.

“diem deh,gausah alay,berisik tau!”

“ah bodo,yuk ke kantin.”ucap Ify dan langsung menarik tangan Sivia ke arah kantin.



Setelah sampai dikantin ternyata dewi fortuna tidak berada  di pihak mereka,karena kantin sangat penuh sesak oleh orang-orang yang berlalu-lalang untuk memuaskan perut mereka masing-masing.



“ah Vi,rame banget nih!”dumel Ify,Sivia yang melihat lautan manusia dikantin itu hanya bisa gigit jari.

“iya,tau gini mending gue tadi bawa bekal deh,mana laper banget lagi.” Ucap sivia sambil melihat sekelilingnya berharap ada bangku kosong yang bisa mereka tempati.

“Ify,bareng gue yuk!”

Ify menoleh berusaha mencari tau siapa gerangan pemilik suara berat itu.

“lah,emang lo udah dapet tempat?”Tanya Ify kepada pria itu,Rio.

“ada tuh.”ucap Rio sambil menunjuk sebuah kursi, mendadak wajah Ify sumringah dan langsung menempati tempat duduk yang di tunjuk Rio  barusan lalu duduk disana bersama Via dan Rio.

“gue mesen makanan dulu ya!lo mau mesen apa Vi, Yo?”ucap Ify menawarkan bantuan.

“gue samain kayak lo aja Fy!”ucap Rio

“lo Vi?”Tanya Ify

“same.”

“Oke!”ujar Ify sambil belari ke stand penjual nasi goreng, setelah 10 menit menunggu ia pun membawa nasi goreng 3 dan orange juice 3 makanan pesanan mereka  tersebut ke atas meja mereka

“bye the way, gimana hubungan kalian?”Tanya Sivia membuka pertanyaan, dan menyerumput orange juice nyasampai hanya menyisahkan setengah gelas lagi

Ify mengadu-aduk orange juice sambil memandang kearah lain “apakah hubungan backstreet itu bisa dikatakan mulus tanpa ada yang namanya masalah?”

“maybe no.”jawab Sivia singkat.

“semua hubungan backstreet atau enggapun gak menutup kemungkinan adanya masalah Via!”jelas Rio.



Sivia mangut-mangut sok ngerti walaupun didalam hatinyabertanya-tanya apakah benar yang dikatakan Rio barusan, secara jelas saja dia tak mengerti. Pacaran aja dia gak pernah.

Tiba-tiba bayangan Alvin sedang tertawa lebar atas tingkahnya terlintas dalam lamunan Sivia, herannya bukannya mengusir lamunan  tersebut Sivia justru membiarkannya larut bahkan sambil tersenyum-senyum gak karuan. Ify dan Rio yang melihat tinggah abnormal Sivia tersebut hanya bisa mengedikkan bahu dan geleng-geleng takjub.



“cantik-cantik Gila ya,say!”ucap Rio.



Ify tersentak ketika Rio menyebutnya dengan panggilan ‘say’sebenarnya Rio udah sangat sering menyebut panggilan tersebut, tetapi tidak disini. Gila aja kalo sampe ketahuan si Dea—predator ganas. Yang siap menyerang Ify kapanpun jika dirinya mengetahui sang pangerannya justru berpacaran dengan sahabatnya.



“hihi, apaan sih say say-an! Kamu kira aku permen.”

“iya permen, abisnya kamu manis sih.”gombal Rio.



Sivia yang sudah tersadar dalam alam lamunannya tersentakketika melihat Ify dan Rio yang justru sedang asik bermesraan “ehem!”dehemnya,alih-alih terkejut kedua sejoli ini malah semakin asik bercanda dan tak memerdulikan Sivia yang sekarang sudah lebih pantas julukan obat nyamuk menjadi gelarnya.



“woi, ini sekolah pak bu!”kesal Sivia.



Ify dan Rio yang melihat muka merajuk Sivia bukannya salah tingkah karena kepergok pacaran malah ketawa-ketawa ga jelas,



“makanya Vi, cari  pacar biar gak jadi obat nyamuk.”

“lo kira pacar baju apa main cari aje! Susah tau.”curcolSivia.

Ify terkekeh kecil, “Tuh, ka Alvin siap menunggumu!”



Sivia menoleh kearah Ify ketika nama Alvin terdengar dalam topic pembicaraan yang tak ada ujungnya



“IFYYY!! RESEEE!”teriaknya sambil berlari mengejar Ify yang sudah pergi duluan karena akan tahu dirinya pasti akan menjadi sasaran aksi gelitikan yang dilakukan oleh Sivia.

Sementara Ify dan Sivia asik berlari, seseorang yang menganggap ada sebuah duren di depannya tak mau ketinggalan dan kehilangan kesempatan, ia menuju meja yang di duduki oleh Rio dan duduk disebelahnya tanpa permisi dulu.



“Hai Yo!”sapa Dea—orang tersebut. Ramah

“hai.”singkat Rio.



Dea mencak-mencak kesal gara-gara Rio hanya merespon  sapaannya dengan begitu cueknya, kemudian ia mengambil jatah makanan yang seharusnya buat Ify dan menyendoki makanan tersebut ke mulutnya.

“wah, enak Yo. Lo emang tahu deh kesukaan gue apaan.”

Rio menoleh kearah Dea ketika mendengar sebuah kata ‘makanan kesukaan’ , matanya terbelak ketika Dea telah menghabiskan separuh jatah makanan Ify,



“Dea! Itu buat IFY!”



Dea tertegun.



‘oh jadi ini buat Ify?Jadi bener kabar itu?’batinnya.



“oh ya? emang Ifynya kemana? Dan sejak kapan lo deket sama dia?”selidik Dea

“maaf gue ke toilet dulu.”ucap Rio lalu meninggalkan Dea sendiri dengan semua perasaan yang berkecamuk di dalam pikirannya.



‘kalian ada hubungan apa sih?’



-O-



Bel tanda pulang telah menyerukan suaranya,siswa-siswi yang mendengar itu lantas langsung tersihir dengan bunyi yang mereka idola akan tersebut, sambil membereskan buku Ify menyikut bahu Sivia yang ada disebelahnya,



“jadikan nona Azizah?”Tanya Ify dengan muka penuh kemenangan dan menyebutkan nama belakang Sivia yang mampu membuat Cewek ini tersadar akan janjinya tadi pagi.

“inget aja lagi.”

“jelas dong, mana mungkin gue gak inget sama ‘calon’ kaka ipar gue ini!”



Sivia melongo ketika Ify menyebutnya dengan julukan ‘calon kaka ipar’

Ify yang melihat muka melongo Sivia langsung terkekeh geli.



“gausah pasang muka idiot lo, lo biasa aja muka lo udah idiot kok”

Sivia manyun, “sialan lo!”





-O-





Ify membuka handle pintu  rumahnya dengan riang dan disusul oleh Sivia yang memasang muka bete nya dirumah tersebut dalam hati Sivia semoga ia tak bertemu dengan Alvin soalnya ia tahu jikalau ia bertemu dengan Alvin (lagi) yakin deh, perang dunia ke 2 akan masih berlanjut sampai sekarang.

Ify meninggalkan Sivia diruang tamu dan memasuki kamarnya untuk berganti seragam dengan baju yang lebih santai.



“lo gak ganti baju,Vi?!”teriaknya dari dalam kamarnya,

Sivia bengong melihat ulah temannya yang ketika disekolah bisa dikategorikan sebagai murid alim, tetapi dirumahnya justru berbanding 180derajat.



“gila nih manusia, maen teriak-teriak aja!”guman Sivia sendiri.





Clek





Terdengar suara hendle pintu yang dibuka, Sivia menoleh kearah pintu. Entah bagaimana caranya tiba-tiba adegan slow motion terjadi dipelupuk matanya ketika Alvin memasuki rumah Ify dengan tatapan dingin bahkan terkesan cool  ,rambut cowok itu di mohawk,dan menggandeng jaket MU kesayangannya. Ibarat kan di film Twilight, Sivia adalah Bella yang sedang terpanah melihat sosok Edward yang diperankan oleh Alvin ketika memasuki Forks High School.

Namun sayang, adegan romantic tersebut tiba-tiba lenyap dalam penglihatan Sivia ketika Alvin sudah berdiri didepannya sambil menatapnya dengan garang, Sivia yang tak mau kalah juga membalas tatapan garang tersebut dengan tatapan sinis nya sambil memicingkan matanya.





“ELO!”teriak keduanya.

Bersambung.

Pesan

Nama

Email *

Pesan *

Penulis kece

  • Dewi Lestari
  • Esti Kinasih
  • Ilana Tan
  • Stephanie Zen
  • Windry Ramadhina

Blog Archive

YOU

Followers

Black Moustache

Pages

Blogger Templates