Bestfriend be Love? No Way! - 4


Tittle: Bestfriend be Love? No Way - 4

Author: Lidang Sinta Mutiara & Shelly Sagita Davitri

Baca part sebelumnya-- > Bestfriend be Love?No Way! - 3

Ify masuk kedalam rumahnya dengan wajah bingung dan mulutnya terus menerus mengguman “Al.. AL..  dan AL.” Bi Ina yang melihat kelakuan majikannya itu hanya bisa mengerutan kening dan bertanya-tanya dalam hatinya lalu menggelengkan kepalanya ‘Ah, mungkin urusan remaja’ simpulnya dalam hati.
Ify tak memerhatikan tatapan aneh yang ditujukan untuknya dan masih terus menerus berjalan-jalan kearah kamarnya dengan tatapan kosong, “Oh, AL?! siapakah dirimu sebenarnya?”Tanya nya lebih tepatnya kepada dirinya sendiri.
Kakinya menyeretnya masuk kedalam kamar dan langsung membanting pintu kamarnya, Ify menguap dengan malasnya ketika merasakan dinginnya udara pada siang menjelang sore itu,
“Huaa, ngantuk!” serunya sendiri.
Yap, sepertinya udara memang sedang bersahabat bagi siapapun yang sedang menikmatinya, Ah.. indahnya suasana ini kalau untuk tidur.
Tanpa menunggu waktu lama akhirnya Ify memutuskan untuk memejamkan matanya dan pergi kealam mimpinya.
*****
“Banguuunnnn!”Terdengar suara berat dari arah pintu kamar Ify, Ify yang mendengarnya dan sudah sangat hafal dengan siempunya suara cempreng itu hanya bisa mengguman tak jelas dan kembali memeluk boneka sticth nya lalu melanjutkan mimpi indahnya.
Si empunya suara berat itu geleng-geleng kepala melihat kelakuan sahabatnya yang bisa dikatakan sejajar dengan sapi, gimana tidak? Dia kan sudah memasang volume ber-oktaf 10 mengalahkan whitney hoousten dan hanya mendapatkan gumanan tak jelas dari Ify, hedeeh-,- ia melihat jam dinding bermotif sticth yang ada dikamar Ify dengan seksama, oke. Jam 19.00 P.M bisakah kalian para readers untuk membunuh si suara berat ini? Masalahnya, sebentar lagi pasti Gina—Ibunda Ify, akan memarahi dia karena Ify belum bangun-bangun sementara Ify haruslah les piano,kan?

“Hey, nona tidur! Bangun gak? Kalo gak semua boneka sticth lo bakal gue buang!”

Mendengar kalimat horror yang tak berperasaan dari Sahabat cowoknya—siempunya suara berat itu. Ify langsung mendadak melotot dan melempar sahabatnya itu dengan bantalnya.

“berani lo kayak gitu, gue pecat lo dari daftar nama supir gue?!”
“Sableng! Lo pikir gue supir lo apa?”                                          
Ify merapikan bantal-bantalnya dan juga selimutnya, “Jelas lah, lo kan selalu nganter jemput gue kemana aja dan apa lagi itu kalo namanya bukan supir?”jawabnya enteng.
“Okelah, kalo gitu gue juga bisa menghapus nama lo dari daftar penumpang setia gue.”
“Yah, jangan dong okedeh sorry maaf maaf, kita temen lagi ya? gue mau mandi nih, lo udah bete kan nungguin gue bangun, nah sekarang lo udah bisa keluar kok.”sahut Ify sok manis.
Sahabat Ify itu tidak beranjak dari situ rupanya, ia justru memerhatikan Ify dengan tatapan senakal yang ia punya, “Hmm, gak ah. Sayang Fy, kesempatan bagus masa gue keluar?”jawabnya enteng seenteng nentengin genteng(oke ini ngaco)-,-
Ify melotot dan menatap sahabat cowok nya itu tajam, Huh… beginilah gak enaknya punya sahabat lawan jenis, ituloh sisi Ify yang paling malesin dari sahabat nya ini,Omes banget soalnya, biasalah cowok, tapi toh risih kan walaupun itu sahabat kita. Libido Cowok kan agak besar dari cewek. Ya, maklum lah-____-

Sahabat cowok Ify yang gantengnya naujubileh kayak sharuk-an sudah bisa melihat gelagat Ify dan mulai mengantisipasi jika terjadi aksi lempar melempar barang yang selalu di lakukan Ify jika sedang marah, apalagi sekarang hidung mancung Ify mulai naik turun tak karuan menahan amarah, dan di telinganya juga sudah keluar asep-asep gak jelas yang menandakan bahwa sebentar lagi akan terjadi letusan gunung berapi serta hujan local yang biasa dilakukan Ify jikalau sudah ada aksi ngamuk-mengamuk.

“RESE LOOOOOOOOOOOOO!”dengan semangat 45 layaknya pejuang kemerdekaan Indonesia Ify melemparkan jam wekkernya  kearah muka sahabatnya itu, sayangnya karena sahabatnya itu sudah terlalu terbiasa dan hafal dengan kelakuan Ify ini dia toh langsung kabur dan menutup pintu kamar Ify, huh.. untung selamat.

***********

Ify mangut-mangut ketika gurunya sedang menjelaskan tentang not-not yang harus Ify pelajari, pertemuan kali ini mereka membahas tentang instrument-instrumen lagu-lagu klasik ini dia mata les piano yang paling Ify suka selain jazz, lagu klasik! Yap, mungkin sebagian orang menganggap lagu klasik adalah lagu yang paling top-cer untuk pengantar tidur dikarenakan karena lagu itu cenderung lamban dan bikin orang greget sendiri mendengarnya, tetapi bagi Ify tidak. Justru lagu inilah yang sering ia gunakan untuk galau-galau gak jelas jikalau mengingat ia belum bisa mengetahui siapa gerangan nama pangeran nya itu, biasanya sih Ify main-main piano ga jelas gitu.
Ify merasakan dirinya tidak beres, ah! Sial sial sial, ternyata bener kan? Dia kebelet pipis, Oh yaampun.. malu-maluin banget sih si Ify ini, inikan lagi serius-seriusnya masa ia minta ijin buat buang air kecil? Tapi kalo gak dikeluarin tuh produksi tubuh sisa metabolism Ify kan bisa bahaya, dengan bete ia mengangkat tangannya.

“Ya, Ify? Ada apa?”Tanya Bu Cherry guru les Ify dengan tampang wajah sumringah, mungkin ia berfikir bahwa Ify ingin bertanya kali ya?

“saya izin ke toilet bu.”

Bu cherry mengangguk dan memperbolehkan Ify, dengan kilat ia berdiri dan keluar dari dalam kelas, ah, ternyata ia beneran sudah kebelet! Sekeluarnya Ify dari kelas, bu Cherry pun melanjutkan lagi pelajaran yang sempat tertunda.

--

Ify keluar dari toilet dengan muka riang gembira selalu-_-dan tiba-tiba…

BRUKKKK!!!

Arrggh, kenapa harus ada tabrak-menabrak lagi sih? Plis deh,ini bukan sekolah kan? Ify menggerutu dalam hatinya sendiri, ia pun sudah siap siaga 5 untuk mendamprat si pelaku yang menabrak dirinya itu, Er.. kurang sial apa sih si Ify ini? Dimana-mana ada aja tabrak-menabrak, seperti nya Ify memang harus menambahkan salah satu list hobinya yaitu: jatuh karena tabrak menabrak. Oke ini memang aneh-,-

“HUAA, NASIB-NASIB. Tabrak aja gue terus, badan kecil gini nasibnya jatuh mulu!”gerutunya sendiri.
Yang menabrak hanya bisa melongo mendengar gerutuan Ify, “Lo gapapa kan?”

Deg!

Yaampun, yaampun! Ify hafal suara itu, aish. Itu kan suara…

“ELO!”baik Ify ataupun cowok yang menabrak itu hanya bisa membelo-belokan matanya layaknya orang melotot menatap satu sama lain.
‘HUAAA! PANGERAN GUE, MY PRINCE, AKANG GUE, ABANG GANTENG, MY LOVE, MYPET, MY MONKEY, MY…MY…my..’jerit Ify dalam hati.
Jantungnya yang tadi selow-selow aja mendadak lari marathon mengalahi larinya Septian atleet lari disekolah mereka.

“Kok, bisa? Eh, maksud gue lo kok ada disini?”Tanya cowok itu santai.
“gu..gue emang les disini, eh? Lo les disini juga?”Ify menjawab kaku pertanyaan cowok itu, gimana gak kaku wong jantungnya lagi dag-dig-dug ser…

Si cowok itu mengangguk dan menyunggingkan senyumnya, AAAA! Ganteng bangettt, manis banget aaaa, bener-bener pangeran!

“Hehe, iya tapi cuman sementara sebenernya gue les hari jumat tapi karena gue ada kesibukan ya terpaksa ngajuin pergantian hari hehe.”jelas cowok itu.

Ify mangut-mangut mengerti.

“Oh iya, kita udah sering tabrak-menabrak loh masa belum kenalan, nama gue Ify nama lo?”

Akhirnya! Akhirnya Ify menanyakan hal yang sudah ia ingin tanyakan sedari dulu.

“Nama gue…”Cowok itu menggantungkan perkataannya ketika..
“Woy, bro! kelas udah mau dimulai tuh.”seru cowok yang berpenampilan casual di balik pintu toilet, Ih ganggu!
“Fy, gue duluan ya”pamit cowok itu tanpa embel-embel memberitahukan namanya.
Ify melongo dan langsung mencak-mencak tak jelas, “Arggh, what your name, babe?!!!!”

--

Besoknya di sekolah…

Ify memonyong-monyongkan bibirnya ketika teman-teman sekelasnya sibuk mengurusi urusan pribadinya.

“Fy, masa gue tadi nyapa sahabat lo loh, tapi toh ya gak di bales fy, ih rese ya sahabat lo, mesranya sama lo doang kita ga di ajak-ajak.”rungut Nova dengan resenya dan biadabnya tiba-tiba duduk di samping Ify.
Ify sih sebodo-amat deh mau di bales kek mau kaga kek, bukan urusan dia ini toh.

“Bener kata lo Nov! sahabat Ify emang sedingin salju, bete deh liatnya, udah deh Fy lo sama dia aja cocok tau.”

Aduh, ini kenapa Oliv juga menambahi kata-kata ngawur dari Nova?
“HUAHAHA, tuh kan Fy anak-anak aja udah setuju banget lo sama dia.”Sivia yang biasanya datang telat tiba-tiba sudah ada didalam kelas dan langsung bergabung dalam topic pembicaraan absurd bin aneh ini.
“Aduh, masih jaman aja si sahabat Ify, pastilah dia gak akan berpaling dari Ify mending kita ngejar si anak baru nan ganteng itu.”
Nah! Kalo ini Ify langsung mendongak penuh antusias namanya!

“Oh iya sampe sekarang gue belum tau namanya siapa, siapa sih namanya?”Tanya Chelsea tiba-tiba.
“Namanya sih katanya…”

Teng….~

Terdengar suara bel berbunyi seketika itu juga bagaikan robot siswa-siswi yang tadi asik bercengkrama membubarkan diri masing-masing, Ify kecewa permisah karena dia gagal mengetahui nama cowok pangerannya itu.

--

“Tak bisa hatiku menapikan cinta, karena cinta tersirat bukan tersurat meski cobaan untuk persahabatan atau mungkin sebuah takdir Tuhan..” Sivia terus menerus menyanyikan lagu Sahabat jadi Cinta dari Zigaz guna menyindir dan menggodai si Ify, Zahra yang melihat kelakuan sahabatnya itu hanya mampu menyumbang ketawaan lucu serta sambil memegang perutnya karena sakit saking kencangnya ketawa yang ia buat itu. Apalagi, jika melihat ekspresi Ify yang bener-bener kepengen nonjok Sivia pake gedung sekolah-,- dan melihat ekspresi tanpa dosa Sivia yang terus menerus menyanyikan lagu yang dulunya menjadi kesukaan nya sekarang nyaris di bencinya.
“Terus Vi, teruusss….”geram Ify sambil siap-siap melemparkan sepatunya jika benar Sivia melanjutkan nyanyian cemprengnya.
“Oh, Ify! Tahukah anda betapa indahnya sahabat jadi cinta itu? Seperti menari-nari diantara kumpulan awan-awan di angkasa indah sana….”ujar Sivia sok puitis sambil mengayun-ayunkan tangannya bak berbentuk sesuatu.

Loh? Loh? Kenapa mendadak jadi puitis begini sih? Ini Sivia kenapa pula? Menari-nari di atas awan? Hiiih, kan tinggi membayangkannya saja Ify ogah!
Zahra hanya cekakak-cekikikan mendengar kata-kata sok puitis dari Sivia, “Noh Fy, sahabat lo tiba-tiba berubah puitis tuh, HUHAHAHAH.”Gelak tawa Zahra menyembur gitu aja, sialan.

“sahabat lo juga bego!”sahut Ify jutek.
“Oh iya lupa, HHAHAHHAH.”Zahra masih terus tertawa diatas penderitaan Ify, ckckck
Ify mendengus kesal dan memalingkan mukanya kearah yang lain, angina sepoi-sepoi menjadi background nya ketika melihat seseorang berjalan sambil tertawa-tawa dengan teman sepermainanya berjalan-jalan dengan gaya maskulinnya rambutnya yang di modeli dengan spyke dan bajunya yang dikeluarkan menjadi daya tarik sendiri.
Itu adalah pangeran Ify!

Ify tak mau menyia-nyiakan waktu ia pun menatap terus menerus cowok itu, ‘tabrak gue lagi,pliss.’ Pintanya dalam hati sayangnya mustahil banget doa Ify itu.
Ify semakin intens aja memperhatikan si cowok itu, yaampun ganteng banget sih si cowok itu, gantengnya setara sama dewa Yunani wajar kan kalau Ify betah liatin cowok itu? Liat aja, matanya itu loh agak-agak kelabu gimana gitu, abis itu tingginya yang naujubileh dan badan nya yang tegap dan berisi gak ceking kerempeng kayak cowok Indonesia kebanyakan, oke. Ify berani taruhan kalau itu cowok pasti Indo alias blasteran gitu deh.-.

“Lo liatin siapa,Fy?”Tanya Zahra penasaran, ternyata ia dari tadi memerhatikan Ify nah loh, saking seriusnya tuh Ify ngeliat si cowok ganteng apapun di cuekin.
Ify buru-buru mengalihkan pandangannya kearah Siomay yang masih nganggur dihadapannya.
“Ah, paling liatin sekeliling nungguin si akang sahabat nya yang guanteng itu,”cablak Sivia.
Errrr…. Ga dimana tempat selalu itu jadi bahan omongan, bosen  bosen! Okesip, kayaknya ify harus banget deh buat perhitungan sama penulis novel yang merangkaikan kata sahabat jadi cinta ataupun Sinetron bahkan Cakka dan Agni yang secara langsung mempraktekannya di kehidupan nyata! Atau kalian yang sedang membaca cerita ini dan setuju dengan quote sahabat jadi cinta itu! (Author ganas-,-)

“Basi,Via!”sewot Ify, mulutnya sekarang sudah dimonyog-monyongin persis ikan koki-,-
“basi atau basii? Ecie cieee.”

Sekali lagi, rasanya Ify pengen bogem muka Sivia aja deh.

*************

Yayaya, saat ini sedang pelajaran PKN dimulai, aduh taulah ya problem anak sekolah jika harus di hadapkan oleh mata pelajaran full Undang-undang ini? Mata ngantuk tuk tuk!
Seperti itulah  yang  sedang di hadapi Ify saat ini matanya sudah 5 watt, pengen tidur gurunya killer, ga tidur tapi kepengen, galau melanda…
Tiba-tiba terdengar suara sepatu berhak tinggi kearah Ify, berhubung si Ify ngantuk parah jadi dia mendengarnya seperti suara sepatu kaca-,- si guru yang memerhatikan Ify dari tadi hanya bisa geleng-geleng kepala melihat anak didiknya yang sedang berusaha untuk tidak memejamkan matanya.
Semua anak yang dari tadi menghadap papan tulis langsung mengubah ekor matanya kearah guru mereka yang sedang berjalan kearah Ify, gawat! Perang akan di mulai.

“Kamu ngantuk Alyssa? Sebaiknya cuci muka mu dulu sana.”titah Bu Wanda.

Ify yang memang sudah ngantuk banget dia gak begitu jelas mendengarkan titah guru killer nya itu, justru ia semakin menguap.
Bu Wanda nampaknya sangat geram pada kelakuan Ify yang benar-benar minta di timpukin, ia lantas hendak berteriak, tetapi ia gagal karena entah secara kebetulan atau engga pak Duta—wakil kepala sekolah. Di SMA itu datang dengan wajah wibawa nya.

“Siang bu Wanda, siang anak-anak.”sapanya ramah, semua anak cewe langsung masang pose se-aduhay mungkin, masalahnya ini guru paling idaman banget di sekolah. Gimana gak idaman? Wong ganteng dan masih muda pula! Ditambah jabatannya yang bikin kita ngiler.
Bu wanda gelagapan sendiri, ia bingung harus ngapain karena muka horror yang rencananya disiapkan untuk Ify susah untuk di ilangin ia kan harus banget menjaga penampilannya di guru idaman ini, eh rahasia aja nih ya. Bu Wanda suka sama pak Duta! Cieeee….

“ada apa pak?”Tanya bu Wanda sopan.
“saya mau manggil Alyssa, ada?”
Bu Wanda mengangguk, dan segera memanggil Ify, Si Ify yang toh masih gak ngeh sama kondisi dan keadaan cuman bisa mangut-mangut menuruti perintah dari sang guru.
Ia menyeret kakinya dengan malas dan mengikuti pak Duta yang sudah berjalan mendahuluinya.
“terimakasih bu,”Ucap pak Duta sebelum pergi, mendadak bu Wanda terbang ke langit ke tujuh-.-

************************

“ada apa ya pa?”Tanya Ify juga akhirnya ketika ia sudah tidak tahan harus makan kacang di bikin pak Duta dari tadi, ah… bayangkan saja ia dan pak Duta taka da yang berbicara selama setengah jam. Abisnya pak Duta sibuk sama berkas-berkas yang membuat Ify mau muntah itu.
“Oh iya, saya lupa. Ehem. Saya mau Tanya kamu benar mengikuti dan sudah mahir les piano?”Tanya pak Duta sambil membenarkan letak kacamatanya.
Ify mengangguk mantap, toh memang ia sudah bisa di bilang jago kok. Buktinya setiap lomba menang mulu.
“aha! Bagus itu, kamu mau kan duet bareng memainkan alat music di acara pentas seni nanti? Berduet dengan anak baru pindahan itu?”
Mendengar kata; anak baru. Ify langsung semangat 45, tak berfikir lama ia mengangguk mantap.

“baiklah kalau begitu persiapkan saja diri kamu ya, Ify.”

--

Berduet dengan pangeran pujaan? Aduh, ini bukan mimpi kan? Kalaupun mimpi ini adalah mimpi paling the best ever banget lah ya, Ify tak henti-hentinya menyunggingkan senyum setelah ia balik dari ruangan wakasek.
Senangnya hati Ify.
“Woy! Kenapa lo senyum-senyum?”Tanya Zahra curiga ketika menyadari ada yang tak beres dengan anak ini, baru saja ia ingin menjelaskan tentang duet maut yang akan dilaksanakan itu tiba-tiba otaknya berputar ‘Gak, gue gak boleh kasih tau. Entar mereka malah makin gencar ngatain gue lagi.’pikirnya dalam hati.
“Gapapa kok, senyum kan ibadah.”Ify ngeles.
Zahra hanya mangut-mangut.
“Fy, lo bohong yah? Haha, kok bisa sih Fy lo duet sama anak baru itu? Envy deh gue.”Cablak Sivia.
Ify terkejut, ‘kok dia bisa tau sih?’tanya nya dalam hati.
“kok lo tau?”
Sivia tertawa ngakak, “aduh ini dia nih males dan susahnya punya sahabat terlalu oneng, hey girl. Apasih yang kita gak tahu kalau tentang si anak baru itu? Sampe ukuran celana dalemnya aja kita tau kok.”ucap Sivia santai.

Hah? Sampai celana dalem nya aja tahu? Ini naksir, kagum, suka atau psikopat?

“Bercanda ,Fy. Celana dalem gak termaksud itungan kok.”ujar Sivia ketika melihat muka tolol dari Ify.
Ify hanya cengengesan gak jelas, “Iya nih. Kata siapa enak? Gue kagok tau nanti secara secara nih ya, tau namanya aja enggak. Huh.”lemes Ify.
Sivia mangut-mangut setuju, “iya sih gue juga gaktau namanya, eh iya. Lo tenang aja deh nanti gue tanyain Rahmi anak sekelasan dia nama dia siapa. Biar lo ga kagok. Tapi ini ada bayarannya loh.”
“Apa?”
“kirim salam ya sama sahabat lo yang unyu itu hehe.”
Ify hanya membalas ucapan senonoh Sivia dengan mulut monyong.

*******************

Ify sibuk berkutat dengan layar handphone nya melirik kali-kali aja Sivia meng-sms dirinya dan mengasih tau nama si cowok ganteng itu, sahabat Ify yang sedang berkutat dengan stir nya hanya bisa cemburu melihat Ify yang lebih mencintai handphonenya dari pada dirinya sahabatnya sendiri.
“Lagi ngapain sih,non?”
“nunggu SMS, loh? Kita udah dimana?”Tanya Ify bingung, jelas lah dari tadi ia gak memerhatikan jalanan.
“way kambas! Ya jalan menuju rumah lo lah.”sewot sahabat Ify, Ify hanya ber-oh ria.
Drrttt….drrrtttt….
Getar handphone Ify langsung disambut baik sama si empunya handphone, Ah! Ini dia yang ia tunggu…

From; Sivia
Ify, gue udh tau nama si cowok ganteng itu, aaaa:o namanya ternyata kece bgt22an deh. Tau gak? Namanya; Mario Stevano Aditya HalingJ

Ify mengerjap-ngerjap matanya, astaga! Ia seneng banget akhirnya ia bisa mengetahui nama si cowok ganteng yang sering nama dia, ternyata eh ternyata AL yang ia lihat itu dari kata hALing! Ah dia baru ngeh-_- saking senengnya Ify sampai nari-nari gak jelas di dalam mobil sahabat nya itu.
“Fy, lo sakit jiwa kali ya?”Tanya sahabatnya itu sambil memegang dahi Ify.
“eh, bener. Panas.”
Ify langsung melotot dikatain sakit jiwa sama sahabatnya sendiri.
Ia lantas menabok-_-(gaenak banget bahasanya) tangan sahabatnya itu, “ALVIN RESE!”

BERSAMBUNGGG........

Tutup muka *ciluk baaa* ciye, udh pada tau kan sekarang siapa dua orang yang masuk dalam cinta dan dilema Ify *eaeaea* penasaran siapa yang Ify pilih? So, jangan bosen-bosen nunggu ya.-. hoho:O

Pesan

Nama

Email *

Pesan *

Penulis kece

  • Dewi Lestari
  • Esti Kinasih
  • Ilana Tan
  • Stephanie Zen
  • Windry Ramadhina

Blog Archive

YOU

Followers

Black Moustache

Pages

Blogger Templates