Hai,pemuda! {Diary}

Di dedikasi kan buat kamu.

Satu hari dalam hidup ku, harus merasakan panas matahari dan hembusan angin yang seakan bersahabat untuk menganggu dan mengusik ku, melululantahkan semua semangatku.
Aku disini, tak terlihat memang, tetapi mampu melihat dan menjadi pengamat yang baik.

--

Suatu hari dalam hidup ku, aku melihat siluet itu. Siluet bagaikan matahari yang menantang sang angin. Siluet bagaikan tak ada rasa damai antara dirinya dan siapapun.
Tajam tapi tegas, Teduh tetapi tak jua lemah. Sempurna.
Aku disini, tak berbicara terus merapalkan doa.

--

Suatu hari dalam hidup ku, aku ingin dilihat! tetapi, bukan mereka yang melihat ku. Melainkan kamu.
Kamu si sosok siluet bagaikan matahari yang melawan angin, kamu yang selalu aku bawa dalam doaku tiap malam.
Aku disini, tenang dan damai. Meski berusaha untuk menembus hati mu aku tahu aku tak mampu.

--

Suatu hari dalam hidup ku, aku melihat cewek itu bergulat manja dengan mu di tempat aku pertama kali melihat dirimu. Siapa wanita kurang ajar itu? hatiku terus berteriak murka. tetapi kemudian malaikat menyadarkan ku. Hey! kau bukan siapa-siapanya. Cemburu saja pun kau tidak berhak.
Aku disini, dengan segenap hati dan seonggok luka tak terobati.

--

Suatu hari dalam hidupku perbedaan kasta junior - senior terjadi lagi. Tak adil memang, tetapi itulah yang terjadi, aku hanya bisa mengangguk-anggukan kepalaku ketika mereka datang menyerangku dan menyuruh untuk mundur secara teratur dalam mencintaimu.
Kau tahu? Hati ku sakit.
Aku disini, dengan kekecewaan akan cinta ku sendiri.

--

Suatu hari aku harus melihat mu memegang tanda kelulusan itu dengan senyum kemenangan, ya aku turut bahagia untuk mu selalu dan selalu. tetapi, mengapa rasanya bagaikan ada yang menghunus hati ini ketika harus melihat mu pergi dari sekolah ini? Ya. aku kehilangan, aku kehilangan pangeran ku yang sekarang akan menemukan putri sejatinya.
Aku kehilangan kamu, kakak kelasku.
Aku disini dengan segenggam luka yang akan aku bawa terus sampai bertemu dengan mu--kembali.





ditulis ketika malam menerjang sang bumi.

Jakarta, 24 Agustus 2013

Pesan

Nama

Email *

Pesan *

Penulis kece

  • Dewi Lestari
  • Esti Kinasih
  • Ilana Tan
  • Stephanie Zen
  • Windry Ramadhina

Blog Archive

YOU

Followers

Black Moustache

Pages

Blogger Templates