SPECIAL ABOUT US - (THE END bag. A)

Gabriel terkejut ketika tempat tidur dorong itu membawa gadis yang ia cintai, Ashilla.

“Shilla kenapa yo?”Tanya Gabriel khawatir, ia juga melihat darah segar mengalir dari lengan Rio dengan derasnya “kalian kenapa?”Tanya nya lagi.
Rio terdiam “tadi….. pas kita mau kesini, kita mengalami kecelakaan dan Shilla…”

Gabriel tak menginginkan lanjutan cerita dari Rio, ia langsung menyambar tempat tidur dorong itu dan menggenggam tangan Shilla dengan lembut, keajaiban! Sungguh keajaiban! Dengan perlahan Shilla membuka matanya dan menggapai pipi gabriel dengan lembut “Ak…aku sayang… ka…kamu yel..”ucapnya terbata-bata.
Gabriel memegang dan memper-erat genggamannya “aku lebih Shill..”

Shilla mengangguk sambil tersenyum.

Tiba-tiba seorang dokter dari UGD keluar “bagaimana keadaan Ify dok?”Tanya Rio khawatir, sekarang semua tatapan beralih ke dokter itu..


“kita harus segera melakukan pencakokan hati, kalau tidak… Ify tidak akan terselamatkan.”ucapnya sedih, Gina yang mendengar itu langsung menangis sejadi—jadinya ia tak bisa membayangkan anaknya harus pergi secepat itu.
Shilla menangis ketika mendengar kabar itu,


kamu itu bagaikan malaikat aku Shill..


Tiba-tiba ia teringat kata-kata Ify untuknya, kamu bagaikan malaikat. Ify menghirup nafas dalam-dalam “ta..tantee, apa… sa..saya boleh jadi pen..do..pendonor?”ucapnya terbata-bata, semua mengalihkan pandang kearah Shilla “Shill…” lirih Gabriel.
“Aku mau buktiin omongan Ify.. dan kamu, kalau aku emang ditakdirkan sebagai malaikat Ify.”ucapnya sambil tersenyum.
“ada atau engga nya aku Yel nantinya, aku mau kamu harus janji untuk ngelakuin yang terbaik buat diri kamu sendiri, aku cinta sama kamu Yel..”
“dan untuk kamu Yo.. jangan sia-siain Ify, kejar dia.”

Rio tersenyum mendengar kata-kata Shilla.
Gina langsung memeluk Shilla, “saya baru ketemu sama kamu, tetapi saya tak menyangka Tuhan bisa menciptakan seorang malaikat kecil seperti kamu, terima kasih banyak nak..”ucapnya penuh haru dan linangan air mata


---


Operasi berjalan dengan ketegangan, diluar sana semua berdoa untuk keduanya.
--


Ify terus berjuang melawan penyakitnya, ia tak mau mati saat ini, ia ingin bersama Rio.


--


Ify melihat ayahnya tersenyum kepadanya sambil merentangkan tangannya seolah-olah agar Ify berlari kepelukannya, dan Ify melakukan itu “Ify kangen sama ayah..”
Ayah Ify mengangguk mendengar perkataan Ify yang paling jujur itu, ia memang kangen terhadap Ayahnya, bahkan sangat kangen.


“sama, ayah juga udah kangeen banget sama Ify,”
“Ify mau tinggal sama ayah aja ya? Ify capek terus-terusan sakit.”ucap Ify murung.
“ga bisa sayang, kamu belum waktunya untuk sama ayah, kasian mama kamu gak ada yang jagain, kasian temen-temen kamu, dan kasian Rio..”
Ify terkejut “ayah tau Rio dari mana?”
“tiap malam kamu berdoa selalu menyebut nama dia, kamu lupa? Ayah kan udah bilang kalau setiap kamu berdoa itu sama aja kamu curhat sama ayah dan sama Tuhan…”


Ify mengangguk.


“nah, sekarang Ify harus kembali lagi ya… bahagiain mereka yang cinta sama Ify..”
tetapi bukannya pergi ia malah bertemu dengan Shilla “Shill.. kok kamu bisa disini?”Tanya Ify heran, ia juga melihat Shilla memakai baju putih danShilla sangat cantik, wajahnya sangat tenang.
“sekarang tempat aku disini Fy…”


Ify menatap Shilla tak percaya “bagaimana mungkin Shill?”

“gak ada yang ga mungkin.”
Shilla tersenyum dan langsung memeluk Ify “jaga Gabriel ya, cinta Rio, dan sampaikan salam kasih ku buat semua temen-temen kita..”
“Shill…”Lirih Ify.
“kamu special Fy, kamu sangat special.”


Ify mengangguk.


“aku berbeda, bukan special.”
“ke-specialan itu terlihat ketika kita berbeda antara sesama kita. Dan itu ada di dalam diri kamu.”jelas Shilla.
“Ya, aku special karena telah mendapatkan malaikat seperti kamu Shill..”
Shilla mengangguk “bestfriend forever?”Tanya nya sambil mengacungkan kelingkingnya ke hadapan Ify.

“Yes, bestfriend forever.”

---


Sebab ku sayang dia,
Sebab ku kasihi dia,
Sebab ku tak rela tak slalu bersama..
Tuhan ku tanpa dia,
Seperti kehilangan arah…


Tut…tut…tut….
Suara alat pendekteksi jantung terus berbunyi, semua memandang Ify yang lemah sehabis di operasi, semua berdoa supaya gadis ini bisa bertahan dan pengorbanan Shilla tidak sia-sia.

--

Berbeda dengan gabriel, ia malah ke kamar mayat dan terus menangisi kepergian Shilla “aku sayang sama kamu Shill, sangat..”


“aku sayang kamu shill, aku mau waktu yang memisahkan kita, bukan kamu, atau aku.”ujarnya tulus.


Ia teringat kata-kata nya dengan Shilla waktu ia menyatakan cintanya kepada perempuan itu. Ia sangat mencintai perempuan itu, ia menyesal telah menyia-nyiakan Shilla dulu.

“enggak Shill, aku gak mau kehilangan kamu, aku gak mau.. walaupun waktu memisahkan kita, aku ga mau, akuu gamau waktu memisahkan kita.”ucapnya kalap, tetapi tetap saja tubuh kaku Shilla tetap diam dan diam, tiba-tiba Gabriel mengguncang-guncang tubuh Shilla “BANGUN SHILL!! KAMU HARUS BANGUN! KAMU GAK CAPEK APA TIDUR TERUS!!??? BAGUUNNN BANGUUNNNNN!!”Teriaknya, entah dari mana tiba-tiba ada tangan yang memeluknya, “kamu jangan seperti ini…”ucap orang itu, gabriel memalingkan wajahnya dan terlihat lah seorang anak remaja cantik yang tak ia kenal.


“kamu harus mengikhlaskan dia, kalau kamu kayak gini dia akan sedih di surga sana.”jelasnya.
“diam. Kamu tidak tau apa yang saya rasakan!”


Gadis itu mengangguk “saya tau, saya juga baru kehilangan pacar saya, dia terbaring di samping pacar kamu sekarang, saya sangat mencintai dia, awalnya saya marah tetapi sekarang saya mencoba mengikhlaskan dia, karena saya tau dia pasti cinta sama saya, walaupun sekarang alam kami berbeda.”

“saya sangat mencintai Shilla.”

Gadis itu mengangguk “saya Lia.”

“gabriel.”balas Gabriel


--


3tahun kemudian….


Gabriel masih mematung di tempat tidurnya menatap bingkai love yang ada disana air matanya meluncur untuk kesekian kalinya, ia tak menyangka akan kehilangan Shilla secepat ini,


“Gab…”panggil Lia lirih, gabriel menoleh menatap wanita yang baru saja menjadi pacarnya selama 2 bulan itu, yang sangat begitu sabar untuk membantu dirinya pergi dari keterpurukan.

“aku gapapa.”ucapnya ketika tau bahwa Lia pasti akan menanyai tentang dirinya, Lia mengangguk “Yuk, yang lain udah nunggu.”

Gabriel dan Lia berjalan berbarengan keluar rumah dan langsung disambut oleh Rify, Alvia dan Agni.

“Cakka belum ada kabar Ag?”Tanya Gabriel
Agni mengangguk “dia udah otw.”
“Oh.”ucapnya singkat, lalu mereka masuk ke mobil dan pergi ke suatu tempat.


-


Untuk yang ke sekian kalinya Gabriel menatap pusara-pusara yang berjejer rapih disana, dan menatap sedih nisan yang bertuliskan ASHILLA ZAHRANTIARA , untuk kesekian kalinya pula ia menangis dan berlutut di depan pusara itu, sambil menaruh mawar putih diatasnya, ia memilih mawar putih karena ia tau Ashilla menyukai mawar.


“kamu suka bunga apa?”Tanya Gabriel sambil memainkan rambut Shilla dengan gemulai.
“mawar putih.”
Kening gabriel mengkerut ketika mendapatkan jawaban dari Shilla “kok mawar putih?”
“karena mawar putih itu suci, se-suci cinta kita.”


Gabriel mematung ketika semua tentang Shilla terekam lagi di otaknya, sakit.
“Gab..”panggil Ify yang langsung duduk di sampingnya.
“dia udah damai kan yah?”ucap Ify sedih dan menatap kosong pusara itu, Gabriel mengangguk “dia memang malaikat yah.”

Lagi-lagi Gabriel mengangguk membenarkan kata-kata Ify.

“Ini…”Ify menyerahkan sebuah I- Pod, Gabriel menyirit heran

“ini ada video yang Shilla buat khusus untuk kamu.aku nemuin kemarin pas kerumah Shilla untuk silahturami”


Dengan cepat Gabriel mengambil I-pod itu dan membuka rekaman video yang ada disana,dan terputarlah wajah Shilla ,wajah yang sangat ia rindukan, wajah yang seperti malaikat…

“haloo gabriel ku sayangg…”gabriel tersenyum ketika melihat wajah Shilla menyapanya. Tanpa sadar ia membalas ucapan itu “halo  Shilla ku sayang..”

Tapi sia-sia mana mungkin Shilla membalasnya?

“aku mau minta maaf sama kamu ya sayang, hubungan kita akhir-akhir ini berantakan karena kebodohan aku sendiri, big sorry for you , nih sebagai gantinya aku buatin lagu ya buat kamu, pasti kamu bakalan speechlessi deh pas dengerinnya, yaiyalah secara aku kan jago bikin lagu, ehhehe narsis banget ya aku?
Yaudah nih lagunya, dengerin yah!”ucap rekaman itu, tanpa sadar Gabriel memperbaiki posisinya biar bisa nyaman mendengar rekaman itu.

kau yang slalu menjagaku disaatku bersedih dimana kau
kini kau yang slalu memelukku disaatku menangis
mengapa kah kau pergi?
bahagia kau lihat terpurukku disini
menanti kau kembali
aku masih cinta
aku masih sayang
walau kau sakiti hatiku
aku masih setia
masih tetap setia
walau kau sakiti hatiku
kau hancurkan
aku kau yang selalu memelukku disaatku menangis
mengapakah kau pergi ?
bahagia kau lihat terpurukku disini
menanti kau kembali
aku masih cinta
aku masih sayang walau kau sakiti hatiku
aku masih setia masih tetap setia
walau kau sakiti hatiku kau hancurkan aku

Gabriel tertegun mendengar lagu itu…

“nyindir yah? Hehe maaf ya, tapi kamu jangan liat dari nada nyindirnya, liat lah dari ungkapan kata disitu.. bahwa, aku mencintai kamu no matter what happen walaupun kamu udah sering ngebuat aku nangis, tapi aku gak perduli, yang terpenting… aku sayang kamu Gab..selamanya.”


Klik.


Selesai sudah, rekaman itu sudah berakhir, gabriel menitikan air matanya untuk kesekian dan beribu kali, mengingat Shilla.. mengingat cinta tulus nya, membuatnya semakin merasa bersalah.


Bersambung to the end bag. B

Pesan

Nama

Email *

Pesan *

Penulis kece

  • Dewi Lestari
  • Esti Kinasih
  • Ilana Tan
  • Stephanie Zen
  • Windry Ramadhina

Blog Archive

YOU

Followers

Black Moustache

Pages

Blogger Templates