SPECIAL ABOUT US ( THE END bag. B )

SEBELUMNYA: Special About Us XXI
The End


Rio dan Ify menaiki stand panggung, mereka memegang mic dan berdentang lah sebuah music yang indah.
Ify mulai bernyanyi
“The day we met
Frozen I held my breath
Right from the start”Rio mulai bersenandung…
»
Pandangan Ify sekarang ter-arah kepada sosok yang sangat menarik perhatiannya,sosok itu begitu tenang,dan… menarik.
“Ify.”ucap Ify diselingi senyumannya yang khas,cowok itu mendongkak,menatap Ify sebentar lalumenjawab. “lo udah tau nama gue dari Iel kan?”
Ify salah tingkah. “ngg… yo,lo gakmau nyambut sambutan tangan Ify? Seenggaknya sopan gitu.”Iel angkat bicara. Rio menatap uluran tangan itu sebentar,lalu menyambutnya dan melepaskannya secepat kilat.
«
“I knew that I found a home for my
Heart beats fast
Colors and promises” senandung Ify sambil memerhatikan wajah tampan Rio
“How to be brave
How can I love when I’m afraid to fall”
»
Ify menggeleng “sekarang dan sampai kapanpun jawaban gue tetep enggak,mending lo pulang aja.”
“kenapa?”
“gue minta lo pulang!!!!!!”ucap Ify setengah teriak, mau tak mau Rio menurutinya dan melangkahkan kaki keluar dari ruangan tersebut,sebelum pergi ia balikan badannya menatap Ify yang masih menunduk, ia tau, IFy sedang menangis “biarpun jawaban lo enggak, sampe kapanpun juga gue akan cinta dan nungguin lo,Fy.”ucap nya tulus
Ify menggeleng lagi “jangan gila ,Yo. Gue akan membenci lo kalo lo sampe ngalakuin itu.”ucapnya lalu menarik selimutnya dan kembali tidur,
«
But watching you stand alone
All of my doubt suddenly goes away somehow

One step closer

“I have died everyday waiting for you
Darling don’t be afraid I have loved you
For a thousand years
I’ll love you for a thousand more”
»

Rio menghela nafas berat tak percaya apa yang barusan ia dengar “Jadi… Ify penderita sirosis?”ulangnya sekali lagi, dan sekali lagi itu juga Gina menganggukan kepalanya, menahan semua air matanya.
«

“Time stands still
Beauty in all she is
I will be brave
I will not let anything take away
What’s standing in front of me
Every breath
Every hour has come to this”Rio melanjutkannya

“One step closer

I have died everyday waiting for you
Darling don’t be afraid I have loved you
For a thousand years
I’ll love you for a thousand more

And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
I’ll love you for a thousand more

One step closer

I have died everyday waiting for you
Darling don’t be afraid I have loved you
For a thousand years
I’ll love you for a thousand more

And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years”
»
“Yeeess!!”teriaknya bangga,ia bertekad untuk mendekati gadis itu apapun resikonya,perjalanan cinta nya yang pernah gagal tak ia fikirkan lagi,kalo boleh jujur ia sudah tertarik melihat Ify sejak awal. Tapi sayang,pikirannya selalu membawanya kemasa lalunya yang kelam. Ia sudah beberapa kali ingin mendekati wanita untuk melawan masa lalu itu,namun selalu gagal. Ia bertekad kali ini akan berhasil,apapun rintangannya.
«
“I’ll love you for a thousand more”sambung keduanya….

Musik berhenti, semua orang speechless melihat penampilan RiFy, penampilan yang perdana tapi mampu membuat semua orang tercengang, Rify saling tatap menatap, lalu keduanya tersenyum ini adalah penampilan pertama mereka, sejak CRAG SIZA bubar…
“dan satu lagi, saya akan mempersembahkan satu lagu buat semua….sahabat saya..”
Dentingan nada mulai terdengar, mengusik telinga Ify, mendebarkan jiwa.
And I never thought I'd feel this war
That I do believe I love you
And if I should ever go away
Well then close your eyes and try
To feel the way we do today and then if you can remember
Keep smilin' keep shinin'
Knowing you can always count on me for sure
That's what friends are for
For good times and bad times
I'll be on your side forever more
That's what friends are for
Well you came and opened me
And now there's so much more I see
And so by the way I thank you
And then for the times when we're apart
Well then close your eyes and know
These words are coming from my heart
And then if you can remember
Keep smilin' keep shinin'
Knowing you can always count on me for sure
That's what friends are for
For good times and bad timesI'll be on your side forever more”
Ify menyelesaikan lagunya, setitik butiran Kristal mengalir dipipinya ketika bayangan Shilla menghantui dirinya….
Tidak! Itu benar Shilla, walau hanya bayangan tetapi bayangan itu tersenyum kepadanya sambil mengacungkan jempolnya.
-
Agni keluar dari café, dadanya sesak tetapi seutas senyum tergambar dari bibirnya, dirinya dan Cakka telah membuat keputusan yang terbaik… meski hatinya sakit, tetapi ia harus terima.
-
“hai kka!”sapa Agni ramah sambil mengesap chocolate yang ada ditangannya.
Cakka tersenyum “apa kabar?”
Agni mengangguk “verywell, lo?”
Cakka mengangguk juga “same,”
“lo…udah punya pacar?”Tanya Cakka ragu, Agni menghentikan aktivitasnya –minum chocholate—dan menatap Cakka penuh Tanya, bagaimana mungkin aku bisa punya pacar kka? Bahkan saat kamu pergi saja aku sudah bertekad untuk tidak pacaran selain sama kamu.
Agni menggeleng lemah “belum.”ucapnya kalem,
Cakka tertegun “sorry, gue emang selalu jadi yang buat lo menderita.”
“gapapa,ga ada yang perlu disesali.”
Cakka mengangguk lagi.
“gue mau buat pengakuan…..”ucap Agni mulai serius.
“what?”
“yang penyebab lo kecelakaan tuh..Rizky.”ucap Agni sambil menundukan kepalanya tak berani menatap Cakka.
Cakka menatap Agni dengan tatapan sulit di artikan “berhenti natap gue kayak gitu kka.”ucap Agni yang sudah salah tingkah karena tatapan itu
“kenapa lo lakuin ini ke gue Ni?”Tanya Cakka tak percaka.
“dia kka. Bukan gue, katanya dia ngelakuin itu karena pengen buat gue bahagia, entahlah gue juga bingung kenapa dia bisa sebodoh itu..”
Cakka mengangguk mengerti, kemudian meraih tangan Agni “yang lalu biarlah berlalu, oke?”
Agni terdiam ketika merasakan desiran darah yang membuatnya tak nyaman ketika Cakka menyentuhnya, detak jantungnya berdetak seribu kali lebih cepat.
“kamu sendiri gimana? Ga mungkin ga punya pacar di Washington sana.”ucap Agni mengalihkan pembicaraan.
Cakka mengerti lalu mengangguk “udah.”
Agni terkejut, sungguh sebenarnya bukan itu jawaban yang ia inginkan “oh ya? na..namanya siapa?”Tanya nya gugup, mati-matian ia menahan agar pertahanannya tidak hancur.
“Kay. Tepatnya ketzia, dia seseorang yang tomboy seperti kamu ni, setiap melihat dia aku kayak ngeliat kamu, niatnya aku mau ngajak dia kesini kemarin, tapi dia bilang dia takut sama pesawat dan ketinggian dan lagi pula ia punya kerjaan yang ga bisa ia tinggalkan di Washington sana.”
Agni meremas tas selempangnya, menguatkan hatinya, inikah balasan atas pengorbanannya?
“maaf.”lirih Cakka.
Agni mendongak menatap wajah tampan itu, wajah yang tak pernah ia lupakan, wajah yang selalu hadir dalam mimpinya.. wajah alasannya untuk mencoba tegar, wajah Cakka.
“gapapa kka. Aku ngerti.”
“aku ngerasa bersalah kalo kamu sedih kayak gitu Ni.”sesal Cakka.
Agni tersenyum, sambil menguatkan hatinya ia pegang tangan Cakka dan membawanya kedalam ngenggamannya “percaya sama aku kka, kalau aku gapapa. Gak ada yang perlu disesali, nasi telah menjadi bubur, apa boleh buat? Yang lalu biarlah berlalu, lagi pula, sahabat gak akan pernah berubah jadi cinta kan?”Tanya Agni dengan nada tegar, Cakka menatap wajah cantik itu wajah yang sudah lama ia tak lihat, ia tak menyangka Agni telah menjadi seseorang yang lebih tegar dari pada sebelumnya, dia tak menyangka pemikiran Agni telah banyak berubah dulu wanita ini selalu mendahulukan hatinya, sekarang ia lebih berfikir logis memakai logika. Cakka suka perubahan Agni itu, walaupun ada rasa sesak menjelajar di hatinya.
“Aku lebih bahagia menjadi sahabat kamu kka, karena aku yakin seorang sahabat pasti lebih di dahulukan di hati kamu, dan aku mau itu, ada mantan kekasih tetapi gak akan pernah ada mantan sahabat.”lanjut Agni.
Cakka terdiam.
“sahabat?”Tanya Agni sambil mengacungkan jempolnya ke udara.
Cakka mengangguk dan membalas acungan jempol itu “Ya. sahabat.”ucapnya dengan wajah tersenyum lalu dengan cepat memeluk gadis yang ada di depannya itu, memisahkan jarah diantara mereka, pelukan yang sangat nyaman, pelukan seorang sahabat.
-
Agni melamun didepan café tersebut, mobil Caka telah menghilang sejak tadi, sebenarnya Cakka menawarkan dirinya untuk pulang bersama tetapi Agni menolak dengan alasan ia masih ada urursan lain dengan temannya, Agni berbohong. Sebenarnya ia hanya ingin menjauhi Cakka, ia tak ingin pemuda itu tau bahwa ia sebenarnya belum rela kalau harus menerima kenyataan yang ada. Agni munafik, dan Agni tau mana ada sih seorang perempuan yang rela pria yang ia cintai bersama perempuan lain? Tapi, bukankah ini keputusannya? Keputusan Agni dan Cakka, keputusan mereka? Mengapa harus ada sesal?
are you okay agni?”Tanya suara berat membuyarkan lamunan Agni, dia alihkan pandangannya menghadap sang empunya suara berat itu, Rizky.
Telah menatapnya dengan wajah sedih, Agni mengangguk “aku gapapa.”
“aku tau ini berat buat kamu, tetapi aku ga bakal nuntut kamu untuk jawab pertanyaan aku sekarang..”
Agni terdiam mendengar kata-kata Rizky, kata-kata yang mengingatkan kejadian kemarin…
“gue suka sama elo Ni,”
“tapi cakka…Ky.”
Rizky tersenyum “aku ga mungkin ngulang kesalahan kedua , sudah cukup aku dulu penyebab berakhirnya hubungan kalian, sekarang aku serahin semua ke kamu,biar aku yang nunggu dan kamu yang memutuskan.”
Agni mendongakan kepalanya menghadap cowok berkacamata itu dengan intens “aku mau coba memulihkan hati aku sama…kamu.”ucapnya dengan yakin.
-
Epilog

Liburan semester kuliah, Rify, AlSivia,Agni+Rizky, Iel+Lia sedang pergi liburan ke puncak untuk melepaskan hiruk piruk kota Jakarta, Iel berdiam diri di depan hamparan kebun teh yang menantang ke arahnya, ia hirup nafas dalam-dalam.
aku selalu suka kebun teh Yel, bagiku kebun the itu tempat paling tenang di dunia ini, gak perlu aku ke pantas ataupun ke keajaiban dunia sekalipun, bagiku keajaiban dunia itu ada dikebun teh.”

Kata-kata Shilla terngiang-ngiang lagi di telinga Iel, menari-nari diudara, bercengkarama di setiap jengkal perkebunan Teh, ia sudah menerima Lia. Menerima dalam kata lain ia sedang mencoba, bukan berarti ia mencintai lia, hatinya hanya untuk Shilla, entah mengapa ia mau menerima Lia di kehidupannya, mungkin karena nasib mereka yang terlalu sama untuk di gabungkan menjadi sebuah cerita atau hanya untuk pelampiasan saja? Entahlah, yang jelas untuk saat ini Iel bingung akan perasaannya sendiri, entah mengapa tiba-tiba ada dua buah tangan melingkar di perutnya, merengkuhnya dari belakang,Lia. Sedang memeluk Iel, membenamkan kepalanya di bahu pria itu.
“Gab…”panggilnya,
“hmm?”
Lia melepaskan rengkuhannya, Iel menatapnya tak mengerti “masih keinget Shilla?”Tanya nya dengan senyuman yang sulit di artikan, Iel tahu bahwa sekuat apapun Lia menerima dirinya bersama bayangan Shilla, ia adalah wanita yang rapuh.
Iel mengangguk dengan rasa bersalah “I’m sorry dear, but…”
“aku ngerti.”potongnya cepat.
“maafin aku, aku emang selalu bikin kamu sedih..”ucap Iel, kepalanya ia tundukan kebawah entah mencari apa, ia sendiri tak tahu,
Lia mengangguk “gapapa, aku tau itu sulit buat kamu.”
Iel menggeleng, pandangannya kembali menerawang dan lagi-lagi Shilla ada di pandangannya, ia menggeleng sebentar untuk menepisnya lalu menyunggingkan senyuman tipis, ia hirup nafas dalam-dalam membiarkan oxygen masuk ke rongga paru-parunya, ini sudah menjadi keputusannya.
“ajari aku untuk mencintai kamu secara tulus, ajari aku untuk memiliki kamu dan segenap perasaan kamu Li.”ucapnya tulus lalu merengkuh tubuh mungil gadis itu…
Ini sudah keputusannya, Iel sadar ia tak boleh terjebak masa lalu, masa depan telah menantinya dan ia akan melewatinya bersama Lia, ia memang tidak akan menghapus bayangan Shilla karena ia yakin Shilla punya tempat tersendiri di hatinya.

-oOOo-

Ify mendribel bola basketnya dengan semangat, rambut panjangnya yang dikuncir kuda bergerak-gerak dengan lincahnya memberi efek ceria alamiah membuat Rio tak henti-hentinya tersenyum akan pemandangan di depannya, mata Ify tampak lebih cerah dari pada 3 tahun lalu saat mereka bertemu, kulit putih pucatnya berubah menjadi putih berseri, tubuh kurusnya sekarang mulai tampak lebih berisi, Ify telah sehat. Ia telah kembali menjadi wanita normal lainnya.

“Begini kan?”Tanya Ify sambil mendribbel bola dengan cekatan dan membuat Rio tertawa.
“wah ada kemajuan loo!”
Ify manyun “harus dong! Kalo nge-dribbel bola aja gue gak pernah bisa, mau jadi apa bangsa Indonesia ini?”
Rio hanya tertawa dan mengacak-acak rambut Ify.

“Gimana Fy sama perasaan kamu sekarang?”Tanya Rio tiba-tiba serius.

Ify terhenyak tak menyangka topic mereka akan berubah 180%, Ify diam tak memberikan jawaban ia menatap bola orange bergaris hitam itu seakan-akan sedang menilai bentuknya, kakinya ia ketuk-ketukan tak jelas, seakan-akan menjadi pelengkap gusarnya saat ini.

“Ak…aku..”

Entah dari mana tiba-tiba Rio sudah berlutut di hadapan Ify “Fy, would you be my girlfriend?”Tanya nya to the point.

“aku emang bukan cowok romantic yang pinter gombal dan membuat perempuan tersanjung Fy…”
Kamu adalah cowok yang paling romantic yo…

“aku gakmau bilang ‘aku bakal mencintai kamu selama-lamanya Fy’ karena aku yakin jikalau aku menyatakan itu, mungkin aku akan ingkar janji. Tapi aku akan katakan ‘aku mencintai kamu karena kamu adalah special, aku akan mencintai kamu sepanjang harinya, bukan dengan gombalan atau kata-kata romantic, melainkan oleh sikap aku sendiri”

Ify terdiam.

“Fy…..”

Ify menoleh “hm?”

once again I ask you…. Would you be my girlfriend?”

Ify terdiam beberapa saat ia mencari ketulusan di bola mata Rio, dan ia mendapatkannya ‘jaga cinta Rio ya Fy..

Kata-kata Shilla terngiang kembali kedalam pikirannya, ia meremas bola basket itu dengan kuat, seakan-akan ia sedang menguatkan hatinya, memperkokoh pendiriannya, entah sudah berapa lama ia terdiam. Akhirnya Ify mengangguk “yes, I would.


-oOOo-


“enak gak Vi makanannya?”Tanya Alvin saat mereka sedang memakan sup gurame yang ada di depan mereka, Sivia mengangguk sambil menyunggingkan senyumnya.

“enak kok.”

Alvin mengangguk.

wait.”ucapnya lalu pergi entah kemana, membuat Sivia menyiritkan dahi karena bingung dengan sikap kekasihnya tersebut.

Tak lama kemudian Alvin datang membawa 2 buah eskrim caramel yang tentu saja membuat siapapun ngiler karenanya.

desert datanggg!!”ucapnya seraya pelayan warung makan tersebut, Sivia terkekeh geli melihat tingkah laku Alvin.

“cocok ya jadi pelayan rumah makan ini.”

Alvin menoyor kepala Sivia, tidak keras tetapi mampu membuat Sivia oleng karena perbuatan Alvin tadi.

“pelayan apaan? Pelayan cinta mu?”
“gombal!”ucap Sivia sambil memukul bahu Alvin.
“dimakan dong desertnya!”perintah Alvin.


Sivia menyirit, tetapi akhirnya ia mengangguk juga
Sivia memakan eskrim tersebut, rasanya enak! Ada caramel yang membuat lidahnya bergejolak senang, manis tetapi tidak terlalu manis, dinginnya juga pas. Tetapi….
Sivia bingung, kenapa ada yang keras-keras di mulutnya?
Tangannya dengan cepat ia masukkan ke dalam mulutnya mencari-cari benda yang keras tersebut, ketika ia ambil matanya melebar mulutnya tak dapat ia katupkan lagi, tangannya bergetar memegang benda tersebut.


“Vin… ini…..”lirih Sivia,
“itu cincin Vi!”jawab Alvin cepat.

Sivia mengangguk.

“iya aku tahu, tapi kenapa?”
Tiba-tiba Alvin menggenggam tangan Sivia “do you marry me?”


Cause it's a beautiful night,We're looking for something dumb to do.
Hey baby,I think I wanna marry you.


Deg.

Jantung Sivia seakan loncat dari tubuhnya “are you serious?

“do you think I lie vi?”

Sivia menggeleng, ia mengihirup oxygen sebanyak-banyaknya “yes, I want.”

-oOOo-


Ify, Rio, Sivia, Agni, Iel menatap hamparan kebun teh dengan mata teduh, saling berpegangan tangan, menikmati indah senja di hamparan hijau.


“aku suka moment ini.”ucap Ify memulai perbincangan.


Semua mengangguk setuju.

Surat terakhir…

Pada akhirnya aku tersadar siapa aku sebenarnya,
Pada akhirnya ini lah perjalanan kita, bukan hanya aku.
Kalian mengajari ku banyak pelajaran,
Bagaimana caranya membalasnya?
Entahlah.
Terlalu banyak kenangan yang tak bisa aku jabarkan dengan tulisan dan kata-kata.
Aku terlalu berharga disini,
Aku special bukan?
Tetapi aku sekarang mengerti, kespecialan adalah wujud dari perbedaan,
Perbedaan yang indah…
Aku belajar semua, dari sini.
Dari kebaikan yang Iel ciptakan,
Dari pengorbanan yang Shilla lakukan,
Dari cinta tulus dari Sivia yang ia berikan
Dari perjuangan yang Alvin kejar,
Dari kesetiaan yang Agni lakukan,
Dari keputusan yang Cakka ambil,
Semua berharga buatku…
Buat hidupku, buat diriku, dan buat kita..
Terlebih aku belajar semua..
Dari Rio…..
Yang selalu memberikan pelajaran yang ia ciptakan dari kelakuannya,
Sehingga aku mengerti apa itu special..

-Ify


Another[special About Us]



 End.

Pesan

Nama

Email *

Pesan *

Penulis kece

  • Dewi Lestari
  • Esti Kinasih
  • Ilana Tan
  • Stephanie Zen
  • Windry Ramadhina

Blog Archive

YOU

Followers

Black Moustache

Pages

Blogger Templates