[Review] Beetwen The Raindrops by Stephanie Zen



Andrea Faith Siahaan tak pernah mengira bahwa kehidupan akan membawanya pada Aaron Darwin Tandiono.

Sejak pertama kali menginjakkan kaki di Singapura, fokus Andrea hanyalah meraih gelar S1-nya secepat mungkin demi menuruti ambisi sang ayah, karena hanya setelah itulah, baru ia bisa mengikuti panggilan hatinya yang sebenarnya yaitu masuk seminari dan menjadi hamba Tuhan penuh waktu.

Tapi pertemuannya dengan Darwin di hari pertamanya berhasil menjungkirbalikkan semua tujuan dan rencana Andrea. Kompas kehidupannya tak lagi mengarah ke titik yang sama.

Dihadapkan pada dua pilihan, orang yang dicintainya dan tujuan hidup yang dikejarnya, Andrea gamang. Manakah yang benar-benar dia inginkan? Dan apakah yang satu pantas dikorbankan hanya untuk mendapatkan yang lainnya

***

Andrea. Seorang gadis yang ingin melanjutkan pendidikannya ke SAI tetapi keinginan itu hanya bisa menjadi mimpi dan mimpi karena Papanya tak setuju dan malah menginginkan anaknya melanjutkan kuliahnya di bidang lain karena sebagai anak tunggal Papanya ingin dia meneruskan bisnisnya nanti. Akhirnya Andrea menyetujui kemauan Papanya dengan syarat ia ingin melanjutkan kuliah di Singapore dan jika ia sudah lulus ia bebas melanjutkan arah dan tujuan hidupnya termaksud dengan masuk SAI. Dan terjadilah kesepakatan itu.

Darwin. Pemuda yang terlahir dengan wajah tampan dan kepintaran yang tak diragukan lagi, ia termaksud cowok populer di kampusnya baik dikalangan dosen atau mahasiswa. Semua mengenalnya tanpa terkecuali. Sikapnya yang baik dan ramah terhadap semua orang, dan termaksud pria Godly sayangnya ia terlahir di keluarga yang tak mengenal Tuhan.

Dan dimulailah cerita ini... Berawal dari Andre yang masuk ke ACT alias Aku Cinta Tuhan, ia pun di pertemukan dengan Aaron Darwin Tandiono alias Darwin, ia menceritakan keluh kesahnya ketika sharing di ACT berlangsung dan hal yang membuat Andrea terpesona pada Darwin adalah ketika ia berkata, “Keep praying and God will show His way to you.”  Sebuah kata sederhana tetapi bermakna banyak bagi Andrea.

Dan juga Darwin memperkenalkannya kepada Dheeraj. Pria blasteran India dan Eropa yang juga mempunyai peran penting dalam novel ini, selain karena dia termaksud penengah dan juga merupakan sahabat terbaik ia jugalah yang akan menjadi jalan bagi Andrea untuk menemukan apa yang di inginkannya.
Lalu, lama kelamaan hubungan mereka berlanjut. Tetapi ada satu masa dimana Andrea-Darwin-Dheeraj berpisah dan rengganglah hubungan itu. Tetapi walaupun begitu hubungan Andrea dan Darwin malah mengalami kemajuan pesat dan disinilah Andrea kembali galau karena perasaannya pada Darwin serta keinginannya untuk masuk SAI yang semakin memudar.


Apakah yang dipilih Andrea? Tuhan atau Darwin? 


Tentu aku tidak memberitahukannya disini.

***

“Keep praying and God will show His way to you.” - Aaron Darwin Tandiono

“Firman-Nya hidup dan berkuasa. Kuasa yang tidak dan tidak akan pernah dimiliki buku mana pun lainnya di dunia. Dan kali ini seperti masa-masa ketika aku begitu membutuhkan jawaban, aku meraihnya.” (Hal. 216)

Dari sekian banyaknya quotes di novel ini, quotes yang diatas lah yang paling menyentuh dan terngiang-ngiang pikiranku sampai saat ini. Aku sudah banyak membaca novel Stephanie Zen, dan jelas ini bukanlah yang pertama kali tetapi entah mengapa novel Stephanie Zen kali ini berbeda dengan novel lainnya, jika biasanya aku sudah bisa menebak ‘arah’ dan ending cerita novel sebelumnya tetapi kali ini aku seperti gak bisa menerka-nerka apa dan kemana jalan cerita ini berlangsung.
Meski, sebelumnya aku sudah bisa menebak pasti Stephanie Zen mengeluarkan novel bergenre Rohani karena aku sering mengunjungi blog nya dan ternyata tebakan ku benar... Padahal aku menebaknya 2 tahun yang lalu

Jika, di Seleb Gadungan aku menyayangkan sikap Cathy yang plin-plan sehingga sahabat serta pacarnya pergi meninggalkan dia di novel ini aku merasa senang serta sedih dalam waktu bersamaan dengan keputusan yang di ambil Andrea.

Aku suka ketika Andrea bingung masalah apakah benar ia dipanggil Tuhan atau hanya emosi sesaat? Dan Dheraaj dengan tenang berkata jika melayani Tuhan tidaklah harus masuk SAI atau jadi pendeta, semua bisa dilakukan dimana saja dan kapanpun. Yang salah hanyalah jika kita sudah tahu di panggil tapi berusaha untuk kabur atau bahkan berpura-pura tak tahu.

Di dalam novel ini pula Stephanie Zen berhasil membuat merasa kesal sekaligus cinta pada tokoh-tokohnya, dan kalian tahu siapa tokoh itu? Yup. Darwin maupun Dheeraj.

Jika pada awalnya aku mencintai Darwin dan tak begitu memerdulikan Dheraaj pada pertengahan cerita aku sangaaaat mencintai Dheraaj dan mulai kecewa dengan sikap Darwin walaupun begitu aku tetap cinta Darwin, kok! Sungguh! Hehe... Apalagi kalau ingat keromantisannya dia pada Andrea. Aw, aku gak kuat untuk gak sedih pada saat hubungan mereka agak renggang. 

Dan aku senang dengan keputusan Andrea yang walaupun pada awalnya agak plin-plan tapi makin ketengah proses ketegasan itu ada.

Dan novel ini juga yang membuat aku merinding dan sadar bahwa selama ini aku jauh dari Tuhan. Huh, aku jadi kesal dengan diriku sendiri...


Tetapi, aku juga menemukan beberapa typo yang masih ada di novel ini. Mungkin hanya itu kekurangannya.
Selebihnya... AKU SUKA! Dan terbekati sekali setelah membaca ini.

4 of 5 stars!:)

Lidang Sinta Mutiara

Pesan

Nama

Email *

Pesan *

Penulis kece

  • Dewi Lestari
  • Esti Kinasih
  • Ilana Tan
  • Stephanie Zen
  • Windry Ramadhina

Blog Archive

YOU

Followers

Black Moustache

Pages

Blogger Templates