Samesta, aku rindu.

Samesta, aku rindu.

Aku rindu ketika mengirimkan surel untukmu setiap aku ingin, mengirimkan tiap kata yang kurangkai sedemikian rupa hingga kau mengerti apa yang kurasakan.

Samesta, aku rindu.

Aku rindu untuk bertanya padamu, "Bagaimana cara bahagia?"

Samesta, kenyataannya bahagia tidak sederhana--menurutku.
Bahagia terlalu rumit bagiku.
Ketika aku merasa bahagia, beberapa saat kemudian aku harus merasakan duka.

Begitu seterusnya.

Samesta, aku rindu bahagia.

Aku ingin bahagia.

Selalu.

Selalu diriku yang terlalu sukar untuk bahagia.

Beberapa hari ini aku memprioritaskan bahwa bahagiaku adalah ketika Mamaku sembuh, dan akhirnya aku lupa dengan kebahagiaan lain. Bahkan Kris yang mencoba memberikan kebahagiaan itu enggan ku terima.
Aku terlalu fokus dengan duniaku sendiri, Samesta.

Dan itu lah yang membuat aku sukar bahagia.

Samesta, ajari aku untuk jadi bahagia...


Regards,

S.

Pesan

Nama

Email *

Pesan *

Penulis kece

  • Dewi Lestari
  • Esti Kinasih
  • Ilana Tan
  • Stephanie Zen
  • Windry Ramadhina

Blog Archive

YOU

Followers

Black Moustache

Pages

Blogger Templates